JANJIKU

JANJIKU
Aku sangatlah bodoh


__ADS_3

Setelah Revan menyelasaikan pekerjaan dia meninggalkan perusahaan salah satu patner bisnis nya, dan mencari restoran terdekat, sesampainya di restoran Revan bersama Riyan pun turun dari mobilnya berjalan menuju restoran.


"Bagaimana Riyan apa semuanya berjalan lancar?! tanya Revan sambil berjalan memasuki restoran dan duduk disalah satu bangku meja disudut ruangan


"Ya Revan semuanya berjalan lancar"


Seketika wanita yg duduk membelakangi Revan menoleh kebangku yg ada di belakangnya saat mendengar suara Revan dan Riyan yg asik berbicara


deeggg


Dia kaget bukan maen jantung nya berdetak kencang bahkan pikirannya jadi kacau dengan cepatnya dia berdiri hingga bangkunya terjatuh


"Astaga..Maaf kak?!! kak Lukas ayu kita pergi aku sudah kenyang'' ucap nya gugup


"Amanda makanan kamu belum habis kita selesaikan dulu makanan mu ya, kamu batu sedikit mengisi perutmu?!"


Revan juga tak kalah kaget saat mendengar kegaduhan yg ada di belakang nya dan saat dia mendengar seseorang menyebutkan nama Amanda dia langsung menoleh menatap wajah wanita yg ada di sampingnya


deeggg


"Sayang.. ucap Revan lirih ada kesedihan saat dia memanggil Amanda


Amanda tidak menghiraukan Revan dia mencuba menarik tangan Lukas mengajaknya untuk pergi "Ayu kak aku sudah kenyang!"


Ada sedikit kekecewaan dihati Revan saat Amanda mengacuhkan nya Seolah dia tidak ada sama sekali didekatnya, tapi dia dapat memahami itu karna semua yg telah terjadi adalah perbuatan nya yang harus dia terima akibatnya


Lukas tak juga menyahut atau menerima jangkawan tangan Amanda perkataan Revan membuatnya teringat dengan Revan, dia tahu Revan masih suaminya Amanda saat ini dan masih belum mengurus surat perceraian, merika bisa dikatakan masih suami istri secara hukum.


Amanda kesal karna Lukas masih diam dan tak mengatakan apa-apa.

__ADS_1


"ya sudah aku pulang sendiri saja kalau begitu" Ucapnya begitu dinginnya


"Sayang tunggu.. kita perlu bicara" Revan menarik tangan Amanda yg sudah berbalik arah menuju pintu keluar restoran


"Maaf tuan, kita tidak terlalu akrab atau apapun jadi menurut saya tidak ada yg perlu kita bicarakan" Amanda menarik kembali tangannya dengan kasar


"Sayang aku mohon" Revan mendekati Amanda yg berdiri di depannya begitu sendu terlihat jelas kesedihan dari sudut pandangan matanya pada Amanda.


"Stop!! aku minta jangan pernah memanggil ku dengan sebutan itu aku tidak suka mendengar nya" Bentak Amanda merasa tidak nyaman


"Manda bicaralah dengan nya, beri dia kesempatan untuk bicara"


"Kamu tidak perlu ikut campur kak Lukas! aku sudah pernah memberi dia kesempatan untuk menjelaskan apa yg terjadi, saat dia pergi meninggalkan ku tapi apa? dia tak sedikitpun memberiku kesempatan, dia merimihkanku dan merendahkan martabat ku seperti seorang perempuan jalang!! Amanda menatap Revan dengan kebenciannya dan ada air mata di sudut matanya yg terasa tak bisa dia bendung lagi, namun sekeras mungkin dia mencuba agar tak terjatuh.


"Aku tidak bermaksud seperti itu sayang"


"Lalu apa!! penggali emas?!!


"Sayang.. Revan semakin mendekati Amanda merasa khawatir dengan nya yg nampak sangat tertekan bahkan harus memegangi kepalanya.


"Berhenti..!!! jangan pernah mendekati ku!! Teriaknya Begitu keras


Revan tidak peduli, dia merasa sangat sakit melihat Amanda yg seperti itu, rasa bersalah nya tidak pernah seharipun dia lewati karna sudah menyakitinya "Aku minta maaf Sayang, aku benar-benar minta maaf, tolong jangan pernah kau tinggalkan aku sendiri aku tidak bisa hidup tanpa kamu" Revan memeluk Amanda sangat erat seakan dia takut jika dia melepas pelukan itu lagi Amanda akan pergi lagi untuk kesekian kalinya.


"lepaskan aku!! Amanda terus memberontak ingin lepas dari pelukan Revan, tapi dia kalah kuat dengan Revan


"Tidak, jika aku lepas lagi kamu akan lari!


"kak Lukas tolong aku!

__ADS_1


" aku rasa ini bukan urusan ku manda" Lukas angkat tangan dan berlalu meninggalkan Amanda yg di peluk Revan keluar restoran


"Riyan...!!! Amanda mencuba meminta tolong kepada Riyan


"Amanda kamu harus mendengarkan penjelasan Nya, kamu akan menyesal jika tidak mau mendengar nya" lalu Riyanpun juga pergi meninggalkan mereka berdua


"Aku tidak peduli aku tidak ingin lagi melihatmu!!" Bentaknya merunta-runta ingin melepaskan diri dari dekapan Revan yg begitu eratnya.


"Sebenci itu kah kamu pada suamimu? heemmhh..?!! ucap Revan lembut mencuba menenangkan Amanda


"Aku sangat membencimu!! Amanda menatap tajam seolah sedang melihat musuh terbesarnya pada Revan.


Cuupp


"Tapi aku sangat mencintaimu Sayang"


Revan mencium lembut keningnya Amanda, dan itu berhasil membuat Amanda jadi terdiam tidak bersuara lagi dalam pelukan Revan.


Revan tersenyum saat tidak ada penulakan dari Amanda dan langsung mengangkat nya dalam gendungannya dan berjalan keluar, membawa Amanda pergi dari restoran dengan mengendarai mobil nya, Riyan dan Lukas yg ada di luar restoran hanya tersenyum, merika merasa senang akhirnya merika dapat bertemu lagi.


Lukas tahu bagaimana perasaan Amanda pada Revan walau merika berpisah cukup lama, walaupun dia masih merasa ada perasaan terhadap Amanda dia tidak ingin memaksakan nya


sesampainya di hotel tempat Revan menginap Amanda masih diam dan terus mengikuti Revan yg memegangi tangannya membawanya ke salah satu kamar disana.


"Tunggulah disini aku ingin mengambil sesuatu untukmu''


Revan mengambil sebuah album didalam koper nya dan menyerahkan nya kepada Amanda


"Apa ini? Amanda bingung

__ADS_1


"Lihatlah Sayang kamu akan tahu segalanya jika kamu membukanya dan aku akan menceritakan nya jika kamu masih belum ingat" Revan mengusap pipi amanda lembut dan duduk disampingnya Amanda di sisi tempat tidur.


Setelah Amanda membukanya Air matanya tidak bisa lagi dia bendung Amanda menutup mulutnya menangis terisak sejadinya dia tidak menyangka Revan memiliki semua fotonya yg masih muda hingga merika menikah, bahkan foto dia yg masih memakai seragam sekolah SMA juga ada disana.


__ADS_2