JANJIKU

JANJIKU
Nenekku


__ADS_3

"Dinda bagai mana ini?


tanya kanya pada dinda karna merika saat ini sangat syuk dengan kejadian barusan, dinda menulih lagi pada pemuda yg dia tolong bersama kanya Dinda menoleh ke arah kanan dan kirinya mencari-cari tempat yang bisa merika tempati untuk bernaung.


"Ayu kita angkat dia kebawah pohon itu dulu kita harus tetap membuat dia tetap sadar sampai kita dapat pertolongan!"


setelah itu merika berdua membupung pemuda itu perlahan sampai ke bawah pohon,. Dinda dan kanya tertatih-tatih membawa tubuh pemuda itu karna tubuh mungil merika yg mungil dan hanya merika berdua saja yg menganggkat tubuh nya yg kekar padat berisi Seperti seorang atlet itu.


"astagaaaa ini orang makan apa sih! beratnya minta ampun!! ucap kanya asal, kanya dan dinda pun mendudukkan pemuda itu lalu merebahkannya di paha dinda perlahan.


"Kanya kita harus mencari pertolongan?


kita tida bisa membiarkan dia sampai mati disini, kita harus minta pertolongan kepada warga agar cepat membawa nya ke rumah sakit di kota!"


Kanya mengangguk sambil melirik pemuda itu sebentar, dia melihat lebih dekat sambil bergumamn"Dinda dia sangat tampan"


ucap kanya sambil cengingisan


dinda yg mandengar penuturan sahabatnya itu langsung menjentikkan jarinya di jidad kanya dengan kencang.


"aaaaaawww... sakit dinda!!


"Siap suruh becanda di waktu yang tidak tepat seperti ini heehhh?! ayu cepat pergi cari bantuan pada warga, apa kamu mau melihatnya mati disini?"


"Ti'tidak mau..! baeklah aku akan pergi, kamu jaga dia kalau bisa buat dia sadar dinda jangan sampai dia pingsan"


Dinda menganggukan kepala tanda dia mengerti, kanya pun berlalu pergi meninggalkan Dinda dan pemuda itu di bawah pohon.


Dinda menggenggam tangan pemuda itu perlahan dia pandangi wajah pemuda itu dengan tatapan rumit sambil dinda menepuk sebelah pipinya perlahan dengan sebelah tangannya.

__ADS_1


"Hay... bertahanlah kamu harus sadar sampai para warga datang untuk menolong kamu"


ucapnya lembut sambil terus memandangi wajah pemuda itu dengan kepanikan nya.


perlahan pemuda itu mengerjabkan matanya samar samar dia melihat wajah seorang wanita yg berada tepat diatas wajah nya, gadis itu nampak lebih muda beberapa tahun darinya dia samar samar mendengar pembicaraan dinda dan kanya tadi, setelah penglihatan nya mulai jelas pemuda itupun melihat wajah dinda.


"Cantik" gumamnya dalam hati


"Apa kamu baek baek saja? bagian mana yang sakit? apa kamu bisa menggerakkan badanmu?" Rentetan pertanyaan-pertanyaan dinda tiada hentinya sampai pemuda itu memperlihatkan senyumnya saat menatap dinda.


"Hay.. kenapa kamu tersenyum? bagaimana perasaan mu?" dinda terus saja bertanya keadaan nya, padahal dia sendiri tau bagai mana keadaan pemuda itu.


"Dinda nama yang indah, seindah parasnya dan baek hati mu, kau menolongku yang bukan siapa siapa bagimu, bahkan kau tidak mengenaliku.


Aku berjanji hanya akan kuberikan hati ini untukmu dan tak akan pernah ada wanita lain selain dirimu saja,.


gumam pemuda itu dalam hatinya sambil terus menatap wajah Cantik Dinda yg tanpa menggunakan riasan apapun.


"Astagaaaaa.. hay apa kamu masih waras?


bahkan saat keadaan kamu seperti ini kamu masih tersenyum?"


tiba tiba dinda teringat neneknya saat dia teringat dengan perkataan kanya yg harus tetap membuat pemuda itu tetap sadar.


"Hay aku ada sedikit keluhan yg aku pendam lama, maukah kamu mendengarnya?...


pemuda itu menganggukkan kepalanya perlahan tanda dia setuju dengan penuturan Dinda, Dinda memulai ceritanya dari awal segala keluh kesahnya dan bagai mana perlakuan neneknya selama ini, iya ceritakan kepada pemuda itu yg bahkan tidak dia kenal.


"Aku dilahirkan di desa ini, ayahku seorang buruh bangunan, ibuku setiap hari harus keladang kepala desa untuk mengurus ladang kepala desa,aku memiliki seorang adik laki-laki namanya Zidan Setiawan.

__ADS_1


dia baru kelas 3smp dan dia adikku yg sangat aku sayangi kami tumbuh bersama dari kecil, ayah dan ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita.


hidup kami pas-pasan tidak ada yg namanya kemiwahan atau bergelimang harta, tapi apakah kamu tahu?


Aku sangat bahagia memiliki keluarga yg utuh ada ibu,ayah,zidan dan nenek"


dinda nampak murung setelah menyebutkan neneknya dan pemuda itu menyadari perubahan dinda, karna dia terus menatap wajah dinda sedari awal.


"Dari aku kecil sampai sekarang aku tidak tau kenapa nenek sangat benci dengan ku,setiap nenek melihatku dia selalu murka, setiap hari ada saja kemarahan nenek padaku dari memaki, menyumpah bahkan tidak seharipun nenek tidak memukulku.


air mata dinda melilih perlahan dipipinya dan jatuh tepat di pipi pemuda itu.


"Aku pernah bertanya pada nenek, kenapa dia sangat membenciku? tapi jawaban nenek membuat ku semakin terluka, nenek bilang aku anak pembawa sial.


semenjak kehadiranku dikeluarga kami semakin susah sampai-sampai ibu harus bekerja di ladang keluarganya kepala desa."


air mata dinda tidak dapat lagi dia bendung,dinda menangis sejadi jadinya


pemuda itu mengangkat tangannya perlahan dan menghapus air mata mata dinda dengan ibu jarinya.


pemuda itu merasa hatinya berdenyut sakit mendengarkan cerita dinda, dia tidak menyangka kalau gadis yg menolong dirinya memiliki kehidupan yg cukup rumit.


"Hh..hay ja..jangaaan me.na.ng.is ka..u je..lik!!


dinda seketika tertawa sambil memegang tangan pemuda yg menghapus air mata nya.


tiba-tiba dinda merasa jantungnya berdetak lebih kencang dan pipinya sudah mulai memirah karna malu, dindapun memalingkan wajahnya kesamping agar tidak terlihat oleh pemuda itu.


Dinda takut kalau pemuda itu sadar kalau saat ini dirinya sangat malu karna tanpa sadar Dinda terus menggenggam tangan pemuda itu, bahkan lebih parahnya lagi saat ini dinda sedang memangku kepala pemuda itu di atas pahanya, dinda yang salah tingkahpun langsung mengubah tupik pembicaraan.

__ADS_1


__ADS_2