JANJIKU

JANJIKU
kantor urusan sipil


__ADS_3

Setelah Amanda siap-siap dia turun kelantai bawah dan mendapati Revan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Kamu sudah siap?


"eemmh.. sudah"


"Kalau begitu kita makan dulu, baru berangkat"


Kamu yang memasak nya?


"aammmh'' sahut Revan tersenyum


"harusnya aku yg melakukan nya, ini tugasku"


"Tidak apa-apa aku senang melakukannya"


Revan dan Amanda makan tanpa ada yg bersuara,dan setelah setengah jam berlalu merekapun berangkat dengan menggunakan mobil mewah Revan


Sesampainya merika di kantor urusan sipil Amanda dan Revan langsung mendaptarkan pernikahan mereka.


"selamat siang tuan ada yg bisa kami bantu?


"Saya ingin mendaftarkan pernikahan kami"


"oh ya tentu dengan tuan dan nona?


"REVANDRA ADITAMA MAHENDRA dan AMANDA STIANA MAYDA"


"kalian bisa masuk kedalam ruangan disana tuan, mari saya antar"


Setelah beberapa waktu berlalu


"Sudah'' ucapa Revan dengan senyuman yang sangat bahagia sambil mengganding Amanda di pinggangnya.


Amanda bengung sambil memegang 2buah buku nikah untuk suami istri, dia merasa seperti bermimpi, pacaran saja tidak pernah dan tiba-tiba dia sudah menikah.


"Secepat itu kah?!" ucapnya Begitu pulus bahkan dia masih belum sadar sepenuhnya


"Eeemmmh.. apa kamu tidak senang?


"Bukan begitu Revan, hanya saja ini seperti mimpi, apa tidak apa-apa kita tidak memberi tahu orang tua kita?


Revan menghadap Amanda dan membelai wajah Amanda lembut


"percaya lah merika akan sangat bahagia jika merika tahu kalau kita sudah menikah walau kita tidak memberi tahu merika sebelumnya"


"Kita baru beberapa bulan saling mengenal tapi kita sudah menikah" renung Amanda


"heemmhh.. Amanda kita sedang menikah bukan sedang berduka kenapa kamu bersedih?


"Revan kamu selalu mengijikku!

__ADS_1


Revan tertawa dan memeluknya sebentar


"aku mengerti perasaan kamu sekarang ini ayu kita pulang"


"eemmmh..


Merika berjalan menuju mobil dan setelah masuk mobil Revan dan Amanda berlalu meninggalkan kantor urusan sipil.


"Amanda aku mengerti perasaan kamu saat ini, mungkin aku terlalu terburu-buru bagi kamu, tapi menurutku itu tidak, sudah cukup lama Amanda aku menunggu kamu dan aku tidak ingin membuang-buang waktu lagi, aku sadar aku sangat eguis tapi aku takut jika kamu tidak bersama dengan ku kamu akan terluka lagi sayang" gumam Revan dalam hati


Dreett..dreet...


ponselnya Amanda bergetar, saat dia melihat id pemanggilan suntak Amanda kelepasan memegang ponselnya.


"Astagaaaaa.."


"Ada apa"


"Mama menelpon!


"lalu?


"aku hanya keget, tunggu sebentar aku mengangkat telepon mama dulu" Revan tertawa melihat tingkah Amanda dia tahu saat ini Amanda masih syuk.


"hallo.. mah ada apa?"


"heemmm akhirnya anak mama mau juga mengangkatnya, apa sekarang anak mama sudah tidak membutuhkan mama lagi?!"


"bagaimana keadaan kamu?


"Amanda sudah tidak apa-apa lagi mah,,


"lalu revan?


Amanda menoleh kearah Revan yg sedang menyetir dia menberi isyarat agar Revan menjawab pertanyaan mama tasya.


"Revan baek Tante, gimana keadaan Tante dan om andika??


"Waaaaaah... kalian sedang bersama ya?


Tante sama om baek-baek saja nak"


"iya Revan sama Amanda lagi dijalan kita habis jalan keluar sebentar tadi"


"oohh.. yasudah kalian hati-hati"


"Iya mama ku sayang" Amanda mematikan telpon nya dan menaruhnya lagi di dalam tas.


"Revan aku besok mau masuk kerja lagi"


Revan menolehkan wajahnya memandang wajah Amanda

__ADS_1


"Kamu lebih baik dirumah saja luka kamu masih belum pulih"


"Revan aku sudah tidak apa-apa lagi!


Melihat wajah Amanda yg cemberut Revan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"yasudah"


" Apa kamu marah?!"


"Tidak"


"Revan, aku sudah tidak bekerja dan hanya diam dirumah hampir 2bulan rasanya aku seperti baby yg kerjaan nya makan saja.


Revan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Amanda lalu dia memegang tangannya


"Dengarkan aku, kamu adalah istri ku aku tidak akan pernah marah bagaimanapun kamu dan apa yg kamu lakukan, kamu tidak harus bekerja semua uang milikku ju juga milikmu, apapun yg aku miliki mulai sekarang adalah milik kamu.


begitu juga kamu bagiku, kamu adalah milikku, aku tidak akan pernah membiarkan orang yang aku sayangi kenapa-kenapa"


Amanda tersentuh dia terisak mendengar penuturan Revan, "Revan aku sangat mencintaimu" ucapnya dalam hati


Revan menghapus air mata Amanda dan menenangkannya "Sudah jangan menangis lagi"


"eemmh" Amanda hanya manyahut singkat dia tidak bisa bicara lagi.


Di lain tempat tepat nya disebuah pusat perbelanjaan ..


"Riyan.. aku dengar Revan tidak masuk kantor?


"dimana kamu mendengar nya?


"Ada beberapa karyawan yg berbicara saat di kantin perusahaan merika mengatakan sudah lama tidak melihat Revan dan sekretaris barunya"


"haaaaah.. seperti nya aku perlu menyumbat mulut merika satu-satu bagaimana jika merika mengatakan diluar kantor dan di dengar oleh beberapa lawan bisnisnya?


"Riyan katakan padaku, apa Revan memiliki hubungan dengan Amanda sekretaris baru nya itu?!"


"menurutmu??


"Sepertinya begitu, aku tidak pernah mendengar dia mencari tahu keberadaan dinda lagi, apa dia sudah melupakannya?


Aku takut wanita itu hanya mengincar kekayaan saja"


Sepuntan Riyan menjentikkan tangannya di jidad kanya dia tidak habis pikir kenapa pemikiran kanya sejauh itu.


"aaawwww!! Riyan apa-apaan kamu!


"kamu yg apa-apaan? jangan menilai seseorang dari luarnya saja kamu harus melihat dan menilai seseorang dari hatinya baru kamu menilai orang itu"


"ya.. kamu benar harusnya aku tidak mengatakan itu"

__ADS_1


Riyan tersenyum, dia sangat gemas dengan kanya yg menurut nya sangat pulus dan naif dia tahu Kanya berasal dari desa terpencil tapi Kanya sudah lama tinggal di kota, tapi tetap saja pemikiran nya kulut...


__ADS_2