JANJIKU

JANJIKU
Tersenyum


__ADS_3

"hay..ka'kamu bicara? bagian mana... katakan bagian mana yang sakit?" tanya Dinda penuh kekhawatiran.


"a'aakuu tidak bisa merasakan ap..a..ap..pha.." pemuda itu susah payah untuk berbicara karna dia sangat lemah saat ini.


"oh.. kalau begitu kamu tenanglah dan kita tunggu sebentar lagi, kanya akan lekas datang bersam para warga desa untuk menolong kamu"


"Dinda aku berjanji jika nanti aku selamat dan sembuh, aku akan datang untuk menjemput kamu dan tidak akan pernah lagi ada air mata berada dimata indah mu ini, hanya akan ada senyum manis mu yang akan kulihat setelah itu ini janjiku dinda! janjiku untuk mu"


ucap pemuda itu di dalam hati nya sambil terus menatap mata indah Dinda yg begitu nyaman saat pemuda itu menatapnya


lalu pemuda itu menganggukan pelan kepalanya tanda dia mengerti perkataan dinda dan dia berkata secara perlahan.


"berjanjilah.. suatu hari nanti i'ikut..lah de..nga..nn ku!!!


dinda bingung harus menjawab perkataan pemuda itu hingga hening cukup lama, lalu pemuda itu menggenggam tangan dinda erat dan dinda menulih kearahnya dengan terkejutnya, pemuda itu memandang dinda sendu menunggu jawaban dinda, hingga dinda tanpa sadar menganggukan kepala pelan, pemuda itupun tersenyum lembut dan dinda juga ikut tersenyum pada nya.


Dari jauh terlihat ada beberapa warga datang mendekat bersama dengan kanya, merika semua nampak khawatir secara bersamaan.


"Hay.. merika datang untuk menolong kamu"


ucap dinda pelan, dan direspun anggukan oleh pemuda itu.


"dinda bagaimana apa dia baek-baek saja?


kanya langsung bertanya kepada dinda bagai mana keadaan pemuda itu


"entah lah.. aku juga tidak tahu dia hanya berbicara beberapa kali dan dia tidak bisa merasakan apa-apa!..


dinda merasa sedih melihat keadaan pemuda itu, entah bagai mana perasaannya yang dia rasakan cukup sakit di dalam hati nya.


"bagaimana apa kamu sudah menghubungi ambulans?" tanya dinda pada kanya


"iya sudah, para warga sudah menghubungi rumah sakit dan mungkin sebentar lagi akan datang"


tidak berselang lama mobil ambulans datang


"pak tolong bantu mangangkat dia?


ucap dinda pelan, dan wargapun dengan sigap membantu para medis untuk menolong membantu untuk mengangkat pemuda yg terluka parah itu secara perlahan.


dinda merasa dadanya semakin terasa sesak dan sakit, pemuda itu sendiri terus menatap dinda lembut dia melihat dinda menitiskan air mata saat melihat dirinya akan dimasukkan kedalam mobil ambulans.

__ADS_1


Namum sebelum dia dimasukkan kedalam mobil ambulans dia meminta berhenti pada warga dan angguta medis.


"pa.. tu tunggu sebentar!"


pemuda itu kemudian mengangkat tangannya perlahan dan melambaikan tangan nya meminta dinda mendekat, dinda yang melihatnya melambaikan tangan langsung berjalan perlahan menuju sisi samping pemuda itu.


Pemuda itu mengambil sesuatu di salah satu kantung celananya dan menaruh nya di genggaman tangan mungil dinda.


"simpan aa..akku akan datang lag..iii


ucapnya dan dinda mengangguk tanda ia mengerti perkataan pemuda itu.


Tapi setelah dinda merima pemberian pemuda itu dia bukannya tenang malah dia semakin merasa sakit dan sesak didadanya dia menangis sesenggukan dalam pelukan kanya.


pemuda itupun dibawa masuk ke dalam mobil ambulans dan perlahan penuda itu dibawa pergi semakin jauh dari pandangan merika "Hay tenanglah... dia pasti akan baek-baek saja"bucap Kanya mencuba menenangkan sahabatnya itu.


dinda hanya mengangguk, tapi air matanya sangat sulit untuk ia hentikan sampai akhirnya mobil ambulans itu pergi dan tidak terlihat lagi.


cukup lama dinda dan kanya duduk sambil berpelukan, para warga sudah mulai pulang hanya tersisa merika berdua di tempat itu,


Dinda akhirnya tersadar ada hal yg dia lupakan saat bersama dengan pemuda itu.


"apa?


"aku lupa menanyakan namanya?"


kanya langsung menepuk jidadnya sendiri dengan kencang bagaimana mungkin sahabatnya yg pintar menjadi sangat bodoh menurut nya saat ini.


"Astaga dinda!" berapa lamu kamu ku tinggalkan bersama dengan pemuda itu?"


bagaimana mungkin kamu melupakan hal yg sangat penting?" kanya hanya dapat menggiling kan kepalanya melihat sahabatnya yg berdiri mematung menyesali kebodohannya sendiri.


"Apa sekarang kamu menyesal?


sudah aku katakan bukan dia sangat tampan!!


Dinda menatap jijik sahabatnya karna dalam keadaan pemuda itu yg sedang sekarat sempat saja dia bercelutih memuji ketampanannya.


"Kau ini.. dia milikku!! kamu ingat ya suatu hari dia hanya akan menikah dengan ku!!!


dia tidak cucuk denganmu!! ucap dinda asal, tanpa dia ketahui takdir apa yg sudah menunggu nya kelak.

__ADS_1


"hahahahaha...."


kanya tertawa terpingkal pingkal mendengarkan penuturan sahabatnya, dia tidak menyangka dalam keadaan seperti ini dinda masih bisa bercanda dengan dirinya.


"ayu pulang, lihat wajahmu sudah seperti udang saja!


dinda menarik tangan kanya mengajaknya pulang, tapi kanya menarik tangan nya kembali dinda bingung apa yg terjadi pada sahabatnya itu.


"Katakan apa yg ada di tangan mu itu?!


Dinda mengangkat kedua belah tangannya saat Dinda membuka genggamannya ada kalung yg begitu cantik dan berliontin sangat indah, kanya yakin liontin itu adalah berlian.


"hay.. dia memberikanmu sebuah kecantikan!!


gumam kanya pada Dinda, Dinda cemberut dan kanya tertawa melihat tanggapan Dinda itu.


"cuba kulihat apa ini asli..?


saat Kanya ingin menyentuh kalung itu, spuntan dinda langsung menarik tangannya dan menyimpan kalung itu lagi.


"tidak, dia tidak memberikan nya..


dia hanya menitipkannya dia berkata suatu hari dia akan datang..!!"


kanya langsung tertawa keras setelah mendengar penuturan sahabatnya, dinda mengeluh kalau dia lupa menanyakan nama pemuda itu tapi di satu sisi, dia memberi dinda benda yg sangat berharga pada nya, agar dapat bertemu lagi, kanya hanya bisa geleng-geleng kepala..


"Dinda sayang... apa kamu tahu artinya itu??


"Tidak!!


saut dinda yg kesal karna di tertawakan oleh kanya, dia bingung apa yg lucu? sampai sahabatnya itu tertawa tiada henti hentinya.


"Artinya kamu sangat berharga baginya suatu hari dia akan datang untuk mencarimu lagi, dimanapun kamu berada dan artinya kamu akan tahu siapa namanya!"


"Ooohhh..."


dinda langsung mengangguk mengguyang-guyangkan kepalanya seperti boneka kucing hias.


"ayu pulang! lihat dirimu bajumu penuh dengan noda darah dan hari sudah mulai malam aku takut nenekmu akan memakanmu dinda!!"


"Ayuuuu" dinda pun tidak mengatakan apa apa lg setelah itu dan merika pulang kerumah masing-masing Setelah berpisah dipersimpangan.

__ADS_1


__ADS_2