JANJIKU

JANJIKU
Marisa


__ADS_3

Amanda turun dari mobil dan mendekati mobil didepannya dan penumpang mobil itu juga turun, Amanda kaget saat mendapati orang yg turun dari mobil tersebut ternyata adalah Marisa.


"Wah..wah...waaaaaah! hebat kamu Amanda apa kamu sudah naek ranjang pa Revan sampai-sampai kamu bisa mengendarai mobil mewah! tanyanya


"jangan asal bicara kamu Marisa!


Marisa melihat bagian kerah baju Amanda yg sedikit terbuka dan melihat ada beberapa bekas merah di bagian lehernya Amanda , dia semakin geram melihat itu.


"Kamu jalang!! Lihat lehermu! Apa itu tidak cukup membuktikan betapa murahannya kamu?!! ucapnya dan semakin mendekati dengan Amanda


"Aku bukan wanita rendahan Seperti yg kamu maksud Marisa!"


"hahahaha.. Amanda ..Amanda!!


"Apa maumu Marisa? Amanda sedikit takut dengan sikap Marisa yg seperti seorang pisikopat.


"Kamu bertanya apa mau ku?! haa.. aku datang menginginkan nyawamu!! ucapnya tersenyum sinis


Amanda mundur mendengar penuturan Marisa,dia ingin masuk lagi kedalam mobilnya, tapi Marisa dengan mudahnya mendorong Amanda dan terjatuh ke aspal.


"Aawww.. ringis amanda kesakitan karna lututnya terluka saat terjatuh ke jalanan, Amanda berdiri dan berjalan mendekati Marisa.


Plaaakkk


"CUKUP marisa!! aku diam bukan berati aku baek-baek saja dengan sikapmu padaku!!


ucap Amanda marah


"Beraninya kamu!! Marisa langsung menusukkan belati yg ada di tangan kanannya yg sejak awal dia sembunyikan di belakang pinggangnya dan dia tusukkan beberapa kali ke bagian perut amanda.


"Aahh... Ma'rissa.. a'apa yg ka'mu laku'kan!

__ADS_1


Amanda kaget kakinya gemetar, darah sudah merembas kemana-mana secara perlahan kesadaran nya mulai berkurang, Amanda memegang perutnya mencuba menahan darah, tapi itu sia-sia


"hahahaha.. rasakan itu! kamu sudah berani membuatku kehilangan pekerjaanku dan membuat pa Revan tidak ingin melihatku lagi! cepat lh mati!! Marisa pergi mengendarai mobil nya dan meninggalkan Amanda yg terduduk di samping mobilnya yg bersimbah darah dia ingin bangkit tapi tidak mampu bangun dan terjatuh hingga akhirnya Amanda pingsan tak sadarkan diri lagi.


Di kediaman keluarga MAYDA


"Pa ini sudah jam2 pagi, kemana putri kita?


tanya mama tasya pada suaminya, dia sangat khawatir pasalnya Amanda tak pernah pulang selarut malam seperti ini.


"Kita tunggu sebentar lagi barangkali Amanda akan menelpon kita ma!"


"Telpon revan saja pa! barangkali Revan bersama Amanda!"


"eemmm.. lama papa Andika menghubungi Revan tapi tidak terhubung sama sekali.


"Bagaimana?


" Astaga dimana anak ini?" Mama tasya semakin khawatir dengan Amanda yg takkunjung ada kabar ditambah lagi Revan yg tidak bisa dihubungi.


papa andika menyuruh semua bawahannya mencari Amanda, tapi merika juga tidak menemukannya.


sampai pagi pun telah tiba, mama tasya menangis dia takut terjadi sesuatu pada Amanda.


Saat waktu menunjukkan pukul 10 bel pintu rumah berbunyi.


papa andika keluar menuju pintu dia berpikir mungkin Amanda sudah pulang, tapi sesampainya dia di depan pintu dan membukanya papa andika sedikit bingung, kenapa ada polisi yg datang kerumahnya.


"Ada apa ya?" tanya Papa Andika masih dengan kebingungan


" Kami kesini ingin menjemput bapa ada sesuatu hal yang harus bapa lakukan bersama kami!"

__ADS_1


"Saya pikir.. saya tidak memiliki kesalahan apa-apa kenpa bapak tiba-tiba datang kerumah saya? anda pastinya tahu bukan siapa saya?"


"iya tuan Andika kami sangat tahu dengan anda, dan kami ingin kerja sama anda dan istri anda dan ikutlah dengan kami! nanti kami akan jelaskan".


"Baeklah tunggu sebentar saya akan memanggil istri saya dulu. papa Andika masuk lagi kedalam rumah dan memanggil mama tasya agar siap-siap untuk berangkat.


"Apa lagi ini pa? kita sudah khawatir dengan keadaan putri kita! kenapa tiba-tiba polisi ingin membawa kita?!"


"papa juga tidak tahu ma! Kita ikuti saja barangkali ada hal yg sangat pentin!


"Yasudah lah ayu kita pergi dulu, siapa tahu nanti Amanda juga akan pulang, mungkin baterei ponsel Amanda sedang lobit makanya kita tidak bisa menghubungi Amanda"


Mama tasya mengangguk dan tidak berapa lama merika pergi mengikuti mobil polisi menuju kesuatu tempat.


"Pa kenapa merika membawa kita kesini?


"entah lah kita ikuti saja dulu ma"


"eemmm..


CuKuP lama merika berjalan meliwati lurung setelah naek lift, dan sampai di sebuah ruang ICU,. mama tasya dan papa Andika saling menatap bingung.


"Tuan, nyunya silahkan masuk" salah satu police yg bertugas membukakan pintu mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk masuk.


merika mengangguk dan masuk kedalam ruangan disana ada seseorang yang terbaring tidak bergerak dengan alat bantu pernapasan dan beberapa selang yg berada ditangan dan tubuhnya, saat merika sudah semakin dekat Mama Tasya langsung melemah kakinya seakan tidak dapat berdiri lagi.


"AMANDA!!...


mama Tasya terguncang dengan keadaan putri nya, dan terjatuh pingsan tidak sadarkan diri, sedangkan papa Andika berlutut menangis sambil memeluk tubuh lemah istrinya, dia tidak menyangka putrinya yg dia cari-cari sejak semalam ternyata terbaring koma di ruang ICU rumah sakit.


Sudah satu Minggu semenjak kejadian itu Amanda sudah di pindahkan keruang VIV tapi kondisinya masih sama tidak ada perkembangan.

__ADS_1


Papa Andika berniat membawa putrinya keluar negeri kerumah sakit putranya tapi dokter tidak memberi ijin, karna kondisi Amanda masih belum stabil dan masih tidak sadarkan diri.


__ADS_2