
Waktu terus berlalu sama seperti dulu Revan terus mencari keberadaan Amanda tapi dia tidak pernah menemukan nya bahkan dia pernah mendatangi Om Firman dia menuduh Om Firman nya lah yg telah menyebabkan menghilang nya Amanda.
Setiap hari dia mendatangi tempat tinggalnya keluarga MAYDA tapi dia tidak pernah bertemu Amanda, bahkan Tante Tasya juga jarang ada di rumah sedangkan OM Andika selalu sibuk mengurus perusahaan.
3tahun lebih semenjak kepergian Amanda Revan seperti dahulu lagi bahkan lebih parahnya dia menjadi orang yang gila kerja, setiap harinya di habiskan di perusahaan tiada hari tanpa dia memarahi satiap bawahannya bahkan Riyan yg selalu menemaninya mulai merasa prustasi dengan sikap Revan.
"Riyan apa penerbanganku sudah siap?!
"ya presdir kita akan menaiki Jet pribadi seperti yg anda inginkan dan waktu penerbangan anda akan lepas landas sebentar lagi"
"Ayu kita pergi!! Revan berdi dan berjalan meninggalkan meja kerjanya dan diikuti oleh Riyan yg sudah siap mengikuti Revan.
Cukup lama Revan dan Riyan menempuh perjalan dan karna waktu yg berbida merika sampai di negara tempat tujuan merika malam hari
"Riyan Aku ingin kamu mengatur waktuku jadi seminggu disini, aku ingin tenang sejenak dan biarkan kanya yg mengatur dan memantau segalanya di perusahaan"
"Baek Presdir"
Merika sampai di sebuah hotel mewah di negara tujuan mereka, setelah Riyan mengantar Revan dia juga pergi kekamar di seberang kamar Revan.
Ke esokan harinya Revan terbangun cukup pagi dan dia memutuskan untuk pergi joging mengelilingi kota di pagi hari
Cukup lama dan jauh dari hotel Revan berkeliling, sampai dia meliwati sebuah taman yg indah, disana sudah banyak orang-orang yg sedang joging juga
"Papa.. Ada dua anak yg menatap kearahnya satu laki-laki dan satunya lagi perempuan merika nampak lucu dan manis dengan pipi cabi agak kemirah merahan.
__ADS_1
Deeggg
Revan langsung menoleh ke asal suara, hatinya bergetar saat ada seorang anak memanggil nya dengan sebutan papa
"Hayy.. kalian mencari papa kalian? Revan mendekati 2 anak itu dan membungkuk agar sejajar saat berbicara dengan dua anak itu.
"eemm.. ika cali cali papa, ta'tappi papa ika dada temu" sahut anak perempuan itu
"oohh.. mungkin papa kalian lagi pergi sebentar mungkin tidak lama lagi papa kalian akan datang, apa kalian kembar?" Revan melihat wajah anak itu sangat mirip, bahkan yg laki-laki sangat mirip dengan Revan, Revan merasa melihat gambaran dirinya sendiri.
"iaa ika ama aka kembal"
"Ya ampun kalian sangat lucunya" ucap Revan sambil mengusap lembut pipi alka dan alika bersamaan, Revan tidak pernah menyukai anak-anak sebelumnya tapi saat dia melihat alka dan alika ada perasaan berbida dalam dirinya dia merasa hatinya menghangat
"Sayang kalian kemana saja papa sudah mencari kalian kemana-mana papa sudah bilang kan tunggu papa sebentar di bangku tadi"
"Ika..aus papaa"
"iya makanya papa carikan kalian minum, kalian tidak boleh keliaran kemana-mana, nanti kalau kalian hilang bagaimana? bisa-bisa mama kalian akan ngamuk sama papa"
"Sorry.. papa" ucap Alika dan Alka bersamaan sambil menjiwer kuping merika masing-masing
Revan tersenyum melihat tingkah laku si kembar, Ramon yg tersadar langsung menoleh pada Revan yg sejak tadi ada bersama sikembar
"Maaf.... apa anak-anak sudah menyusahkan kamu"
__ADS_1
"Tidak, tidak sama sekali merika tadi memanggil ku papa merika kira aku adalah kamu"
"Wah benar kah aku benar-benar minta maaf kalau begitu, oh ya perkenalkan aku Ramon"
"Revan" merika berjabat tangan
Ramon teringat akan Revan papa sikembar dan terdiam sejenak " apa mungkin dia Revandra yah? aaahh mana mungkin ini sangat jauh dari Indonesia tidak mungkin dia ada disini dari kelihatannya dia juga masyarakat sini"
"Dan ini Alka dan Alika Merika kepunakanku merika sudah seperti putra dan putriku sendiri"
"Jadi merika memang kembar ya? merika sangat lucu"
"eemmhh.. kamu benar merika memang lucu, tapi kaka Alka lebih pendiam dan dingin dia seperti papanya, sedangkan Alika lebih ceria dan banyak bicara seperti Mama nya"
"Merika sangat lucu walaupun kembar merika memiliki sifat yang berbeda ternyata" Revan sangat senang bisa bertemu dengan si kembar dan bisa tersenyum lagi
"Oh ya aku harus pulang, aku harus kerumah sakit setelah ini"
"Apa kamu seorang dokter?
"Eemmh begitulah, laen kali kalau ada waktu dan kita bertemu lagi maenlah kerumah kita bisa bicara panjang lebar nanti"
"eemmh tentu, sampai jumpa" ucap Revan sambil menatap sikembar
Ramon pergi dengan menggendung alika di tangan kanannya dan Alka yg memegang tangan kirinya Ramon sambil berjalan.
__ADS_1
"Jika anakku ada mungkin sudah seusia anak itu kali yah, Sayang kamu dimana? aku sangat merindukanmu Sayang!!" ucap Revan dalam hatinya dan pergi juga meninggalkan taman menuju hotel tempat tinggal nya saat ini