
Setelah semua orang yang ada dirumah pergi Amanda pergi kedalam kamarnya menuju kamar mandi sedangkan Revan mandi di kamar tamu.
selasai mandi Amanda turun kelantai bawah dan membersihkan sisa-sisa bekas pestanya dan di susul oleh Revan
"Sayang kamu tidak perlu membersihkan ini biar para pelayan saja yang melakukan nya" tegur Revan
"Tidak apa-apa ini hanya sedikit dan sebentar lagi selasai"
"Kamu sudah sangat lelah seharian kamu menyiapkan acaranya''
"Revan ini hanya pesta kecil-kecilan dan tidak banyak yang aku lakukan, dan ini baru pertama kali nya aku melakukan pesta kejutan ulang tahun kamu''
"tapi tetap saja, aku tidak ingin kamu sampai kelelahan kecuali yg satu itu'' Revan tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya menatap Amanda dari atas sampai kebawah
Amanda menoleh menatap Revan yg sudah senyum senyum tidak jelas menatap nya
"apa yg sedang kamu pikirkan? Amanda menyilang kan kedua belah tangannya di dadanya
"Sayang ini sudah terlalu lama, aku tidak bisa menahan nya lg, bisakah hadiah ulang tahun ku di tukar dengan bulan madu saja?!"
Uhhukk... Uhhukk..
Amanda tersedak air liurnya, dia tidak bisa berkata-kata Amanda dapat memaklumi apa yg di alami Revan dan dia merasa bersalah karna sudah membuat nya menunggu begitu lama sampai seperti itu
"hahahaha... Revan aku pikir kita tidak pantas lagi berbulan madu kita sudah tua dan bagaimana dengan anak-anak??
"Sayang sebelumnya aku tidak pernah melakukan apapun untuk kamu bahkan untuk liburan saja sangat sulit, aku hanya membawa kamu bekerja setiap hari''
"aku tidak apa-apa, itu baek-baek saja'' ucap Amanda lemah tersenyum masam melihat Revan yg namapak sangat menginginkan dirinya lagi.
"Aku akan mengatur waktuku jadi kamu tidak perlu melakukan apa-apa dan ketika waktunya kita tiba, kita akan pergi"
"lalu bagaimana dengan anak-anak?
"kita akan menitipkan merika sama papa mama dan merika akan bergantian menjaga merika sayang" Revan memeluk Amanda
__ADS_1
''aku pikir itu meriputkan, apa lg dengan IQ merika aku takut mama papa akan kesulitan menghadapi kelakuan anak-anak''
''tidak akan aku sudah memikirkan itu sayang merika pasti tidak akan berbuat yg tidak-tidak anak-anak kita merika sangat pintar"
"dengan cara apa kamu akan membujuk anak-anak?
"Aku bilang saja merika akan mendapatkan adik baru" ucap Revan dengan santainya
Plakkk
Amanda memukul bahu Revan dia benar-benar tidak tahu bagaimana dengan pemikiran Revan yg sekarang ini dia benar-benar berubah dan suka menjahilinya
"Aaawww.. sayang sakit"
"siapa suruh kamu bilang begitu!
"hay... bukankah itu benar? kita akan menghadiahi anak-anak dengan kehadiran adik merika saat kita sudah kembali dari bulan madu sayang"
"okey.. terserah kamu aku mengantuk dan ingin tidur" Amanda melepas pelukan Revan dan berlari sambil tersenyum lebar
Ke esokan harinya Riyan tiba lebih awal dirumah Revan tidak seperti biasanya, dia memasuki rumah yang nampak sunyi dan tanpa pikir panjang dia langsung naek kelantai atas menuju kamar Revan.
"Revan kita hari ini ada rapat penting di luar kota dan-
Riyan terdiam saat matanya tertuju pada tempat tidur Revan disana Revan dan Amanda masih tertidur pulas dengan saling memeluk dengan hanya selimut yg menutupi tubuh merika dan pada saat itu pula Revan terbangun saat mendengar suara pintu terbuka
"Siiittt!!.. Riyan?!! tidak bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu? ini sangat pagi kenapa kamu tiba-tiba saja datang ke sini!! Revan sangat marah karena dia terbangun dari tidurnya yg baru beberapa jam saja
"maaf aku tergesa-gesa karna ada keperluan mendesak Revan"
Amanda terbangun saat mendengar suara berisik dan dia ingin duduk, tapi samar-samar dari kejauhan dia melihat ada Riyan yg sedang berdiri di depan pintu
"Aaahhh!!!
Amanda kaget karna dia teringat kalau dia masih tidak memakai apa-apa di tubuhnya dan hanya selimut yg menutupi, Revan langsung tersadar dan langsung memeluk Amanda dan menindihnya di bawah tubuh Revan
__ADS_1
"Riyan keluar!!! ucap Revan dengan tatapan matanya yang begitu tajamnya saking kesalnya dengan Riyan.
"haaa.. baeklah aku tunggu kamu dibawah" Riyan tersenyum hambar menutup pintu dan berlari menuruni tangga
"huhh nasib" ucap Riyan sambil berlalu menuju dapur
''Sayang tidak apa-apa Riyan sudah pergi"
Amanda membuka matanya kembali dan menatap Revan yg ada di atas tubuhnya
"Kenapa kamu tidak mengunci pintunya, bagaimana jika orang lain yang masuk?
"tidak apa-apa Sayang, tidak akan ada yg bisa melihat tubuh kamu selain aku" ucap Revan
"ya tetap saja aku kaget, aku seperti baru ketahuan merampuk bank!"
"hahahaha kamu ini, ayu kita lanjutkan sayang?" guda Revan
"Apa apaan, tidak aku mau mandi aku sudah sangat lapar"
"Ya ayu kita makan lagi sayang"
Amanda menatap wajah Revan dengan tatapan datarnya " makan saja sendiri aku sudah kenyang''
"Aaaww sakit.." saat Amanda bediri dia merasaka, pinggang dan kakinya kram
"ada apa sayang apa yg sakit? Revan langsung panik memegangi tubuh Amanda
"ini semua karna ulah kamu Revan!! Amanda menatap wajah Revan sinis
"oohhh,,, bukan kah aku sudah mengatakannya? jadi apa kamu masih ingin mencari pemuda tampan sayang??
"TIDAK!!!
"hahahahaha..... sayang kamu tidak akan bisa berpaling dari suamimu yg gagah dan tampan ini'' Revan tertawa lepas karna dia sudah berhasil membuat Amanda menyesali kata-katanya
__ADS_1
"aaahhhhhh... aku membenci kamu Revan" Amanda menututup telinganya dia benar-benar tidak menyangka kalau Revan akan membuktikan kata-katanya hingga dia tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur