
Setelah kepergian dokter Revan duduk kembali di samping Amanda tepatnya di atas ranjang Amanda dia mentap nya dengan tatapan matanya yang tajam "Apa yg terjadi? Katakan siapa yg melakukan nya? Revan langsung menanyakan siapa pelakunya sambil membelai kepala Amanda.
"Ma'rissa.. Ucapnya lemah Amanda tidak ingin hal yg sama terjadi lagi dan ini bukan kasus yg bisa diremehkan, Marisa harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri
Revan sangat marah saat mendengar penuturan Amanda, Revan menggenggam dan meremas jari-jari tangan nya kuat dengan mengepalkan tangannya
"Apa kejadian itu bertepatan hari dimana kau meninggalkanku nb dihari itu?!" Amanda menganggukan kepalanya pelan.
" Amanda aku benar-benar minta maaf aku tidak ada maksud apapun untuk membuatmu marah saat itu " Revan menganggkat tangan Amanda dan menciuminya
"Revan apa ini?, kau seolah-olah mempermainkan perasaanku kau begitu baek dan lembut padaku, kau selalu membuat aku senang dan tersentuh, sikap hangatmu semakin membuatku tidak bisa menahan perasaan ku.
tapi nyatanya tak seindah bayanganku, kau hanya baek padaku karena aku mirip dengan wajah nya gadis itu Revan" lirih Amanda didalam hatinya
"Aakhheemm...
terdengar suara mama Nadine berdeham menandakan bahwa merika juga ada di dalam ruangan, Revan langsung menaruh kembali tangan Amanda dan menoleh ke asal suara
"Apa acaranya sudah selesai? tanya mama Nadine ug terlihat senyam senyum bersama Mama tasya
Revan memasang wajah datarnya kembali dia sangat kesal karna di ejik mama Nadine, Amanda yg melihat wajah Revan tersenyum dan menyentuh pergelangan tangan Revan.
"Ja'ngan ma..rah"
"Aku tidak marah" ucapnya Revan sambil tersenyum pada Amanda
"Hahaha.. anak ini jelas-jelas marah karna di ganggu, bilang tidak marah sama pujaan hati nya!! ceplus Mama Nadine tanpa sadar.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan menatap Nadine bingung, kecuali Revan dia mendengus kesal dengan ulah mamanya yg tidak menjaga rahasia, bukan berarti dia tidak ingin Amanda tahu, hanya saja Revan ingin mengatakannya sendiri.
"Maksudnya apa Nadine? mama Tasya mulai kebingungan dengan penuturan sahabatnya tapi mama Nadine dengan sigap membisikkan sesuatu di telinga sahabatnya dan di angguki oleh mama tasya.
Tasya mendekati putrinya dan membelai kepala Putri nya, Revan duduk kesofa didekat mama Nadine dia memberi ruang untuk ibu dan anak.
"Sayang bagaiman perasaan kamu nak?
"sakit'ma.. perut Amanda perih! lirih Amanda sambil meringis menahan rasa sakitnya
"Dokter mengatakan kalau kamu sudah meliwati masa kritis dan luka kamu juga sudah mulai mengering nak, itu artinya kamu akan cepat sembuh sayang"
"maa..??
"iya ada apa nak?
"apa mama melaporkan ini pada polisi?
"apa mereka sudah menangkp pelakunya?
"belum, merika masih menyelidiki dan mencarinya nak! tutur mama tasya menangis.
Revan yg mendengarkan pembicaraan Amanda dan mama Nadine sejak awal merasa geram dan langsung berdiri menuju pintu ingin pergi dia benar-benar geram dan ingin menangkap marisa dan menjebloskan nya kepenjara.
"Revan mau kemana kamu nak? mama Nadine tiba-tiba berteriak mencoba menghentikan Revan tapi Revan terus berjalan tanpa peduli.
"Revan!! panggil Amanda lirih
__ADS_1
Amanda tahu pikiran Revan saat ini, karena dia sudah menyebutkan nama pelakunya dia duduk langsung dan ingin mencegat Revan.
"aawwwhh....!!" ringis Amanda kesakitan
" Nak apa yang kamu lakukan kamu bisa terluka lagi luka kamu masih belum sembuh nak! ucap mama tasya panik dengan Sikap Amanda yg tiba-tiba bangkit dari tempat tidur nya.
"Revan ma.. Revan! dia akan terluka jika dia pergi! Amanda menangis dia tidak ingin hal yg sama tetjadi pada Revan.
Revan yg sudah diluar kamar menoleh dia melihat Amanda duduk kesakitan sambil menangis, Revan kembali berjalan mendekati Amanda dan langsung memeluk Amanda untuk menenangkan nya.
"Hay.. kenapa kamu menangis? tenang lah aku tidak akan kemana-mana" Revan membatalkan niatnya untuk mencari Marisa dan mencoba menenangkan Amanda
Setelah Amanda mulai tenang Revan melepas pelukan nya dan merebahkan amanda kembali. "Tidur lah, aku tidak akan kemana-mana kamu perlu istirahat agar tenagamu cepat pulih" Revan terus membelai kepala Amanda sampai dia terlelap dalam tidurnya.
"Tante pulanglah Revan akan menjaga Amanda disini..
"Apa ini tidak meriputkan nak? kamu pasti sibuk di perusahaan kamu?
"Tidak, pekerjaan Revan sudah selesai hanya beberapa dokumen saja yg perlu Revan tandatangani, nanti revan akan meminta asisten pribadi Revan untuk mengirim semuanya kemari"
"Sudahlah kamu juga harus istirahat Tasya, kamu juga harus menjaga kesehatan jika kamu sakit siapa nanti yg akan menjaga Amanda dan kamu tidak inginkan melihat Amanda kepikiran kamu terus dengan kondisi Amanda seperti ini kan?" jelas mama Nadine pada sahabatnya
"Baeklah.. Revan Tante titip Amanda ya nak?
"eemmm.. tante pulang bareng mama saja biar sopir nanti yg mengantar, Revan sudah mengirim pesan pada sopir dirumah mungkin sebentar lagi akan tiba.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang ya nak? ucap mama tasya pada Revan
__ADS_1
"Hati-hati.. ma.. tante"
mama Nadine mendekati putranya dan berbisik pelan, " nak semuga sukses" mama Nadine berlalu pergi dengan cekikikan sambil sesekali melirik putranya yang nampak menatap dirinya dengan senyuman penuh arti.