
Sesampainya Revan dan Amanda di perusahaan, ini kali pertama Revan membawa masuk Amanda keperusahaan melalui pintu depan, biasanya merika selalu masuk melalui pintu masuk khusus CEO dan langsung naek lift khusus. jadi tidak ada yg pernah melihat wajah sekretaris pribadi Revan secara langsung .
Revan berjalan memasuki perusahaan dengan tegap dan wajah datarnya, sedangkan Amanda terus mengikuti dibelakang dengan memasang wajah tersenyum.
para pegawai menyapa kedatangan presdir merika dan di respon anggukan saja oleh Revan.
"Apakah itu sekretaris pribadinya presdir yg selalu ditanya kan para karyawan kita?
beberapa karyawan mulai saling berbisik melihat Amanda.
"Eeemmm.. seperti nya begitu..
"Tapi dia tidak layak menjadi sekretaris presdir dia layak menjadi istri!"
" kamu benar lihat lah, dia seperti model"
"haa.. benarkah ayu para pemuda jomblo ada incaran baru, dia layak jadi pasangan salah satu dari kita! salah satu dari pegawai berucap dengan santai.
"hahahaha bermimpi lah! lihat wajah kamu dulu baru kamu mau mengincar kecantikan kantor kita, apa kamu tidak punya cermin dirumah?!"
"Siapa tahu aku beruntung, tiba-tiba dia datang padaku dan mengajakku menikah!!
"hahahahah.. semua orang tertawa mendengarkan penuturan pemuda itu.
"sebelumnya kamu juga mengincar Kanya sekretaris presdir tapi apa yg terjadi?
"Aku tidak bisa mendekatinya setiap aku ingin menghampirinya selalu saja ada pa Riyan di sekitarnya!!
"hahahaha apa kamu tahu, kamu hanya tertinggal di pusisi tampan dan jabatan saja dari pa Riyan maka nya kamu selalu tertinggal.
Akhemm..
para pegawai yg asik bercanda pun langsung menuleh ke asal suara yg sedang berdeham dan merika langsung terdiam
"Apa pekerjaan kalian sudah selesai?
"be'belum pa Riyan" jawab merika serempak
"lalu kerjakan! untuk apa kalian masih disini!
Riyan pun berjalan dan meninggalkan para pegawai yg ketakutan, dia tersenyum mendengar penuturan para pegawai yg mengatakan tak ada yg berani mendekati Kanya karna dirinya.
"Presdir ini jadwal anda hari ini"
__ADS_1
Amanda masuk ruangan Revan dan meletakkan berkas yg harus dia pelajari.
"Eemmhh.. Revan terus saja melihat dokumen nya tanpa menuleh pada Amanda
Saat Amanda sudah keluar dan duduk di bangku nya tiba-tiba ada yg menyelonong ingin masuk.
"Maaf tuan anda siapa? Anda tidak bisa masuk se enaknya tanpa membuat janji dulu dengan Presdir!
"Aku tidak perlu janji apapun untuk menemui kepunakanku! ucapnya dingin tanpa menoleh ke arah Amanda
Amanda diam dan tak mengatakan apapun lagi, ini adalah urusan keluarga dia merasa tidak ada hak untuk melarang nya untuk bertemu kepunakan nya
Pria itupun masuk dengan membuka pintu kencang, Amanda saja sampai kaget memegang Dadanya
"Astaga kenapa wajahnya sangat menakutkan?!"
Revan mengangkat kepalanya mendengar bunyi pintunya di banting, tatapannya menajam dan dingin saat dia melihat siapa yg masuk.
''Haaayyyy... kepunakan ku yg tampan apa kabar??
"Mau apa kamu kesini!!
"Santai,, aku hanya ingin meninguk kepunakan ku tersayang! Dia mendekati Revan yg sedang duduk di kursi meja kerjanya.
hahahaha.. dia tertawa keras dan terdengar menakutkan
"Aku tidak takut!! ucap Revan dingin menatap Firman omnya itu
"Kau beruntung waktu itu ada yg menolong kamu, tapi aku pastikan setelah ini kamu tidak akan selamat keponakan ku sayang" ancamannya secara halus
"heeh.. aku sudah tahu kalau itu kaulah pelakunya!! dengus Revan kesal
"Lalu apa kamu juga tahu kalau aku membunuh gadis yg menolong kamu?!!
Deegggh
Revan terdiam mendengar penuturan omnya
"Hahahahah.. apa kamu kaget? sepertinya kamu tidak tahu! haaa gadis malang!!
"Baeklah aku akn pergi!!
"TUNGGU!!!
__ADS_1
Om Firman menghentikan langkahnya dan menoleh lagi pada Revan
Revan berjalan dengan cepat dan langsung memegang kerah leher om Firman
"KATAKAN!! Apa yg telah kamu lakukan padanya?!"
"Tidak banyak aku hanya Sedikit bermain game ringan dengannya seperti sedikit merobek baju nya, yaah seperti itu lah!
Buukkhh
"Baji****...!!!! beraninya kau menyentuhnya!!
Revan memukul Om Firman dengan sangat kerasnya
"Kau baru mendengar satu kata dan kau sudah kehilangan kesabaran kepunakanku? aku belum menceritakan bagian lainnya?!!
Revan mendekati Om firman lagi menatap mata nya dengan Amarah
"KATAKAN apa sebenarnya yg kau lakukan padanya?!"
"Aku hanya menculik nya, mengurungnya di sebuah gudang dan menyiksanya secara perlahan! dan apa kamu tahu dia selalu menjerit kesakitan dalam tangisnya hahahahaha!!
dada Revan terasa sakit dan menyesakkan dia terduduk lemah dan menangis dalam diamnya
"Pria lemah.. kamu sungguh lemah hanya karna perempuan kamu jadi seperti ini heeeh!!
Om Firman pun keluar dari ruangan Revan, saat dia membuka pintu dia melihat Amanda berdiri mematung di depan pintu.
"Waaaaaah gadis cantik!!"
Revan yg mendengarkan Omnya bersuara memuji seseorang lantas berlari keluar dari ruangan nya dan langsung memegang tangan Amanda dan menariknya ke belakang badannya.
"Seperti nya kamu punya mainan baru?
"Dia bukan mainan!!
"hemmm baeklah aku pergi kepunakanku tersayang hahahaha!!
"Seperti nya perempuan itu tidak asing, selidiki dia aku tidak ingin ada hal kecil terliwatkan!!
"Baek tuan...
Om Firman pun pergi bersama beberapa bawahannya meninggalkan perusahaan MAHENDRA setelah puas membuat Revan merasa sangat marah dengannya...
__ADS_1