
Setelah beberapa hari tinggal diVilla Amanda sudah mulai tenang Revan selalu menemani Amanda kemanapun dia mau..
"Revan ayu banguna kita hari ini pulang kan?
"eeemmmh..... nanti saja sayang" Revan terbangun dan menjawab dengan suara khas bangun tidurnya
"Ya sudah aku kebawah dulu, Amanda turun dari ranjang ingin meninggalkan Revan yg masih ingin tidur tiba-tiba.
"Aaahhhhhh!!! Revan apa yg kamu lakukan?
Revan menarik Amanda kembali ketempat tidur dan menindih tubuh Amanda
"Morning kiss
"Tidak mau Kamu bau"
"Benarkah? Revan menggelitiki pinggang Amanda sampai dia terus tertawa lepas
"Hahahaha.. Revan cukup aku lelah hahahaha.. Amanda sampai tertawa menangis saking tidak tahananya karena ulah Revan
"Tidak, kamu harus di hukum karna sudah merayu ku!
"Kapan aku merayu kamu? Kamu yg selalu menggelitiki aku lalu dimana aku merayu kamu?
Revan sangat gemas dengan tingkah istri nya dan dia tidak tahan setiap melihatnya, seakan Amanda memiliki daya pikat dan candu tersendiri untuk Revan.
Cupp
Revan ******* bibir istrinya lembut dengan memegang bagian belakang kepala Amanda sebelahnya lagi terus menyusuri keatas dan kebawah dan Amanda melingkar kan lengannya di leher Revan.
merika saling ******* menikmati dan terjadilah ritual suami istri*********
di kediaman keluarga MAYDA
"Ma papa kangen sama Amanda sudah lama dia tidak pulang?
"ya.. papah tahu kan Amanda selalu menemani Revan kemanapun dia pergi dari keluar kota dan luar negeri pekerjaan nya sangat padat.
"Bagaimana hubungan mereka apa ada perkembangan?
"seperti nya begitu pah, apa kita resmikan saja yah hubungan merika?
__ADS_1
"Apa itu baek-baek saja? kita tidak tahu bagaimana perasaan merika satu sama lain ma? papa tidak mau memaksakan kehendak kepada anak-anak kita, merika punya jalan merika masing-masing" ucap Papa Andika mengingatkan sang istri.
" yaaa kita cuba saja siapa tahu dengan kita menikahkan merika lambat laun akan tumbuh perasaan anatara merika"
"kenapa kita tidak menikahkan Ramon saja dulu mah, kau lihat saja putra kamubitu sudah mapan dan cukup berumur untuk oantas menikah?!"
"iihhh.. papa ini kamu tahu sendiri bagaimana mana putra kamu itu! Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan untuk pulang saja selalu dia tunda"
"Eemmm... Papa tahu dia dokter yg cakap, sangat banyak pasien yg memerlukan nya mah" papa Andika memeluk istrinya dari Belakang begitu mesranya.
"Mama juga tahu itu, tapi setidaknya dia juga harus memikirkan masa depannya, dia tidak bisa terus berada dirumah sakit dengan pasien nya dan lupa cara mendekati seorang wanita"
"Hahahaha.. mama ini ada-ada saja, mana ada orang lupa sama wanita?! tanpa didekati pria pun merika mau!"
"iihh.. papa ini!!" mama tasya keluar dari kamarnya meninggal kan papa Andika yg masih tertawa..
dreett..dreet...
ponsel Amanda bergetar, saat ini Amanda dan Revan sedang di perjalanan kembali untuk pulang kerumahnya dan Revan.
"Hallo?
"Nak Revan, bisa Tante bicara sama Amanda sebentar?"
"Oohh jangan nak biarkan saja, mungkin dia lelah, biar tante telpon lagi saja nanti ya"
"ya tante"
Mama tasya menatikan telpon nya dan tersenyum setiap dia memanggil Amanda Revan selalu ada di sekitar putrinya mama tasya senang Revan selalu menjaga putrinya dengan baek.
"Sayang kita sudah sampai"
"eemmhh.. Amanda menggeliat kan tubuhnya
"Ayu kita turun"
"Revan badanku sakit semua!" rengekannya membuat Revan tersenyum melihat tingkah lucu Amanda yg nampak sangat manja dengannya, Revan mengusap kepala Amanda lembut dan tersenyum dia tahu itu semua karena ulahnya yg sudah membuat Amanda kelelahan dan tidak bertenaga lagi
"Tunggu disini'' Revan turun dari mobilnya dan mengelilingi mobilnya kesisi pintu bagian tempat duduk Amanda dan langsung menggendung Amanda.
"Aaahhh...!!! Revan apa yg kamu lakukan?
__ADS_1
turunkan Aku bisa jalan sendiri kenapa harus mengangkat ku?
"Sayang.. tenang aku hanya ingin melimparmu kekulam renang dibelakang rumah" Kekeh Revan
"Tidak!! cepat turunkan aku aku tidak mau aku leleh Revan!
"hahahahaha.. jangan marah aku hanya bercanda" Revan selalu menjahili Amanda dengan berbagai macam kejahilan nya
Ke esokan harinya Revan sudah siap untuk pergi kekantor seperti biasanya Amanda memasangkan dasi untuk Revan dan setelah nya dia juga siap-siap.
Setelah menikah dengan Revan Amanda mengubah still nya yang sederhana menjadi susuk wanita anggun dan elegan dan dia selalu memakai riasan natural nya
Amanda mengambil tas nya dan mengeluarkan kalung yg sudah lama tidak dia pakai dan memakainya lagi.
Amanda keluar dari ruang ganti dengan mengenakan setilan kantor yg elegan dengan leher baju yg terbuka dan menguncir rambut panjangnya dan memperlihatkan kalung indah di lehernya.
"Aku sudah siapa, Ayu kita sarapan dulu"
Revan memandang Amanda dari atas sampai kebawah dia benar-benar benar takjub dengan kecantikan istrinya, sampai matanya tertuju pada leher jenjangnya.
Revan mendekati Amanda dan langsung memegang kalung yg di kenakan Amanda
deegggh
"ini..??
"Ooohh.. ini? Cantikkan? Ini kalung lama kesayanganku Revan" Amanda tersenyum lebar saat memamirkan kalungnya pada Revan.
"eemmm.. sangat cantik, darimana kamu mendapat kan nya sayang??"
"Aku sendiri lupa kapan aku memilikinya tapi yg jelas aku sudah memakainya setelah aku bangun dari koma 2tahun setelah kejadian itu dan aku sudah tidak mengingat apa-apa lagi"
Deegggh
Revan semakin kaget mendengar penuturan Amanda dadanya terasa sakit terasa diremas,.. "Kapan kamu kecelakaan? kamu tidak pernah cerita denganku Sayang''
"Itu sudah sangat lama dan itu sekitar 10tahun yg lalu"
deegggh
jantung Revan seakan mau cuput saking cepatnya detak jantung nya, dia benar-benar kaget tat kala dia mengetahui kalau kecelakaan mobil yang terjadi pada istrinya bukanlah kecelakaan biasa dan itu bertepatan dimana dia juga mengalami kecelakaan dan koma selama 2 tahun juga.
__ADS_1
Hay....!!!! Readers jangan lupa like jempolnya ya dan kasih Author Vote, komentar kalian semua karena dukungan dari kalian semua adalah penyemangat terbesar untuk Author.