JANJIKU

JANJIKU
Maafkan Mama


__ADS_3

Amanda sedang merebahkan tubuhnya memangku kepala di atas paha mama Tasya dalam diamnya


"Sayang Apa kamu mau cerita sesuatu? kepada mama?" tanya Mama Tasya sambil mebgusao lembut kepala putrinya, Amanda diam dia bingung harus memulai nya dari mana


"Mama tidak akan marah nak, kamu sudah dewasa kamu berhak memiliki pripasi dan keputusan kamu"


"Mah Manda... Amanda tidak bisa meneruskan kata-katanya dia terlebih dulu menangis dan tidak bisa berucap apa-apa lagi


"Mama sudah tahu sayang, kakak kamu Ramon sudah menceritakan semuanya, mama benar-benar minta maaf nak, mama sudah membuat kamu jatuh cinta dengan nya"


"Mama tidak salah, seharusnya Amanda lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa memberi tahu mama papa"


"Tapi semua ini karena mama sayang seandainya Mama tidak merencanakan perjodohan dan membiarkan kalian tinggal bersama, hal ini tidak akan terjadi"


"itu memang mungkin sudah takdir Manda ma, manda jatuh cinta sama Revan mah, manda sangat mencintainya, manda juga tidak tahu saat pertama melihat Revan seperti manda sudah sangat lama mengenal nya seakan-akan Revan lah yg selama ini Amanda tunggu"


"sebesar itu kah rasa cintamu itu nak? Kamu bahkan tidak bisa membencinya di lubuk hatimu yg paling dalam, kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya"ucap mama Tasya dalam hatinya dia merasa semakin bersalah karna dialah yg merencanakan perjodohan itu.


"Apa yg terjadi nak sampai kamu pergi sejauh ini? Bukankah kamu mengatakan kamu sangatlah mencintai nya? lalu mengapa kamu pergi?


"Manda...


dreett..dreet..dreet


perkataan Amanda terhenti saat ponsel mama Tasya bergetar menandakan ada panggilan masuk

__ADS_1


"tunggu sebentar mama angkat telepon dulu ini dari rumah sayang"


"iya mah" mama Tasya berdiri dan sedikit menjauh dari Amanda


"Hallo?


"nyonya ini saya"


"Ada apa?


"Tadi ada laki-laki mencari Nona muda dan mengatakan kalau dia suami Nona muda nyonya"


Mama tasya tasya menoleh ke arah amanda yg masih diam duduk di atas sofa sambil menatap kosong ke sembarang arah


" Saya bilang, saya tidak tahu saya bilang saja Nona muda sudah lama tidak pulang dan dia juga mencari nyonya dan tuan tapi saya bilang saja kalau nyonya dan tuan sedang pergi keluar negeri mengunjungi tuan muda Ramon"


"Apa dia masih di rumah?


"tidak nyonya, Setelah dia lama diam di kamar Nona muda kemudian pergi lagi"


"jika dia datang lagi katakan saja hal yg sama, dan jangan pernah bilang kalau saya ada dimana atau memberi alamat disini"


"Baik nyonya"


Mama tasya mematikan telpon dan menatap wajah Amanda dari jauh, dan berjalan mendekati amanda.

__ADS_1


"Nak apa tidak sebaiknya kamu kembali, anak kamu perlu papanya nak, apa tidak kalian bicarakan dulu secara Baek-baek? mungkin hanyalah kesalah pahaman saja yg ada antara kalian berdua? ditambah lagi Revan belum tahu kalau saat ini dirahim kamu sudah ada buah hati kalian berdua?


"Tidak mah.. tidak, Amanda tidak akan pernah Kembali lagi ini anak Amanda dan tidak akan ada yg pernah bisa mengambil nya dari Amanda!


"Mama hanya meminta kamu untuk memperbaiki keadaan nak dan tidak mencuba memisahkan antara anak dan papanya"


"Sudah cukup ma, aku tidak ingin membahas ini lagi!! Amanda tidak pernah kasar terhadap orang tua nya atau siapa pun, mungkin karna bawaan bayinya dia mudah terbawa perasaan dan sedikit emosional


Amanda pergi berlalu meninggalkan mama tasya yg masih berdiri melihat Amanda pergi kelantai atas meninggalkan nya sendirian tiba-tiba ada yang memegang bahu nya dari belakang


"Sudah lah ma, mungkin ini sudah keputusan nya yg terbaek, biarkan saja jika dia tidak mau menceritakan apa yg sebenarnya terjadi, tapi kita harus selalu ada untuk mendukung dan menguatkan dia"


"Ramon mama merasa sangat bersalah atas apa yg terjadi pada adikmu"


"ini bukan salah Mama, merika sudah dewasa dan itu sudah jalan yg merika pilih tanpa paksaan sama sekali"


"lalu bagaimana dengan nasib anaknya nanti?


"Kita memiliki keluarga yg utuh, dan aku akan menganggap kepunakanku sebagai anakku sendiri tidak akan aku biarkan keponakanku kekurangan kasih sayang seorang papanya"


"Harusnya kamu sudah menikah nak, dan mungkin kamu akan memiliki anakmu sendiri! mama tasya kembali tersenyum


"huuuhhh!! sudah ku duga mama akan membuka tupik pembicaraan ini lagi! Ramon membuang napas kasar dan juga pergi meninggalkan mama Tasya dengan berlari menuju kamarnya.


"Anak ini, jika sudah membahas masalah pernikahan dia pasti akan lari seperti melihat hantu" mama tasya gelang-geleng kepala sambil tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


__ADS_2