
Revan tercengang saat Ramon mematikan telpon nya yg jelas-jelas Revan belum sempat menyelesaikan kalimatnya
"Astagaaaaa!! Apa lagi ini?! nampak jelas kekesalan Revan dia sangat marah pada Amanda yg menghilang semaunya sendiri
"Ada apa Revan''
"Ramon mencari Amanda, Aku sendiri tidak tahu dimana dia Sekarang"
"Waktu kita berangkat ke sini apa kamu sudah memberi tahu Amanda"
"Tidak aku tidak memberi tahu nya, Aku tidak mengabari nya sampai saat ini"
"Apa?!" Riyan terkejut dengan sikap Revan yg sekarang, bagaimana bisa dia mengabaikan keluarga nya terutama Amanda istrinya yg begitu dia utamakan lebih dari apapun.
"Revan apa kamu sudah gila? Ingat bagaimana perjuangan kamu bertahun-tahun saat kamu kehilangannya dan saat dia hanya sendirian mengandung tanpa kamu dampingi, melahirkan dan membesarkan merika anak-anak kami sendirian sampai besar?!! bahkan kamu dengan kasar mengusirnya tanpa perasaan tanpa mengetahui bahwa keadaan nya saat itu sedang hamil dan tiba-tiba kamu membawanya kembali setelah mengetahui dia memiliki anak dengan kamu dan sekarang kamu mulai mengabaikan nya lagi dan lagi?! ingat Revan Amanda bisa saja selamanya pergi jika kamu terus seperti ini dengannya!!" ucap Riyan mengingatkan
"Kamu keterlaluan Revan, Aku sebagai sahabat kamu hanya mengingatkan jangan sampai kamu kehilangannya untuk kesekian kalinya, dan tidak bisa lagi bersamanya"
Deeggg
Revan benar-benar terkejut mendengar penuturan Riyan yang marah kepadanya Revan terdiam tidak bergerak pikirannya berjalan kemanan-mana wajah Amanda yg tersenyum bahagian, dan tangisan kesedihan Amanda yg telah dia abaikan beberapa waktu yg lalu bahkan dia hanya peduli dengan anak-anak nya saja tapi bersikap dingin pada Amanda.
"Revan apa kamu mendengar ku?" Riyan yg sudah kesal mulai terus membentak pada Revan dan menepuk bahu nya.
Revan langsung tersadar dari lamunannya "Riyan ayu cepat kita pulang''
"Lalu pekerjaan mu?! Riyan masih menguji Revan apa yg akan dia pilih
"kita tinggalkan saja, istriku lebih penting dari apapun"
"jadi sekarang kamu sudah yakin ingin meninggalkan perusahaan yang sudah di ambang kejatuhan?"
__ADS_1
"Cukup Riyan ayu kita pergi!!" Revan berlarian menuju ke kamarnya dan menbiriskan segala macam barang bawaannya
Saat di dalam mobil Revan nampak murung dia mulai menyadari sikapnya beberapa hari terakhir saat bersama Amanda dia terus menbentak dan memperlakukannya dingin seakan tidak ada rasa sayang lagi yg dia miliki.
"Revan saat kita berangkat keluar kota apa kamu jadi mengabari Amanda? Riyan mulai menbuka pembicaraan lagi walau dia masih merasa kesal dengan Revan sahabatnya
"Tidak aku terlalu sibuk dan kelelahan hingga tidak Sempat menghubungi nya"
"Tidak ada kata tidak sempat Revan jika kamu terlalu sibuk kamu bisa mengirimnya pesan singkat agar dia bisa mengetahui keberadaan kamu"
"Aku tahu Riyan aku terlalu lalai, aku salah"
Sepanjang perjalanan Revan merenunginya "Amanda maafkan aku untuk kesekian kalinya aku menyakiti kamu, aku pernah berjanji kalau aku tidak akan pernah membiarkan Air mata dan kesedihan menimpamu lagi, tapi nyatanya aku terus menyakiti kamu Sayang, aku mohon maaf kan aku sayang aku sangat mencintaimu, dimana kamu sayang?"
Mobil Revan sampai dirumahnya menjelang pagi hari dia berlari masuk kedalam rumah yg nampak sepi seperti tidak ada orang sama sekali.
"Sayang kamu dimana? panggil Revan saat sudah ada di rumah memasuki kamar miliknya dan Amanda nampak tempat tidur tersusun rapi seperti tidak ada bekas orang habis tidur
Revan terus berjalan kekamar mandi, itu juga nampak kosong kembali keruang tengah dan kesetiap ruangan yg ada di rumah itu juga tidak ada siapa-siapa, sampai akhirnya ada salah satu penjaga keamanan yang berjalan mendekati Revan
"Dimana nyonya?
"Tuan nyonya tidak ada dirumah, saya pikir nyonya sedang pergi dengan tuan beberapa hari ini"
"Apa?! beberapa hari?"
''iya tuan, sudah beberapa hari nyonya sudah tidak pulang"
"Sejak kapan?!
"Itu berbarengan dengan waktu tuan juga tidak pulang tuan"
__ADS_1
"Apa!! Revan benar-benar kaget bagaimana bisa Amanda pergi selama itu, dia tahu Amanda tidak pernah meninggalkan anak-anak nya lama apa lagi sampai berhari hari, Revan mulai menyadari ada kejanggalan.
"Dimana kamu Sayang? kenapa kamu tidak pulang" Revan mulai tidak karuan lagi pikirannya melayang-layang khawatir dengan keadaan nya dan takut akan terjadi hal buruk
"Revan waktu sebelum kita berangkat keluar kota, aku sempat mengatakan bahwa Amanda akan datang ke perusahaan bukan? kita lihat Cctv perusahaan apa dia datang atau tidak"
"Baeklah, ini juga sudah hampir pagi"
tanpa mengatakan apapun lagi Riyan dan Revan bergegas pergi keperusahaan, sesampainya di parkiran Revan semakin terkejut mendapati bahwa disana ada Mobil milik Amanda yg terparkir disana
"Riyan seperti nya memang benar, Amanda datang kesini"
"Ini aneh kenapa dia ada disini sepagi ini?
''entahlah tapi aku mulai merasa lega karena dia baek-baek saja jika memang dia ada disini"
"eemnh.. ayu kita masuk"
saat berjalan menuju lift khusus disana ada penjaga keamanan yg berjalan habis berkeliling di setiap ruangan di perusahaan MAHENDRA
"Presdir anda disini"
"eemmhh.. ah iya apa istriku ada di atas?"
"Tidak ada tuan"
"lalu dimana dia, aku melihat Mobil nya ada di parkiran dia pasti ada disini kan?"
"Presdir Mobil itu sudah beberapa hari terakhir ini ada disana saya pikir istri Anda sengaja meninggalkan di sana dan pergi dengan anda Presdir"
"Maksud kamu apa?!"
__ADS_1
"Hari itu saya melihat istri anda datang mengendarai mobilnya sendirian dan naek ke atas menuju Ruangan anda"
"Apa?!! Sendirian, bagaimana bisa dia pergi kemana mana tanpa pengawalan, Riyan cepat periksa Cctv nya cari tahu dengan siapa dia pergi" Revan sudah Mulai tidak karuan lagi dia benar-benar panik sekarang.