
Kini Revan dan para anak buahnya sudah berada di tempat dimana Amanda di sekap dan juga ada beberapa polisi yang sudah siap menunggu aba-aba untuk bergerak, hari sudah malam dan itu akan lebih mempermudah misi penyelamatan yg sudah di rencanakan.
''Riyan apa kamu sudah siap? Apa kamu yakin didalam sudah ada Om Firman?" tanya Revan yg terus menatap tempat dimana Amanda Sedang disekap saat ini
"eemmhh.. Merika sudah berkumpul di dalam, dan sebentar lagi kita akan memulai rencana kita" Sahut Riyan
''Jangan sampai ada kesalahan, jika kita melakukan kesalahan sedikit saja nyawa istriku taruhannya!"
"ya.. aku tahu"
Revan sudah mengenakan pakaian serba hitam agar tidak terlihat dan lebih leluasa bergerak mendekati Gedung Dimana Amanda di sekap.
"Hayy.. Bangun!! Seseorang menendang Amanda yg bersandar didinding ruangan dimana dia di kurung dan terjatuh kelantai saking lemahnya karna selalu disiksa dan dipukuli oleh para bawahan Om Firman
"Hari ini adalah hari terakhirmu dimana kamu akan menutup matamu untuk selamanya, Aku salut pada suamimu yg lebih mementingkan kepentingan anak perusahaan dari pada kamu istrinya, aku pikir dia sangat Mencintaimu tapi ternyata tidak, bahkan sampai saat ini dia masih tidak menyadari kalau kamu sudah ada di tangan ku, jadi lebih baek aku akhiri saja ini" Gumam Om Firman sambil memegang rambut Amanda hingga dia memekik kesakitan, ada perasaan sakit hati karena Amanda pikir perasaan Revan sudah mulai memudar untuknya, tapi dia juga senang jika dengan cara ini dia dapat menyelamatkan hidup Revan dia akan iklas menerima semua itu.
"Kalian... Seret tubuhnya keluar dari tempat ini, dan bawa dia ketempat dimana kulam renang berada, aku ingin tahu apa dia masih bisa berenang atau tidak!!"
__ADS_1
Amanda menggigil ketakutan dalam diamnya, Air matanya tak henti-hentinya mengalir dia teringat putra putri nya yang masih kecil, bagaimana jika suatu hari merika tidak memiliki seorang ibu lagi, bagaimana merika akan menerima kenyataan bahwa ibu merika tewas karna dibunuh, segala macam bayangan bermunculan di kepala Amanda bahkan tatapannya kosong seakan jiwanya sendiri sudah menghilang semenjak hari pertama dirinya di culik.
"Tenang lah, kamu tidak usah takut nona kamu hanya akan bersenang-senang di kulam renang untuk berenang!" Para bawahan Om Firman menyeret Amanda yg terkulai lemah dilantai dan membawanya ke tempat lain, merika memperlakukan Amanda layaknya binatang tanpa ampun walau merika sudah tahu kalau Amanda sudah tidak berdaya lagi.
Riyan yg mengintai dengan kamera Dron yg ada ditangannya mencari-cari dimana letak Amanda di sekap, saat Dron mengelilingi bagian gedung tua itu Riyan meilhat sekilas beberapa orang yg sedang melakukan kegiatan, namun setelah Riyan memperjelas dia syok dan terdiam saat melihat bahwa itu adalah Amanda dengan kondisi Amanda yg dibawa para bawahan Om Firman sudah seperti tidak bernyawa lagi, dia menoleh menatap ke arah Revan yg sedang sibuk berbicara dengan angguta kepolisian yang sedang siap-siap dan langsung mengalihkan kameranya ke arah laen saat Revan mulai mendekatinya.
"Bagaimana?"
"Revan kita mulai dari sekarang saja ini sudah waktunya" Riyan menyembunyikan kenyataan bahwa keadaan Amanda sudah tidak baek lagi jika dia mengatakan yg sebenarnya Revan akan panik dan menghancurkan segala rencana yg sudah merika susun dengan baek.
"Baeklah, aku akan masuk''
"Eemmh.. Aku tahu" Revan berjalan sudah ingin meninggalkan Riyan yg juga akan pergi kedalam gedung tua dengan terpisah
"Revan"
"ada apa?!"
__ADS_1
"hati-hati"
"eemmhh tentu kau juga!"
Merika berpisah meliwati jalan masuk yg berbida, dengan para bawahan yang sudah ada, dan para polisi juga sudah mengepung tempat itu.
''Jal*** Disini tempatnya bagus, kamu akan merasa senang jika berenang di kolam itu" tunjuk Om Firman pada kolam Renang yg ada di hadapannya Amanda sedikit menggerakkan kepalanya menatap ke arah kolam renang.
"Apa kamu suka? itu akan menjadi tempat peristirahatan terakhir kamu"
" Cepat angkat dia dan langsung ceburkan saja, aku sudah muak melihatnya, dan setelah dia sudah mati kirim mayatnya ke kediaman MAHENDRA!! aku ingin cepat melihat wajah kepunakan tersayangku saat melihat jasad istri tercintanya yg susah tidak bernyawa lagi, siapa suruh dia lebih mementingkan kepentingan perusahaan dan mengabaikan keselamatan istrinya, hahahaha aku sudah memperingatkan kamu Revan ini bukan salahku karna kamu sudah lalai menjaga istri kamu!! hahahaha!!!"
Tawa Om Firman sukses menbuat semua orang yang ada di gedung itu juga ikut tertawa karena kesuksesan Rencana merika.
"Cepat bawa dia dan ceburkan saja, aku ingin melihatnya berenang!"
"Baek tuan, para Bawahan Om Firman sudah mulai mendekati Amanda"
__ADS_1
"tidak, ja'ngan" Amanda merunta dan berteriak lemah ketakutan bukan maen, walau dia bertikat akan mengurbankan nyawanya tetap saja dia merasa ketakutan akan apa yg akan merika lakukan pada dirinya