JANJIKU

JANJIKU
Cemburu


__ADS_3

Revan membawa Amanda menyusuri kota dengan mobil nya mencari tempat makan malam merika. "Kamu mau makan dimana? tanya Revan melirik Amanda dan melihat ke jalan lagi yg ada didepannya


"Bagaimana kalau KFC sudah lama aku pulang biasanya waktu aku di luar negeri aku sering makanan itu dengan kakak ku"


"okey kita ke sana..


"sepertinya kamu sangat dekat dengan kakak mu?" Revan mulai membuka pembicaraan dia ingin lebih tahu bagaimana kehidupan sehari-hari yang telah dilalui Amanda.


"eemmm.. kamu benar saat aku kuliah dia selalu mengantar dan menjemput ku tepat Waktu" senyum Amanda mengingatkan nya dimana dia masih tinggal dengan kakak nya.


"Sepertinya dia kakak yg posesif bukan? kekeh Revan sambil bertanya


"Kamu benar.. dia adalah kakak yg paling posesif dia bahkan tidak membiarkan ku dekat pria manapun!" bagaimana mana bisa aku punya pacar!" ucapan Amanda berhasil membuat Revan tersenyum lebar itu artinya selama ini Amanda tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun.


"Itu baek untuk kamu, itu artinya dia peduli dengan kamu, kamu tahu sendiri pergaulan diluar negeri sangat bebas mungkin dia tidak ingin kamu terjebak dalam masalah"


"Ya... dan itu berhasil membuatku tidak pernah merasakan yang namanya pacaran hahaha" Amanda tertawa lepas karna merasa lucu di usianya yg menginjak 27tahun dia sama sekali tidak pernah pacaran.


"Aku mengerti perasaan mu,, tapi jika aku punya adik perempuan, mungkin aku akan melakukan hal yg sama!"


" kupikir kau sma saja dengan kakak ku!


ucap Amanda dengan cemberut dan menatap Revan jijik, suntak Amanda dan Revan tertawa bersama.


"ya sudah kamu tidak perlu sedih pasti ada yg mau denganmu," Revan membelai kepala Amanda dan tertawa lagi


"Kau mengijikku, aku tahu usiaku sudah 27 lalu apa yg salah?


"Tidak ada hanya saja aku berpikir bisa dikatakan kalau kamu hampir menjadi perawan tua! hahahahaha"


"aaaaaahhhh!!! kesal Amanda karna dikatai Revan yg dengan mudahnya mengatakan itu


"Aku membencimu! Amanda memalingka. tubuhnya menghadap jendila


"hay.. kamu cantik kalau cemberut"

__ADS_1


Revan mencuba membujuk Amanda agar dia tidak marah lagi.


"Mana ada orang cemberut cantik!.


"Kamu lebih cantik kalau kamu tersenyum lebar" Amanda hanya diam dan tidak menghiraukan perkataan Revan


sesampainya di tempat tujuan Revan memarkirkan mobilnya dan mengelilingi mobil untuk membukakan pintu dibagian Amanda duduk saat ini.


"Tuan putri, ayu kita makan bersama?" Revan mengulurkan tangannya dan Amanda kembali tersenyum dan mengangguk setuju.


Revan dan Amanda masuk dengan bergandingan tangan dan memesan beberapa makanan dan duduk di salah satu meja yg agak dipujuk.


salah satu pelayan membawa makanan yg sudah merika pesan, saat sudah sampai di meja pelayan itu tidak berhenti memandang Revan, Revan hanya diam menyilangkan tangannya di dida membiarkan pelayan itu dengan puas menatapnya, Amanda yg melihat itu merasa geram dengan tingkah pelayan itu yg nampak sangat tertarik dengan Revan.


"Aakhheemm..!!


"Sudah puas menatap Nya? Pelayan itu tersadar dia sedikit takut melihat tatapan Amanda yg seolah-olah akan membunuhnya.


"maafkan saya Nona" pelayan itu menunduk takut dan pergi seperti baru bertemu hantu


"Kenapa kamu tertawa? kamu senang bukan ditatapnya begitu mengguda?!!"


"menurut mu?


"haaa.. sudah kuduga!! dengus Amanda sangat kesal.


"Kamu Cantik sayang" Revan membelai pipi Amanda lembut, sebenarnya Revan bahkan tidak peduli sama sekali saat pelayan itu menatapnya.


Amanda tidak peduli apa yg dikatakan Revan lagi dan memakan makanan nya, dia merasa sudah sangat lapar karna kejadian tadi hampir hilang nafsu makannya.


Revan tersenyum melihat Amanda makan dengan lahap kebersamaan yang selama ini dia inginkan bersama orang yang dia sayangi akhirnya bisa dia jalani


"Sayang.. apa kamu tahu sejak kehadiran mu aku merasa hari-hari ku sekarang sangat berharga kau mengembalikan diriku yg telah lama larut dalam kesedihan, aku berjanji aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk apapun terjadi lagi denganmu dan jika kamu memang dinda yg aku cari selama ini aku akan berusaha semampu ku mencari informasi tentang apa yg telah menimpamu"gumam Revan dalam hati nya


"Sudah selesai" Amanda meletakkan senduk makannya di atas meja dengan raut wajah masih kesal.

__ADS_1


"Apa kau mau tambah? kamu makan sangat sediki? Amanda hanya menggeleng


"Tidak aku sangat kenyang Revan"


"ya sudah, aku juga sudah selesai"


"eemmm"


Revan dan Amanda keluar dari restoran tapi saat didepan pintu masuk ada yg menepuk pundak Amanda dari belakang.


"Hay.. tunggu! ucap pria itu ngusngusan mengatur nafasnya


"iya ada apa? Amanda bingung, dan dia melihat wajah pria yg menepuk pundaknya dia merasa akrap.


"AMANDA STIANA MAYDA?


"iya saya sendiri dan anda?


"What..manda apa sekarang kamu sudah melupakan aku?


Amanda menatap pria itu dari atas kebawah dan dia teringat sesuatu dan melibarkan matanya sempurna.


"tunggu.. tunggu" Amanda diam sejenak dan mengingat ingat


"Lukas itu kamu..?!" ucapnya terkejut


"eemmh.. ini aku! Cepat peluk aku apa kau tidak merindukanku?!"


"tenty saja aku merindukanmu!"


Amanda langsung berhambur kepelukan Lukas tanpa pikir panjang, Revan yg sejak tadi ada disampingnya mengepalkan tangannya dia sangat geram melihat Lukas memeluk Amanda dengan erat, tiba-tiba Revan mendekat dan menarik Amanda kepelukan nya.


"Sudah cukup acara pelukannya!" Amanda dan lukas akhirnya tersadar bahwa ada orang lain diantara merika.


"Oh. iya Revan kenalkan dia teman ku waktu kuliah dulu"

__ADS_1


" oohh benar kah?" sahut Revan, tapi tatapannya tajam pada Lukas dia hanya akan bersikap hangat dan lembut jika bersama Amanda.


__ADS_2