JANJIKU

JANJIKU
Menangis


__ADS_3

Di sebuah gedung tua ada seseorang yg sedang duduk dengan senyuman menakutkan nya begitu angkuhnya


"Tuan,"


salah satu bawahannya membungkuk memberi hormat pada lelaki yang sekitaran berumur 40han itu.


"Katakan!"


"hari ini ada keributan di perusahaan MAHENDRA dan ini menyangkut putra tunggal Riko Mahendra, tuan"


dan bawahannya mulai menceritakan segala hal yang terjadi di perusahaan MAHENDRA dan bagaimana sikapnya Revan terhadap seorang wanita itu yg begitu peduli dengannya.


"Seperti nya keponakan ku sudah Mulai bisa membuka hatinya Lagi! ini bagus, kejadian sebelumnya dia kehilangan orang yang dia cintai dan tidak menemukan nya sampai saat ini dan wanita ini akan menjadi kandidat selanjutnya..!!


"Hahahaha!! Keponakan ku yang Malang, inilah akibat jika mengambil hak milikku!!


ucapnya dengan lantang dan tawa yg menggema menakutkan.


Firman adalah adik satu ibu dengan Nadine ibu kandung dari Revan, tetapi dia menginginkan kejatuhan perusahan MAHENDRA, dia menyalahkan Revan atas kejatuhan perusahan yang dia yakin bahwa Revan lah yang menyebabkan para pemegang saham menarik semua infistasi merika.


hingga akhirnya kebangkrutan yang menimpa perusahaan milik Firman.


#MAHENDRA Group


Setelah beberapa minggu Amanda mulai bekerja di perusahaan MAHENDRA Revan memindahkan Kanya dan menugaskannya menjadi menejer keuangan di lantai berbida dengan Revan, dia tidak ingin Amanda merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Kanya nanti.

__ADS_1


tok..tok..tok..


Amanda masuk kedalam ruangan Revan dengan membawa secangkir kopi, disana Revan sedang melakukan komprensi vedio dengan salah satu kuleganya.


Amanda berdiri di samping meja Revan menunggu Revan selesai dengan pembicaraan nya, tidak berselang lama Revan menutup leptopnya dan memandang Amanda dengan senyuman.


"Huhh.. selesai juga akhirnya" Revan meregangkan badannya dia nampak kelelahan.


"Presdir..


"kamu tidak perlu memanggiku dengan sebutan itu Amanda, panggil saja namaku" tutur Revan memutung perkataan Amanda.


"Apa ini baek-baek saja? aku tidak ingin para pegawai laen mengira aku tidak sopan dengan kamu? kamu atasanku saat ini"


"Tidak apa-apa kamu adalah orang terdekatku" penuturan Revan membuat Amanda memirah Revan selalu memperlakukan Amanda dengan lembut dan hangat, Amanda merasa dia adalah kekasihnya bukan sekretaris.


Amanda menundukkan kepalanya, Revan semakin mendekat dan mengurung Amanda dengan kedua belah tangannya, Amanda kaget dan mengangkat kepalanya menatap wajah Revan.


Deegggh..


"Perasaan apa ini kenapa hatiku seolah sangat merindukan orang di hadapanku ini?"


ucapnya dalam hatinya semakin lama Amanda menatap Revan air matanya tiba-tiba jatuh terus menerus tiada hentinya dia terus menatap mata hitam pekat Revan dengan gejolak yang tidak bisa dia mengerti.


Revan sedikit mengangkat senyumnya melihat tingkah Amanda, dia semakin yakin dia adalah Dinda nya yg selama ini menghilang.

__ADS_1


Amanda membuka mulutnya handak berbicara namun tiba-tiba Revan langsung mengangkat tangannya perlahan memegang bagian belakan kepala Amanda.


Cup..


Revan mencium Amanda tepat di bibirnya, Revan mulai ******* bibir Amanda lembut hatinya berbunga-bunga mana kala Amanda menerima perlakuan Revan dengan membalas lumatannya, Revan merebahkan Amanda di sofa dan terus ******* bibirnya Amanda, tangan Revan terus mebelai bagian belakang Amanda sesekali Amanda mengerang dengan perlakuannya Revan sampai akhirnya merika kekurangan oksigen dan melepaskan ciuman merika.


Revan memeluk Amanda dengan masih mengatur nafasnya


"Dinda aku mencintaimu"


Amanda kaget, pasalnya Revan memanggil nya dengan sebutan Dinda bukan Amanda, dia langsung melepaskan pelukan Revan dan berdiri, Amanda berlalu pergi tanpa menolehkan wajahnya lagi kearah Revan entah mengapa dia merasa Keciwa saat Revan menyebutkan nama lain selain dirinya.


Revan tak kalah kaget, pasalnya Amanda melepaskan pelukan Revan dengan kasar dan pergi tanpa menolehkan wajahnya.


"Aaahhh!!.. Revan marah pada dirinya sendiri dia telah melukai perasaan Amanda dengan menyebut nama Dinda walau sebenarnya dia adalah orang yg sama bagi Revan.


Amanda mengambil tasnya dimeja kerjanya dan berlalu pergi dengan berlari menuju lift.


sesampainya Amanda di parkiran Amanda langsung masuk mobil mewah milik nya dan membanting pintu mobil dengan kasar,..


"heeeeeeeeee... he..he.. ke'kenapa Revan! ha'hanyaa a'aku yg me'rasa.. keciwa ke'kenapa kamu mempermainkan aku!!


Amanda menangis dadanya sangat sesak dan sakit saat teringat bagaimana Revan menyebutkan nama gadis lain begitu lembutnya, cukup lama Amanda diam sambil menangis tersedu-sedu di dalam mobil nya, sampai akhirnya mobil mewah milik nya berjalan meninggalkan perusahaan MAHENDRA, Amanda tidak peduli dengan jam kerjanya saat ini dia benar-benar kacau.


Di dalam mobil Amanda masih menangis sesenggukan dia tidak menyadari dibelakang mobil nya ada yg mengikuti sejak dia keluar dari perusahaan.

__ADS_1


sampai di jalanan yg mulai sepi mobil itu melaju dan membalap mobil Amanda, dan berhenti mendadak dengan memiringkan mobil, Amanda yg kaget langsung merim mendadak mobilnya..


__ADS_2