JANJIKU

JANJIKU
Aku pulang


__ADS_3

Amanda tiba di perusahaan MAYDA milik orang tua nya, sudah lama dia tidak pergi kesana, karna papa Andika tiba-tiba saja memanggil nya meminta Amanda untuk pergi ke perusahaan


Sesampainya Amanda di perusahaan masih ada beberapa pegawai lama yg mengenali dirinya, tapi ada juga yg belum tahu siapa dia karna merika pegawai baru.


Amanda tidak membuang waktu dan langsung pergi ke lantai atas menuju ke ruangan papa andika.


Amanda mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan papa Andika dan melihat papa andika membelakangi Amanda dengan korsinya tanpa menoleh ke arah Amanda


"Ada apa pah, kenapa tiba-tiba memintaku pergi ke kantor?


Tidak ada sahutan sama sekali dari papa Andika, Amanda sedikit bingung tidak biasanya papa Andika tak menghiraukan nya


"papa kenapa? Apa ada masalah? Amanda mulai mendekati meja kerja papa andika dan saat Amanda sudah mendekat tiba-tiba kursi yg di duduki papa andika berputar kearah Amanda.


"Aku pulaaaanggg... sayang kakak sangat merindukan kalian!!" Ucap Ramon mengejutkan ada kebahagiaan bercampur kesedihan dari nada bicaranya dia berdiri dan membentangkan kedua belah tangannya agar Amanda memeluk Ramon.


Tapi Amanda terdiam mematung saat yg dilihatnya Sekarang adalah Ramon dia tidak menyangka kalau tidak lama setelah kepulangan nya Ramon juga pulang, sangatlah sulih biasanya membujuk Ramon untuk mau pulang ke negaranya


"Sayang apa kamu tidak merindukanku?!!" uCap Ramon pura-pura bersedih karna tidak mendapatkan pelukan hangat dari sang adik kesayangannya itu


"Kakak!!


Amanda tersadar dan langsung memeluk Ramon tanpa mengatakan apa-apa lagi


"Aku pikir kamu tidak merindukan aku setelah kembali ke suami mu, kamu tidak pernah menelepon kakak"


"Maafkan aku kak, aku Masih terlalu banyak pekerjaan sampai aku lupa menelpon kakak"


"kamu ini selalu saja bekerja, apa kamu sudah lupa dengan kakakmu yg tampan ini hemmh?


"Tidak, aku merindukan kakak!! waktu kita disini dan sana berbeda aku tidak mau mengganggu kakak" Amanda semakin mengeratkan pelukannya pada Ramon


"Aku tahu itu alasanmu saja kan? bagaimana dengan anak-anak?

__ADS_1


"hahahaha Amanda tertawa lepas mendengar penuturan Ramon


"Anak-anak baek kak, aku selalu membawa merika kemanapun aku pergi, tapi kandang mama menjemput Merika dan menginap, begitu juga dengan mertuaku


"Merika anak-anak kakak pasti merika akan Baek-baek saja, karna itulah kakak sangat merindukan kalian"


"Ooohh jadi kakak pulang karna anak-anak pantas saja biasanya kakak kalau di ajak pulang tidak pernah mau" ucap Amanda sambil menganggukkan kepalanya dan memalingkan wajahnya kesamping


''hahahahaha kamu ini sudah punya dua anak masih saja merajuk"


"Siapa yg merajuk" Amanda menyilangkan tangannya di dadanya


"kakak tahu sayang seperti apa adik kesayangannya kakak ini" Ramon mencubit pipi Amanda lembut


"okey.. terserah kakak saja, jadi kakak sengaja meminta papa membohongiku agar aku datang kekantor kan?


"Emmhh kamu benar, hahahaha, dimana anak-anak kakak?


"Merika ada dirumah bersama Revan''


"kakak dia bosnya Okey!" ucap Amanda angkuh pada Ramon dengan senyuman nya yang jelas terlihat itu hanya candaannya


"ooh ya kakak lupa kalau kamu memiliki suami pengusaha dan pebisnis yg sukses," ucap Ramon dengan candaan nya juga


Amanda pun teringat saat sebelum dia pergi ke perusahaan papa Andika


Flashback on


Revan kembali pulang kerumah dan langsung memeluk Amanda dari belakang saat dia ingin memakai bajunya diruang ganti kamar merika, Revan terus menciumi leher belakang sampai punggung Amanda tanpa henti sampai Amanda sendiri merasa kegelian


"eemmhh...Revan cukup aku geli'' ucap Amanda lembut sambil mendesah


"Sayang jika kamu mendesah nikmat seperti itu bagaimana aku bisa berhenti'' ucap Revan sambil masih memeluk Amanda dan menciuminya

__ADS_1


''ini karna kamu Revan"


"hahahaha" Revan tertawa terbahak-bahak melihat Amanda cemberut


"kenapa kamu mengganti baju sayang? apa kamu mau pergi?


"iya aku mau keperusahaan, papa mengatakan kalau aku harus kekantor ada yg mau papa katakan katanya''


"oohh.. ya sudah" Revan menggangguk tanda dia mengerti "biar anak-anak dirumah saja biar aku yg menjaga mereka sayang''


"eehh.. kenapa? oh iya kenapa kamu kembali sayang?" Amanda baru teringat kenapa tiba-tiba Revan kembali


"Ada kejadian lucu hari ini Sayang jadi aku putuskan untuk pulang saja"


"kejadian apa? Amanda nampak bingung dan memalingkan wajahnya menatap Revan


"Saat aku pergi ke perusahaan aku tidak menemukan Riyan dan Kanya tidak ada disana, aku mencoba menghubungi merika tapi tidak ada yg bisa di hubungi karna aku sudah lama menunggu aku pergi ke apartemen Riyan Sayang, tapi saat aku masuk kedalam apartemen Riyan aku sangat terkejut Sayang saat mendapati apa yg terjadi di dalam Kamar Riyan"


"Tunggu tunggu apa maksud kamu Riyan sedang?... Amanda tidak melanjutkan kata-katanya


"eemmhh persis seperti yg kamu pikirkan Sayang, Riyan tidur dengan nyenyak dengan seorang perempuan dalam pelukannya bahkan wanita yg dia tiduri itu tidak laen adalah sahabat kamu kanya"


"Kanya?!! Amanda membulatkan matanya sempurna karna keterkejutan nya


"iya aku sudah menyadari perasaan merika masing-masing sudah lama Sayang tapi entah bagai mana merika seperti itu tidak ada perkembangan sama sekali, jadi aku putuskan saat melihat merika seperti itu aku katakan jika merika tidak menikah hari ini merika akan mendapatkan akibatnya nanti"


"Hahahaha" Amanda dan Revan tertawa terbahak-bahak bersamaan


"kita lihat saja nanti sayang, apa yg akan merika lakukan" ucap Revan


"aku berharap merika akan bersatu sayang" ucap Amanda lembut


"eemmhh iya Sayang aku juga berharap begitu untuk merika, bukankah bagus jika meruka bersama?!"

__ADS_1


"itu sangat bagus!! kamu yg terbaik!!" ucap Amanda tersenyum sangat senang dengan kedatangan kabar gembira dari Revan


Flashback off


__ADS_2