
"Aaawww.. kepalaku sakit sekali" Amanda terus berjalan di pinggir jalan raya dan memegang kepala didahinya sudah ada perban yg menutupi luka karna terbentur sesuatu saat menghindari Kanya saat kecelakaan tadi.
"Taxi..
Amanda masuk kedalam taxi dan menunjukkan alamat nya dia tidak jadi berangkat kekantor karena merasa sangat pusing dan memilih untuk pulang.
Sesampainya dirumah Amanda melihat ada mobil Revan yang terparkir di depan rumah,
"Revan akhirnya kamu pulang" Amanda tersenyum bahagia dan berjalan masuk kedalam rumah dengan cepat berharap bisa segera bertemu Revan dan memeluknya erat melepaskan segala kegundahan hatinya.
"Revan.. Revan? kamu dimana? Amanda mencari keberadaan Revan mencari keberbagai ruangan, Tidak lama setelah Amanda memanggil namanya Revan keluar dari Ruang bacanya
"Ternyata kamu disini" Amanda tersenyum dan mendekati Revan ingin memeluk nya, Amanda sangat merindukan suaminya sudah cukup lama Revan tidak pulang.
Saat Amanda sudah memeluk Revan dia hanya diam tak membalas "Revan kamu kemana saja aku sangat mencintaimu, kenapa kamu tidak memberiku kabar aku khawatir terjadi sesuatu dengan mu"
Revan langsung melepas pelukan Amanda dan mendurung Amanda hingga dia hampir terjatuh Revan memalingkan wajahnya kesamping.
"Revan Kamu Kenapa? Amanda kaget oleh perlakuan kasar Revan
Revan melihat lagi kearah Amanda, wajah nya tampak sangat pucat, badannya sangat kurus dan kuyu seperti tidak memiliki tenaga, dan ada perban yg nampak baru di dahinya
"Tanda tangani berkas ini!! Revan menyerahkan map berwarna cuklat pada Amanda dengan tatapan dingin dan tajam nya.
"Apa ini Revan?!"
"Bukalah dan baca dengan teliti!!
Amanda membuka map yg sudah ada di tangannya dan membacanya dengan teliti
__ADS_1
Deeggg
dada Amanda terasa sangat sakit jantung nya berdetak kencang saat melihat tulisan dikertas yg dia baca dia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yg ada ditangannya saat ini.
"Revan kamu bercanda kan?!"
"Apa wajah ku terlihat sedang bercanda!!!
"ka'kamu.. inggin menceraikan ku? Apa salahku Revan kenapa kamu ingin kita bercerai, kita baru menikah beberapa bulan yg lalu?! apa yg terjadi dengan mu hingga kamu tiba-tiba ingin menceraikan aku begitu saja?!"
"Aku sudah busan dengan kamu, dan sebagai kompinsasi aku memberikan rumah ini dan seluruh isinya untukmu!!" ucapnya begitu dingin bahkan untuk menatap Amanda saja Revan nampak enggan.
Plaaakkk
Amanda menampar pipi Revan dengan kencang, ait matanya berjatuhan membasahi pipinya.
"Hahaha.. jadi selama ini kamu hanya bermain-main dengan ku Revan? pantas kamu tidak ingin memberi tahu orang tua kita tentang pernikahan ini!! dan kamu dengan mudah menghinaku seperti aku adalah wanita jalang yg menginginkan hartamu?
Amanda tertawa dalam tangisnya dia terus menangis terisak kepalanya sudah terasa sakit tubuhnya pun panas dingin.
"Waaahh.. Nona Amanda yang terhormat ternyata kamu menilai ku sangat sempurna dan kau berharap terlalu berlebihan aku sangat tersanjung!! Ucapnya sambil tersenyum meremihkan Amanda
Amanda memegang kepalanya sambil menahan rasa sakitnya "Ingat Revan, Suatu hari kamu akan sangat menyesali perbuatanmu kepadaku, Aku menerima kamu tanpa syarat apupun selama ini dan kamu ingin bercerai dariku?!"
"Ya aku ingin kita bercerai!!
Creekkk.. Creekkk..
"APA Yang kamu lakukan?!!! Teriak Revan begitu murka dengan perbuatan Amanda.
__ADS_1
Amanda merobik dan melimparkan kertas perceraian yang di berikan Revan tepat di wajahnya "Kamu ingin bercerai bukan? Baeklah aku rasa aku tidak memiliki hak apa-apa lagi disini dan aku akan angkat kaki dari rumah ini"
"INI RUMAH MU SEKARANG!!!.
"TIDAK!!.. dari awal aku datang kemari aku tidak memiliki apapun jadi aku Hanya akan pergi dengan barang-barang yg tentunya milik ku sendiri!!!
Amanda pergi meninggalkan Revan menuju kamar nya, dan mengumpulkan semua barang miliknya, saat mengambil sebuah map ada pasport yg terjatuh dari map itu.
"Aku berjanji Revan setelah ini kamu tidak akan pernah melihat ku lagi!"
Amanda memasukkan pasport nya kedalam tas jinjing dan memasukkan map kedalam koper setelah semua barang miliknya sudah terkumpul di dalam koper Amanda langsung menutup mengunci kopernya dan setelah nya dia keluar kamar dan menuruni tangga.
Amanda masih melihat Revan berdiri di tempat yg sama dengan menatapnya dingin, Amanda berlalu pergi meliwati Revan tanpa menoleh lagi dia enggan berkata apapun lagi bahkan sekedar melihat wajah Revanpun Amanda merasa tidak mampu lagi, sakit yg dia rasakan terasa begitu berat dibenaknya.
"Sekali lagi kukatakan Rumah ini milikmu sekarang!! dan jika kamu tidak mendengarkan ku maka kamu tidak akan pernah mendapatkan apapun dariku!!"
Amanda berhenti tanpa menoleh pada Revan yg menghentikan langkahnya dengan kata-kata nya "Sudah saya katakan tuan Revan yg terhormat! ini rumah Anda dan bukan milik saya, dan saya tidak memiliki hak apa-apa terhadap semua milik anda termasuk anda sendiri!! Amanda berlalu pergi tanpa menoleh lagi pada Revan.
Revan diam mematung setelah kepergian Amanda, Air matanya tidak bisa dia bendung lagi kakinya melemah terduduk di lantai
Riyan keluar dari ruangan laen yg sejak awal menyaksikan pertengkaran Amanda dan Revan "Revan.. kamu harus kuat ini sudah keputusan kamu sendiri,,,
"Riyan.. Aku menyakiti nya, aku melukai perasaan Nya Riyan!
"Aku tahu.. tapi bukankah kau sendiri yg menginginkan perpisahan ini? ini sudah menjadi keputusan kamu sendiri, kamu tidak harus menyesali nya"
Revan semakin menangis dia merasa bersalah dan terluka "Riyan kamu melihatnya bukan dia terluka, apa yg terjadi dengannya?!"
"Aku juga tidak tahu Revan, Ayu aku antar kau kekamarmu, tenang kan dirimu dulu"
__ADS_1
Riyan mengangkat Revan dan membupungnya menuju kamar Revan, sesampainya di kamar Riyan merebahkan Revan di ranjangnya dan meninggalkan kan Revan sendirian di kamar.