
Setelah kedatangan Ramon di rumah Amanda dia kembali ketempat tinggal orang tua nya dia tidak ingin mengganggu
ke esokan harinya Riyan datang ketempat tinggal Revan bersama dengan Kanya, saat memasuki rumah Kanya melihat Amanda sedang makan bersama Revan dan anak-anak nya yg terlihat dia sangat bahagia.
"Dinda"
Amanda menoleh ke arah Kanya dan terkejut pasalnya mereka sudah sangat lama tidak bertemu bahkan ada Banyak sekali perubahan pada merika, Amanda berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Kanya.
''Kanya ini benar-benar kamu? Amanda berdiri di depan Kanya menatapnya penuh kebahagiaan
"Iya ini aku Dinda, Aku sangat merindukan kamu"
Tidak menunggu lama Amanda langsung memeluknya dengan erat dia menangis dalam pelukan Kanya "Aku juga sangat merindukan kamu Kanya"
cukup lama Amanda memeluk kanya, Revan yg melihat istrinya terus menerus menangis dalam pelukan Kanya sudah tidak tahan lagi dan mendekati Amanda.
''Sayang sudah cukup Riunia nya, ajak Kanya makan, kamu belum selesai makan sayang"
Amanda melepas pelukannya dan menatap wajah Revan sinis "aku sedang sangat merindukan sahabat ku kenapa kamu mengganggu kami!" kesal amanda pada Revan
"Oohh jadi setelah ada sahabat kamu disini kamu melupakan suamimu ini sayang?
"Ayu Kanya jangan dengarkan dia, kita makan saja!"
Kanya hnaya tersenyum melihat tingkah Amanda, laen halnya dengan Revan wajahnya langsung berubah drastis menjadi masam kalau dia tahu Amanda akan mengabaikan nya, tidak akan pernah dia ijinkan Kanya kerumahnya.
"Sabar bos! ucap Riyan yg ada di belakang nya menepuk bahu Revan
"ini semua gara-gara kamu Riyan!" kesal Revan melimpahkan semua rasa kesalnya pada Riyan yg ada didekatnya
"kenapa jadi salah ku?!"
"Karna kamu membawa Kanya kemari" dengus Revan kesal membuang nafas
"bagaimana dengan perkataan ku kemarin, apa kalian sudah menikah? kamu ingatkan jika kalian tidak menikah aku akan...
"iya sudah bos!'' sahut Riyan sebelum Revan dapat menyelesaikan perkataannya
"itu bagus!! ayu kita berangkat ke perusahaan biar istri kamu menemani Amanda dirumah
__ADS_1
"ini hari ke2 pernikahan ku, bahkan kemu tidak memberiku cuti!" kesal Riyan dengan Revan
"itu hukuman untuk kamu, karna kemarin gara-gara kalian aku tidak bisa bekerja! lagian aku sudah memberi kalian cuti kemarin''
"kau bos yg kejam"
"Siapa suruh bekerja dengan ku.. hahaha" tawa Revan penuh kemenangan
Riyan tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya diam dan mengikuti Revan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan rumah.
Di tempat laen, Om Firman sedang bermaen golf dan ada beberapa Anak buahnya
"Bagaimana?!!
"Rencana nya tinggal menunggu waktu saja tuan, ketika sudah tiba waktunya kita akan menjalankan misi kita"
"Aku tidak ingin ada kegagalan lagi, jika ada kesalahan kamu tidak akan pernah mendapatkan Ampun dariku"
"Ya tuan, saya yakin ini akan berhasil"
''Aku ingin kau buktikan sendiri perkataan mu, bukan janjimu saja!!
"Revan kepunakan ku tersayang, tunggu sebentar lagi akan ada kejutan yang menyenangkan yg akan kau dapat sebentar lagi..hahaha!!!
.
.
.
Revan melakukan pekerjaan nya seperti biasanya setiap hari dia bekerja dengan sempurna bahkan dia kadang merasa sedih waktunya untuk bersama anak-anak dan istrinya berkurang.
pernah dia berjanji akan segera kembali ke rumah,tapi tiba-tiba saja ada kendala di perusahaan tersebut hingga dia akhirnya pulang larut malam.
Revan berjalan menuju pintu masuk kedalam kamar dengan wajah lelahnya bahkan pakaian nya juga sudah berantakan
Saat Revan membuka pintu, Amanda terbangun karna mendengar suara pintu terbuka dan tertutup dengan kencang
"Kamu sudah pulang?Revan tidak menjawab perkataan Amanda dan berlalu masuk kedalam kamar mandi
__ADS_1
"ada apa dengan nya? apa dia masih marah gara-gara aku cuikin waktu ada kanya waktu itu ya? tapi kayaknya nggak mungkin"
gumamnya dalam hati
Revan diam di kamar mandi sambil merebahkan diri di dalam bak mandi dia tidak sadar dan tertidur saking lelahnya, Amanda masih terjaga menunggu Revan keluar dari kamar mandi.
''kenapa lama sekali? Amanda mulai merasa hatinya was-was karna hampir dua jam Revan tidak keluar, Amanda berjalan mendekati kamar mandi
"Revan apa kamu sudah selesai? tidak ada jawaban sama sekali tampak sangat sunyi
Pelan-pelan Amanda membuka pintu dan dilihatnya Revan tertidur, nampak jelas wajah kelelahan nya, Amanda merasa sakit dihatinya melihat keadaan Revan.
"ini sudah dingin'' saat menyentuh Air itu sudah tidak hangat lagi
Amanda mengecup kening Revan dan mencuba membangun kannya agar pindah ketempat tidur
"Sayang bangun lah, pindak ketempat tidur" Amanda mengguyang guyangkan bahu Revan
"eemmhh" Revan tersadar dan membuka matanya, dia sekilas menatap Amanda dan bangun.
"sini biar kubantu mengeringkan badan kamu yg basah" Amanda ingin membantu Revan mengeringkan badannya, tapi sikap Revan bahkan tidak sedikitpun nampak peduli pada Amanda
"Tidak perlu"
"Apa kamu sudah makan? aku aka...
"aku sudah makan dengan Klayen diluar" belelum sempat Amanda selesai dengan pertanyaan nya Revan sudah memutung dan pergi meninggalkan Amanda keluar kamar mandi dan merebahkan tubuh nya di tempat tidur.
"Kenapa dia jadi dingin sekali? apa begitu lelahnya bahkan tidak sedikitpun memberiku kesempatan untuk bicara?
''Aku mau pergi ke desa besok Revan" ucap amanda sambil duduk di tepian tempat tidur
Revan membuka matanya langsung dan menatap Amanda datar "Tidak!!''
"kenapa?! Aku sudah sangat lama tidak bertemu ibu?! Sudah saatnya aku menenguk orang tua angkat ku walau bagaimanapun merika juga orang tua ku Revan?"
"Aku bilang tidak ya tidak!! Amanda, Aku lelah"
Amanda terdiam dia semakin bingung dengan sikap Revan bahkan tidak ada kata sayang lagi di mulutnya yg manis selalu bermanja dengannya, namun Amanda tetap berpikir positif mungkin Revan hanya kelelahan karena terus menerus bekerja.
__ADS_1