JANJIKU

JANJIKU
Ketakutan


__ADS_3

#Di kediaman keluarga MAYDA


"Tidak! jangan mendekat! tidak.. tolong jangan! lepaskan! pergi.. pergi!!! tidak.. tidak..


tidaaaaaaakk!!! amanda terbangun dari tidurnya keringatnya bercucuran membasahi bajunya, air mata sudah basah membasahi pipinya, hingga Amanda menangis tersedu-sedu.


ceklek..


pintu terbuka mama tasya berlari mendekati putrinya dan langsung memeluk Amanda begitu eratnya, Amanda semakin menangis ketakutan bahkan tubuh nya gemetaran tak henti-hentinya, Mama tasya terus mengusap punggung amanda agar dia cepat tenang.


waktu menunjukan jam 2:30 malam, ini terlalu dini hari, Mama tasya mencuba menidurkan Amanda kembali, sampai jam menunjukan jam 4:30 baru Amanda bisa kembali tertidur lagi sambil memeluk Mama tasya.


"Nak.. apa sebenarnya yang kamu alami? kenapa kamu bermimpi buruk lagi nak?"


mama tasya menangis melihat kondisi putrinya, sudah lama Amanda tidak bermimpi buruk lagi tapi kenapa tiba-tiba dia seperti ini lagi, Saat jam sudah menunjukkan pukul 06:20pagi, Mama tasya turun dari ranjang Amanda, dia melihat putrinya masih tertidur pulas dan beranjak pergi kembali ke dalam kamarnya.


saat mama tasya masuk dia melihat suaminya sudah terbangun dan siap dengan pakaian yang rapi.


"Pa Amanda kumat lagi! ucap mama tasya sedih sambil menatap suaminya.


"Bagaimana kalau kita mengajak nya ke dokter saja ma? aku takut itu akn mempengaruhi kesehatan putri kita?..


"Putriku tidak gila!! aku tahu maksudmu menyarankan hal itu!!" Mama tasya marah dia terbawa imosi karna perkataan suaminya.

__ADS_1


"Ma aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya menyarankan Amanda untuk kunsul tasi dengan dokter ahli, dia perlu pisikiater untuk meluapkan apa yg selama ini mengganggunya!!


"ya sama saja bukan..!!! kamu menganggap putri kita tida waras!!"


Papa andika mengusap wajah nya kasar dia juga khawatir dengan kondisi putrinya, dia berjalan mendekati istrinya dan memeluk nya lembut.


"Sayang tenang lah, kita akan mencari jalan keluar dari permasalahan ini" papa andika mencuba menenang isterinya, mama tasya menangis dia bingung apa sebenarnya yang terjadi pada putrinya sampai Amanda bermimpi buruk lagi, seperti ada yg memicu emosinya di masa lalu.


Setelah Mama tasya keluar dari kamar Amanda, Amanda terbangun seperti tidak pernah terjadi apa-apa padanya, dia langsung bangun dan mandi, selesai mandi Amanda turun kelantai bawah menuju dapur Amanda menyiapka banyak hidangan untuk sarapan, itu sudah kebiasaan Amanda walau dirumahnya sudah ada pelayan dan chaf untuk melakukan pekerjaan rumah, tetap saja Amanda melakukannya sendiri.


Amanda merasa itu sudah kebiasaanya bila dia bangun pagi, dia pasti ingin memasak untuk sarapan pagi untuk semua orang yg ada dirumahnya.


"hay ma, pa" sapa Amanda saat kedua orang tua nya berjalan menuju dapur"


"Sayang apa kamu baek-baek saja? tanya papa andika pada putrinya, Amanda menolehkan wajahnya dengan bingung dengan pertanyaan papanya.


"Amanda baek-baek saja pa"


"Oh.. baguslah kalau begitu" papa andika tersenyum dia tidak ingin Amanda mengingat yg terjadi barusan jadi dia memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannnya.


"Sayang apa mama bisa bicara?" Mama Tasya sedikit ragu akan pertanyaan nya


"Tentu, katakan saja ma kenapa harus bertanya dulu!"

__ADS_1


"Eemmm.. beberapa minggu yang lalu mama ketemu sama tante Nadine, dia meminta kamu untuk bekerja di perusahaan Revan menjadi sekretaris nya Revan untuk beberapa bulan nak, karna perusahaan om Riko saat ini dalam keadaan tidak stabil, Revan memerlukan orang yang cakap dan berpengetahuan luas seperti kamu nak untuk menstabilkan kembali perusahaan om RIko"


Amanda dia diam sejenak sambil menunduk kan kepalanya dan memegang kedua belah tangan nya, "kenapa harus Amanda ma?"


"diluar sana masih banyak orang yg lebih cakap dan berpengalaman daripada Amanda?


Lagian bagaimana dengan perusahaan papa kalau Amanda pergi?


"Nak saat ini perusahaan om Riko tidak stabil, diluar sana Om Riko memiliki banyak musuh-musuh nya yang menginginkan kejatuhan perusahan MAHENDRA tante Nadine hanya akan mempercayakan segalanya pada orang yang dia yakin bisa melakukan nya dan masalah perusahaan kita, bukan kah saat ini perusahaan kita baek-baek saja? lagian papa kamu masih ada di sini sayang"


Papa andika menganggukan kepalanya, mengusap lembut pipi Amanda, "kamu tenang saja papa ini masih sehat dan kuat papa masih bisa mengurus perusahaan sayang"


"Pergilah hari ini keperusahaan MAHENDRA lebih cepat lebih baek nak"


"Secepat itu?!" Amanda tercengang dengan penuturan papanya yg harus pergi hari ini juga bahkan Amanda sendiri tidak ada persiapan sama sekali.


"iya sayang.. karna waktu tante Nadine minta tolong sama papa mama itu sudah lewat beberapa minggu, jadi papa pikir ini Waktu yang tepat untuk kamu pergi kesana.


"Baeklah.. Amanda sudah selesai makan, Amanda mau siap-siap dulu" Amanda berdiri dan berlalu pergi meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.


"apa menurutmu ini akan berhasil?" tanya Papa Andika yg merasa ragu


" aku juga tidak tahu pa! tapi tidak ada salahnya kalau kita mencobanya, kita berdo'a saja semoga berhasil, dan Amanda tidak mengalami hal serupa lagi.

__ADS_1


Setelah amanda selesai siap-siap dia pamit untuk bekerja dengan mengendarai mobil nya menuju perusahaan nya Revan, Amanda terlihat begitu anggun dia mengenakan atasan berwarna putih dengan lengan panjang, rok sepanjang dibawah lutut berwarna ping muda dan hils tinggi....


__ADS_2