
Sesampainya di rumah Amanda langsung turun dari mobilnya dan membawa barang belanjaannya kedalam rumah dengan anak-anak nya tapi saat dia meletakkan belanjaannya dia baru menyadari Zidan tidak ada Amanda berjalan kembali keluar rumah memeriksa apa Zidan disana dan tebakannya benar adanya.
"Zidan apa yg kamu lakukan? ayu masuk" Amanda memanggil Zidan yg bengung di depan rumah melihat rumahnya
"kak apa kamu yakin ini rumah kamu?''
"Astagaaaaa.. Zidan, lalu kamu pikir ini rumah siapa lagi? tidak mungkin kan aku membawamu kerumah orang lain?
''waaahh.. kak kamu sangat kaya ternyata, apa kamu menikahi seorang melionere?
"Zidan kau berucap seakan kakak kamu ini penggali emas bukan? Amanda mendengus kesal dengan adiknya yg sedang takjub dengan kehidupan kakaknya yang Sekarang.
"Tidak, bukan begitu maksudku kak aku bertanya tanya bagaimana bisa kamu tinggal di rumah Semewah ini'' Zidan masih kebingungan dengan kondisi kakaknya saat ini yg ternyata hidup mewah selama ini
"aku merampuk bank, puas kamu" Amanda tertawa dan memasuki rumahnya kembali dengan di ikuti Zidan yg mulutnya terus terbuka lebar saat melihat isi rumah.
jam sudah menunjukkan pukul 7malam Revan belum juga kembali kerumahnya,
Setelah Revan selesai menemui Klayen dia ingin kembali keperusahaan nya tapi di hentikan Oleh Riyan
"Presdir tunggu!
"Ada apa Riyan, kita harus segera kembali ke perusahaan aku ingin lekas menyelesaikan pekerjaan ku, kasian Amanda dia sendirian menjaga anak-anak"
"ini.. tentang Amanda Revan"
__ADS_1
"Ada apa?
"Alka tadi menelpon dia mengatakan kalau Amanda pingsan" ucap Riyan nampak gelisah
"Apa...!!! kenapa tidak dari tadi kamu katakan?!! Revan sangat marah saat mengetahui Amanda pingsan dan baru di beritahu Oleh Riyan.
"Aku pikir jika kamu sedang bersama Klayen dari luar kota tidak baek rasanya meninggalkan merika hanya karna Amanda yg cuma pingsan" ucap Riyan santai
"Apa kamu bilang!! Hanya pingsan, Istriku lebih penting dan lebih berharga dari Apapun Riyan!! jangan pernah kamu menyepelekan Istriku!!
Revan langsung berlarian menuju parkir setelah mengatakan itu dia memasuki mobil ingin meninggalkan Riyan dia begitu panik apa lagi saat ini anak-anaknya masih kecil menemani Amanda yg sedang pingsan.
"Tunggu Revan biar aku saja yg menyetir mobilnya'' Revan tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung pindah ke bangku penumpang
Sesampainya di rumah Revan berlarian ke arah rumah yg nampak sepi seperti tidak ada penghuninya dia begitu gugup dan takut terjadi hal buruk pada Amanda
"Apa ini kemana semua pelayan!! kenapa sangat gelap!!
Tiba-tiba lampu menyala dan ada begitu banyak orang di dalam rumah dan seluruh ruangan dihiasi lampu-lampu bunga yang indah, dan berbagai hiasan
"KEJUTAN!!... semua orang berteriak di depan Revan, ada mama tasya mama Nadine, papa Riko, papa Andika dan anggota keluarga lainnya, semua orang memakai gaun dan kemija berwarna putih yg melambangkan kesucian
Revan yg sedang panik terkejut bukan maen Air matanya berjatuhan saat dia melihat seluruh keluarga nya ada disana bahkan Amanda tersenyum lebar dengan memegang bukit mawar merah yg sangat besar di kedua belah tangannya
"Sayang apa ini? Revan kehabisan kata-kata dan hanya pertanyaan saja yg keluar dari mulutnya dia bahkan masih berdiri mematung
__ADS_1
"Happy birthday my husband" ucap Amanda lembut mendekati Revan sambil membawa bukit bunga mawar dan menyerahkan pada Revan lalu menciumi pipi Revan dengan lembut di kedua belah pipinya.
Revan begitu terharu dia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya bahkan semenjak Amanda menghilang dulu dia tidak pernah merayakan ulang tahun nya lagi
"Sayang Terimakasih, Ini hari yg sangat indah kamu membuatku kehilangan banyak napas aku pikir terjadi hal buruk sama kamu" Revan memeluk erat Amanda
"Hahahahah.. Kamu terlalu berlebihan sayang tidak terjadi apa-apa kan sama aku, aku sengaja menyuruh Riyan mengatakan itu agar kamu cepat pulang dan ternyata berhasil"
"Emmhh kamu berhasil membuatku hampir jantungan Sayang" ucap Revan dengan lembut sambil mengusap rambut Amanda
"hay..hay..hayy...!! disini kami bisa buta melihat kemesraan kalian berdua bisakah kalian meliat kami yg ada berdiri disini" ucap Mama Nadine hebuh
"Mama papa Terimakasih semuanya karna telah memberiku kejutan ini"
"papa happy birthday ucap Alka Alika mendurung kue ulang tahun bersama yg sudah di hiasi lilin disana ada foto Merika berempat yg sedang berpelukan bahagia
"Waahh!.. sayang terimakasih" ucap Revan pada Alka Alika dan memeluk Merika dan setelah itu merika merayakan ulang tahun Revan dengan ramai dan kebahagiaan
Amanda mendekati Zidan yg masih berdiri mematung melihat keramaian dan menariknya mendekati Revan
"Zidan perkenalkan ini suami kakak" ucap Amanda tersenyum seperti tanpa dosa karna sudah mengerjai adiknya
"Hay Zidan lama tidak bertemu" Revan menyapa Zidan yg ternganga kebingungan tak percaya kalau ternyata suami kakak nya adalah Revan
''Kak Revan? jadi suami kakak selama ini adalah kakak Revan? Kakak kenapa kakak tidak memberitahu padaku kalau suami kakak adalah kak Revan?!" Zidan merasa telah dibodohi Amanda sejak pertemuan merika di Mall siang tadi.
__ADS_1
"Kamu tidak bertanya, lalu bagaimana menurutmu apa pemuda itu akan patah hati jika melihat wanita yg dia cari selama ini sudah menikah?" Amanda tertawa kecil
"Kak kau sudah menipuku!" Zidan kesal dan berbalik meninggalkan Amanda dan Revan yg tertawa bersama karna sudah berhasil mengerjainya, Zidan sedikit penasaran bagaimana merika bisa sampai bersama tapi ini bukan waktu yg tepat untuk menanyakan hal itu jadi dia lebih memilih pergi Memberikan waktu Amanda dan Revan bersama.