JANJIKU

JANJIKU
Apa boleh buat


__ADS_3

Setelah kepergian Revan di apartemen Riyan, Kanya buru-buru turun dari tempat tidur Riyan dan mengambil barang miliknya berniat untuk pergi dari Apartemen Riyan.


"Kamu mau kemana kanya?! tanya Riyan sedikit prostasi dan bingung ada perasaan marah juga di hatinya karna di ganggu dengan kedatangan Revan dan setelah nya tiba-tiba kanya ingin pergi lagi meninggalkan dirinya.


"Riyan kita sudah melakukan kesalahan, tidak seharusnya aku ada disini! Kanya pun tidak kalah bingung harus bagaimana.


"kamu tidak salah, tadi malam kita tidak melakukan hal yg tidak-tidak dan melanggar apapun, kita hanya tidur bersama"


"Ya kamu memang benar bahwa kita tidak melakukan apa-apa, tapi ini jelas sudah membuat Revan salah paham Riyan! dia pikir kita ada hubungan, padahal kita cuma rekan kerja saja".


Ada perasaan keciwa dalam hati Riyan saat mendengar penuturan Kanya tetapi dia dengan mudah menyembunyikan kekecewaan nya, tiba-tiba saja ada Rencana licik di dalam hati Riyan dan mungkin dia rasa ini sudah waktunya


"Tapi kamu ingat kan kanya sebelum Revan pergi, apa yg dia katakan? Riyan kembali memasang wajah datarnya


''ya... aku ingat Riyan Revan mengancam kita jika kita tidak menikah hari ini dia mungkin akan melakukan hal buruk pada kita" Kanya tertunduk lemah sambil berdiri menghadap Riyan yg duduk di tepian tempat tidur nya.


"jadi bagaimana menurutmu mu? Riyan mengarah kan wajahnya kesamping dan tersenyum licik


"Aku juga bingung Riyan"


Riyan pun menoleh ke arah Kanya kembali dan berdiri mendekati nya perlahan


"Kalau begitu apa boleh buat kita harus menikah hari ini juga Kanya" ucap Riyan sepele seperti biasa saja, tidak seperti orang yang akan menikah pada umumnya penuh kebahagiaan.


"APA!!!


Kanya membolatkan matanya sempurna dia benar-benar kaget "Bagaimana mungkin!, bahkan aku belum pernah pacaran bagaimana bisa tiba-tiba aku menikah begitu saja!!


''Astagaaaaa...!!! Kanya kelepasan mengatakan masalah pribadi nya, dengan malu dia langsung berpaling membelakangi Riyan


Riyan tersenyum bahagia karna mengetahui kalau ternyata Kanya tidak pernah berpacaran selama ini, Riyan merasa lega.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu mandilah di kamar mandi disini, aku akan mandi di kamar sebelah saja agar kita tidak membuang waktu"


''Tapi Riyan...


"Tidak ada penulakan lagi Kanya, kamu sudah mendengar penuturan Revan sebelumnya, lebih baek kita turuti saja perkataan nya" Riyan pun berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Kanya


''Bagaiman ini, ini masalah nya berbida ini tentang kehidupan masa depan ku dan aku hanya ingin menikah satu kali saja dalam hidup ini aku takut jika aku menikah nanti rumah tangga ku tidak seperti yang aku harapkan"


Tanpa kanya sadari Riyan masih bisa mendengar penuturan Kanya dia pun tersenyum lembut.


"Tidak Kanya, itu tidak akan terjadi aku berjanji mulai hari ini aku akan selalu mencuba membuat hubungan kita akan membaik dan Baek-baek saja.


sudah cukup lama aku memendam ini dan baru sekarang aku mulai menyadari bahwa perasaan ku ini berbida, sudah cukup kamu bermain-main dengan ku mungkin Revan Benar dengan mengusulkan pernikahan ini hubungan kita akan semakin lebih baek'' gumam Riyan dalam hatinya dan meninggalkan Apartemen.


Setelah beberapa waktu berlalu Kanya keluar dari kamar mandi dengan anduk melilit tubuhnya sampai di atas dada dan memperlihatkan bahu dan tengkuk lehernya yang indah, Kanya melihat ada kotak berukuran sedang di atas Ranjang tanpa pikir panjang Kanya langsung membuka nya dan melihat ada dres berwarna putih dengan panjang sampai lutut itu terlihat sederhana dan indah.


"ini Cantik sekali" Kanya tersenyum saat melihat keindahan gaun itu


Riyan masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu mencari keberadaan Kanya


"Kanya apa kamu sudah si-.... Riyan tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia terpaku pada pandangan nya ke arah Kanya dia tidak pernah melihat Kanya merias dirinya bahkan memakai dress, biasanya Kanya selalu memakai pakaian yang tertutup.


"Bagaimana Riyan? Aku tidak terbiasa memakai dress seperti ini?


"Cantik" hanya kata itu yg keluar dari mulut Riyan mata nya masih menatap Kanya tanpa berhenti


"kamu juga memakai warna putih? kemija itu cucuk dengan kamu Riyan" ucap kanya. tersenyum lebar dan itu berhasil membuat Riyan Semakin terpesona dengan Kecantikan Kanya


"Riyan?!"


"Ahh iya, ayu kita pergi" Riyan menarik tangan Kanya meninggalkan Apartemen miliknya dan tak mau melepaskan pegangan tangan nya, Kanya hanya diam saja dengan perlakuan Riyan yg tidak seperti biasanya

__ADS_1


Amanda pulang bersama Ramon kerumah kediaman Revan bersama dengan nya, Ramon mendesaknya untuk cepat pulang ke rumah karna dia sudah sangat merindukan Alka dan Alika.


"Alka Alika kalian dimana sayang coba lihat siapa yg datang nak" ucap Amanda penuh dengan kegembiraan


"dimana merika? tidak biasanya sepi sekali?''


"Apa mungkin merika sedang pergi sayang?


"Mama.... mama sudah pulang" Alika berlari ke arah Amanda dari dapur tapi sesudah semakin dekat Alika malah meliwatinya dan langsung memeluk kaki Ramon dengan manja.


"eehh!!.. Teriaknya Mama tapi kenapa mamanya di cuikin?


'Mama sudah sering ika peluk, tapi ika kangen papa Ramon''


"Hahahaha.. sayang kamu ini!!, papa sangat merindukan Kalian dimana kakak kamu? hemmhh" Ramon berjungkuk mengangkat Alika dan menggendung nya sambil menciumi Alika gemas.


"ika juga kangen papa, aka didapur sama papa sedang masak" ucapnya Alika begitu pulusnya


"Papa kamu memasak?"


"Iya mama... ayu kita kedapur liat papa masak" Alika menarik tangan Ramon


"waw Sayang jadi suami kamu memasak? ucap Ramon sedikit takjub


"iya kak, dia selalu melarang ku memasak dia tidak suka jika aku memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah, bukannya dia tidak suka masakanku, dia sangat menyukainya hanya saja dia takut aku kenapa-kenapa dan melukai diri sendiri" raut wajah Amanda sedikit berubah menjadi masam


"Tidak apa-apa itu lebih baik, itu artinya dia peduli dengan kamu sayang dia sangat mencintai kamu" Ramon tersenyum dan membelai kepala Amanda lembut.


"Ayu kita kedapur kak mungkin sebentar lagi makanannya akan siap"


"Eemmhh"

__ADS_1


Amanda berjalan terlebih dahulu dari Ramon yg masih menggendong Alika dalam pelukannya dan pergi menuju ke dapur.


__ADS_2