
Sela mulai menghitung saldo tabungannya dan mulai berencana untuk membeli tanah yang akan ia gunakan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru.
Sela akan terus mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari banyak sumber, agar ia tidak akan melihat anaknya kekurangan seperti yang pernah di alaminya bahkan anak sekecil itu harus merasakan di usir dari kontrakan. Dan air matanya menetes setiap kali ia ingat peristiwa itu.
" Ibu kenapa ibu menangis ? " tanya Zaqi sambil mengusap air mata yang menetes di pipi ibunya.
" Tidak ibu tidak menangis. " jawab Sela sambil menyakinkan buah hatinya.
" Jika ibu sedih menangis lah, pundak Zaqi selalu ada buat ibu." ucap Zaqi dengan polosnya.
" Terimakasih Zaqi memang yang terbaik. Tapi dari mana Zaqi mendapat kalimat tersebut ?" ucap Sela.
" Lihat di TV. " ucap Zaqi.
Sela tersenyum kemudian ia mengangkat Zaqi dan memangku tubuh mungil Zaqi, kemudian memeluknya erat.
" Ibu apakah ibu rindu dengan ayah ?" tanya Zaqi.
" Kenapa Zaqi bertanya seperti itu ?" tanya Sela sambil mengeratkan pelukannya.
" Karena ibu sering menangis sendirian, Zaqi kalau rindu ibu, Zaqi juga menangis. " ucap Zaqi.
" Benarkah Zaqi selalu merindukan ibu, Sambil menangis ?" tanya Sela.
" Iya saat Zaqi pergi ke Sekolah, Zaqi melihat teman-teman Zaqi di antar oleh ibunya, jadi Zaqi merindukan ibu makanya Zaqi menangis. " jelas Zaqi.
" Maafkan ibu ya nak untuk kedepannya, ibu akan mengantarkan Zaqi pergi ke sekolah setiap hari." jawab Sela dan semakin mengeratkan pelukannya.
" Benarkah ? ibu janji ! " ucap Zaqi sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
" Janji." jawab Sela kemudian menautkan jari kelingkingnya.
" Maafkan ibu ya nak karena sibuk mencari pundi-pundi rupiah ibu lupa ada kamu yang selalu menunggu perhatian dan kasih sayang ibu."
" Maafkan ibu, ibu terlalu sering mengabaikan mu dan bahkan menuntut mu dewasa sebelum waktunya."
" Maafkan ibu anakku karena terlalu egois dengan dunia kami para orang tua, hingga ibu lupa momen tumbuh kembang kamu tak akan terulang lagi."
__ADS_1
" Maafkan aku anakku tapi percayalah ibu sangat menyayangi kamu melebihi apapun, bahkan karena cinta itu yang kadang membuat ibu menyakiti hati kecilmu tanpa sengaja."
" Maafkan ibu ya nak. " ucap Sela dalam hati dan tak terasa air matanya menetes dan ada yang bisa membendung.
" Ibu, jika ibu sedih harus mengantar Zaqi ke sekolah, ibu tidak perlu mengantar Zaqi. Zaqi bisa kok pergi sendiri saat hujan juga Zaqi bisa berhenti mengganggu sampai hujan reda. Ibu jangan khawatir dengan Zaqi." celoteh Zaqi yang membuat tangis Sela semakin menjadi.
Perih Sakit itulah yang dirasakan Sela. Dia terlalu bersemangat untuk memburu rupiah demi masa depan anaknya tetapi ia lupa bahwa anaknya membutuhkan kasih sayang dan belaian serta perhatiannya, Zaqi butuh semuanya bukan hanya sekedar materi.
" Tidak nak ibu menangis karena ibu bahagia mempunyai anugerah terindah seperti dirimu, ibu bahagia bisa memiliki anak seperti dirimu " ucap Sela tulus dan kemudian Sela mengecup setiap inci muka Zaqi.
Setelah drama itu keduanya terlelap dan masuk ke alam mimpi masing-masing. Hingga menjelang pagi.
Dan saat matahari mulai menampakkan sinarnya. Sela melepaskan banner yang masih terpasang di teras rumah.
" Sela tumben kamu melepaskannya ? apakah kamu sudah berubah pikiran ?" tanya Bu Nur.
" Iya ibu setelah Sela pikir Sela tidak akan menerima jasa laundry lagi biarlah kehilangan sedikit penghasilan. Sela harus memiliki waktu bersama Zaqi minimal Sela bisa mengurus dan mengantarkan Zaqi ke sekolah. " jelas Sela.
" Ibu selalu mendukungmu apapun itu asal demi kebaikan kalian ibu pasti mendukung." ucap bu Nur.
" Ibu bagaimana jika kita membeli mobil ? Setidaknya kita tidak perlu menunggu taksi atau menunggu bantuan dari orang lain saat kita hendak berpergian. " ucap Sela.
" Apakah kamu punya uang lebih ? dan apakah kamu bisa membawa mobil sendiri ?" tanya Bu Nur.
" Iya ibu Sela punya tabungan dan kebetulan Sela sudah mulai belajar untuk bisa mengendarai mobil. " jelas Sela.
" Ibu apakah hari ini ibu tidak menerima laundry lagi. " tanya Zaqi yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah.
" Iya nak mulai hari ini, ibu tidak akan menerima jasa laundry lagi, karena mulai hari ini ibu akan mengantarkan Zaqi pergi ke Sekolah. " jawab Sela.
" Ye ye ye asik. " teriak Zaqi dengan penuh kebahagiaan.
" Sesederhana itu nak bisa membuatmu bahagia, maafkan ibu yang selalu mengabaikan mu demi memburu rupiah." batin Sela.
" Zaqi mari kita mandi lalu setelah itu kita pergi ke sekolah." ucap Sela.
" Siap bos. " jawab Zaqi sambil berdiri tegak dengan posisi sempurna dan tangannya melakukan posisi hormat.
__ADS_1
Sela dan Bu Nur tersenyum melihat tingkah Zaqi.
Setelah selesai mandi kemudian mereka sarapan setelah itu Sela mengantarkan Zaqi ke sekolahnya dengan berjalan kaki.
" Ibu terimakasih sudah mengantarkan Zaqi sekolah." ucap Zaqi dengan senyum manisnya.
" Seharusnya ibu yang meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan Zaqi ke sekolah setiap hari." jawab Sela.
" Ibu jangan minta maaf ibu tidak melakukan kesalahan apapun." ucap Zaqi.
Pada saat sampai di depan pintu gerbang, Zaqi memperhatikan temannya yang di antar oleh orang tuanya menggunakan mobil. Zaqi menatap dan enggan untuk masuk ke sekolah sampai mobil itu berlalu dan menghilang tanpa jejak.
" Zaqi. " Sela memanggil Zaqi namun Zaqi tetap tidak merespon.
" Nak apa yang kamu lihat ?" tanya Sela sambil memegang pundak Zaqi.
" Tidak ibu Zaqi masuk dulu Bu, dada hati-hati dijalan." ucap Zaqi sambil melambaikan tangan kemudian berlalu meninggalkan Sela.
Setelah mengantar Zaqi, Sela segera pergi bekerja seperti biasanya. setelah selesai ia pulang dan membawa brosur yang terdapat banyak mobil dengan tipe dan warna.
Sela berencana untuk meminta Zaqi memilih mobil yang ia sukai.
" Zaqi menurut Zaqi dari sekian banyak mobil ini, Zaqi suka yang mana ?" tanya Sela saat sedang duduk bersama Zaqi.
" Mobil yang ini ! " jawab Zaqi.
" Kenapa Zaqi memilih warna putih ? bukankah warna merah lebih bagus dan keren ?" tanya Sela.
" Tidak ibu warna putih lebih bagus dan lebih keren. " jawab Zaqi.
" Ok kali begitu kita pilih yang ini. " ucap Sela.
" Apakah kita akan membeli sebuah mobil ibu ? " tanya Zaqi penasaran.
" Tentu kita akan membeli sebuah mobil agar ibu bisa mengantarkan Zaqi ke sekolah dengan menggunakan mobil. Apakah Zaqi setuju ?" tanya Sela.
" Tentu ibu Zaqi sangat setuju, nanti setelah kita punya mobil kita bisa jalan-jalan disaat Zaqi dan ibu libur." semangat Zaqi.
__ADS_1
Kemudian Sela menghubungi no seseorang yang akan membantunya membeli sebuah mobil. Setelah itu Sela mengirimkan gambar mobil yang sesuai dengan keinginan Zaqi.
" Semoga mobil ini membawa berkah untuk keluarga kami ya Allah. " batin Sela.