Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 34


__ADS_3

Setelah Dani mendapatkan ijin untuk langsung tinggal di pabrik tersebut, ia dipersilahkan untuk langsung beristirahat agar luka-lukanya segera sembuh dan setelah itu ia bisa langsung bekerja.


Dengan senyum yang penuh semangat ia langsung menuju tempat tinggalnya yang baru untuk segera beristirahat. Namun saat dia akan masuk kamarnya ia melihat seorang wanita cantik yang sedang merapikan sesuatu di dekat tempat sampah.


" Apa yang sedang ia lakukan ?" batin Dani. Lalu ia segera masuk. Namun baru saja ia hendak masuk setelah mengunci pintu, ia mendengar suara langkah kaki yang mendekati tempat tinggalnya.


" Semua sudah siap silakan di bersihkan. Setelah selesai silakan laporkan pekerjaan kalian. Saya tidak suka laporan yang gagal " ucap wanita itu dengan sebuah telepon genggam.


Setelah memastikan keadaan ia kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.


" Apa yang dimaksud dengan di bersihkan ? apakah itu sebuah sampah atau dia melakukan sebuah kecurangan ?" batin Dani.


Bukan tanpa alasan ia berfikir demikian, karena ia pernah menjadi karyawan dan orang kepercayaan tetapi ia juga melakukan sebuah kecurangan.


Ia mendapatkan hasil yang sangat besar saat melakukan kecurangan tersebut sayangnya semua itu tidak bertahan lama. Ia ketauan kemudian di keluarkan secara tidak hormat dan akhirnya sekarang ia menjadi gelandangan. Karena sesuatu yang di peroleh dengan cara yang salah tidak akan menjadi sebuah berkah.


" Aku akan mengawasi apa yang akan terjadi selanjutnya sebagai balas Budi karena kebaikan yang aku dapatkan dari Kepala Scurity khususnya Scurity yang sekarang sedang berjaga di depan. " ucap Alan pelan.


" Tapi bagaimana caranya aku bisa membuktikan kecurangan mereka ?" Dani mencoba berfikir, karena ia tidak bisa merekam aksi yang mereka lakukan dan jika ia langsung berbicara pasti tidak akan ada yang mempercayai tanpa sebuah bukti.


Setelah itu ia segera membereskan tempat tersebut agar lebih rapi, setelah itu ia beristirahat.


" Zaqi maafkan ayah ... semoga kamu baik-baik saja, selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah. Maaf ayah tidak bisa melakukan apapun saat ini hanya sebuah doa tulus suci yang dapat ayah panjatkan untuk mu. " ucap Dani sebelum ia terlelap.


Setelah cukup lama ia beristirahat ia membuka matanya dan melihat sekeliling yang mulai gelap, ia berjalan dan meraba-raba dinding untuk mencari stop kontak listrik agar bisa menyalakan lampu.


Namun ia mendengar suara orang yang berbincang di luar, ia segera mengintip dari balik jendela. Ia bisa melihat dua orang yang sedang membawa sesuatu dengan cara mengendap-endap.

__ADS_1


Dengan seksama Dani memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh orang tersebut.


" Jadi benar dugaan ku wanita tadi melakukan kecurangan, aku pasti bisa membongkar kedok mereka cepat atau lambat." batin Dani.


Ia memperhatikan kedua orang tersebut dengan seksama, mereka dengan cekatan mengeluarkan karung-karung tersebut menggunakan gerobak sampah. Setelah selesai mereka berganti pakaian kayaknya seorang Office Boy.


Setelah memastikan bahwa kedua orang tersebut telah berlalu Dani langsung menyalakan lampu dan perlahan membuka pintu. Ia terkejut saat melihat di depan pintunya terdapat sebuah kardus.


Ia perlahan megambil kardus tersebut dan menemukan sebuah kertas. Dengan cepat ia membaca pesan singkat tersebut.


" Selamat sore menjelang malam, maaf pak ini ada sebungkus makanan untuk makan anda dan beberapa pakaian untuk ganti dan seragam untuk bekerja. Selamat beristirahat. "


" Ahmad Scurity "


" Terimakasih pak Ahmad " ucap Dani sambil tersenyum. Kemudian ia membawa kardus tersebut dan kembali menggunci pintu. Kemudian menikmati makan malamnya dan setelah itu ia memejamkan matanya.


" Ayah ... tolong ayah, ini sakit sekali ! " ucap Zaqi sambil berguling-guling di lantai sambil memegang kepalanya. Sementara Sela menangis sambil berlari kesana-kemari untuk mencari bantuan.


" Zaqi bertahanlah nak ! ayah akan menolongmu " ucap Dani dengan sekuat tenaga mendekati Zaqi dan Sela.


Buk !


" Aw sakit sekali " teriak Dani karena terjatuh dari tempat tidur.


Dani membuka matanya dan mencoba bangkit, perlahan ia duduk di sisi ranjang dan minum air putih yang ada di dekatnya.


" Aku hanya mimpi. Tapi kenapa aku bermimpi seperti itu ? Apa yang terjadi dengan Zaqi ?" batin Dani.

__ADS_1


" Zaqi maafkan ayah, jika saat ini kamu dalam keadaan sakit atau kurang baik, ayah doakan semoga kamu cepat sehat. Dan untuk kamu Sela semoga ada orang-orang baik yang akan selalu menolong setiap kesusahanmu."


" Maafkan aku yang bodoh ini. " ucap Dani dengan lirih, tanpa ia sadari ada sebuah rindu saat ia menyebut nama anaknya dan mantan istrinya. Hingga air matanya menetes membasahi pipinya.


Terlintas bayangan masa lalu di saat ia dan keluarga datang untuk melamar Sela dan kemudian menikahinya. Keduanya pergi meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib.


Kemiskinan dan kekurangan yang mereka alami tidak membuat Sela menyerah, ia dengan setia menemani Dani untuk berjuang mencari nafkah dan membesarkan anak mereka.


Tak pernah sekalipun Dani mendengar Sela mengeluh, ia tetap sabar dan ikhlas menjalani hidup miskin bersama Dani.


Terlintas pula bayangan di saat ia mencapai kesuksesan dan akhirnya menghianati Sela, ia tidur dengan Dini kemudian menjalani hidup layaknya seorang suami istri.


Hingga keduanya menikah tanpa restu dari Sela. Dan dengan kejam Dani meningkatkan Sela dan juga Dani di saat serba kekurangan.


" Sela seandainya aku tidak salah dalam melangkah, mungkin saat ini kita bisa hidup bahagia dan membesarkan Zaqi bersama-sama. "


" Zaqi maafkan atas kebodohan yang ayah lakukan. Bahkan saat ini ayah tidak tau bagaimana keadaanmu. "


" Kalian sekarang tinggal di mana ? Ayah mencari kalian di rumah yang lama namun ayah malah mendengar kabar bahwa kalian telah di usir dari kontrakan. Maafkan ayah nak. "


" Sekarang ayah tau rasanya tidak mempunyai tempat tinggal, ayah tau rasanya kelaparan. Mungkin ini adalah hukuman untuk ayah karena telah menelantarkan kalian selama ini." ucap Dani sambil menangis tersedu-sedu.


" Ayah berjanji Zaqi, ayah akan bekerja lebih giat lagi dan ayah akan mencari kalian. Ayah akan menebus semua kesalahan ayah selama ini."


" Ayah berjanji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian. Ayah rela memberikan nyawa ayah jika itu bisa ayah tukar dengan kebahagiaan kalian. "


" Besok ayah akan mulai bekerja, ayah akan bekerja lebih giat lagi demi kalian. Sela ,.. Zaqi ... tunggu ayah, ayah akan menebus semua kesalahan ayah selama ini. " ucap Dani sambil mulai menghapus air matanya.

__ADS_1


" Tunggu ayah nak, tunggu aku Sela. Kita akan memulainya dari awal. Kita pasti bisa bahagia seperti keluarga orang lain. "


" Ayah janji akan menjadi ayah yang terbaik untukmu Zaqi. " ucap Dani kemudian merebahkan kembali tubuhnya. Mencoba untuk menggapai mimpi yang indah bersama keluarga kecilnya dahulu.


__ADS_2