Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 17


__ADS_3

Alan terpaku di depan pintu melihat Sela, sementara Sela mendekati Alan dengan bingung.


" Alan apa kau baik-baik saja ?" tanya Sela sambil menggoyang tangan Alan.


" Sungguh sempurna ." ucap Alan tanpa mengedipkan matanya.


" Hai apa ada yang salah ? atau kau baru bertemu seseorang yang membuatmu jadi linglung ?" tanya Sela sambil mendorong tubuh Alan agar bergeser dari pintu, kemudian Sela menutup pintu.


Perlahan Sela berjalan dan duduk kembali di ranjangnya tanpa melihat ekspresi Alan.


" Alan ! " panggil Sela.


" Iya ada yang bisa aku bantu ?" ucap Alan cepat.


" Kau itu yang butuh bantuan ditanya dari tadi malah bengong." jawab Sela sambil merapikan rambutnya.


Alan perlahan mendekati Sela, tangannya merapikan anak rambut yang tergerai di wajah Sela.


Ia menatap wanita yang telah mencuri hatinya, perlahan Alan mengecup bibir Sela dengan lembut setelah itu ia mendekap tubuh Sela.


Sementara Sela hanya pasrah kemudian mengikuti alunan yang dimainkan oleh Alan.


" Sela maukah kau menjadi istriku ? " ucap Alan sambil menatap wajah Sela dengan begitu dekatnya hingga nafas Sela bisa ia rasakan.


" Aku, aku butuh waktu untuk memikirkannya " jawab Sela dengan gugup.


" Aku akan menunggumu sampai kau siap untuk mengarungi kehidupan bersamaku."


" Sela percayalah cintaku tulus untukmu. Cintaku tidak akan menghalangi baktimu sebagai seorang anak."


" Cintaku juga tidak menghalangi kewajiban mu sebagai seorang ibu. "


" Cintaku tulus aku sanggup menjadi bagian dari kehidupan mu dan juga dari tanggung jawab mu. "


" Cintaku tulus dan suci, cintaku akan membimbing langkah kita sampai dunia dan akhirat karena cintaku bukan sekedar cinta karena nafsu."


" Cintaku luas untukmu dan aku mencintaimu dan juga semua keluargamu. " ucap Alan yang membuat wajah Sela merah merona.


" Alan aku aku." ucap Sela.


Alan mencium setiap inci wajah Sela dan mencium bibir Sela dan menuntun Sela untuk mengikuti permainannya.


Sela terbuai dengan permainan Alan sampai ia merasa nafasnya sesak seakan kehabisan oksigen.


Alan melepaskan ciumannya dan kembali mendekap tubuh Sela seakan-akan takut untuk melepaskan walau hanya sesaat.


" Alan " ucap Sela pelan.


" Hem " ucap Alan singkat tanpa mau melepaskan dekapannya.

__ADS_1


" Aku lapar aku ingin makan " ucap Sela kemudian.


Perlahan Alan melepaskan pelukannya dan perlahan untuk mengambil makanan yang sudah ia beli.


" Ku harap kemesraan ini tidak akan pernah berlalu " ucap Alan sambil membuka makanan untuk mereka berdua.


Alan kembali menyuapi Sela dan sesekali memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.


Setelah habis Alan membereskan bekas makannya dan segera mengambil obat untuk Sela.


" Sudah kenyang ? atau masih ingin memakan sesuatu ?" ucap Alan lembut.


" Tidak, aku sudah kenyang. "


" Alan terimakasih untuk semuanya." ucap Sela dengan tulus.


" Aku tidak mengharapkan ucapan terimakasih dari mu, aku hanya berharap kata siap untuk menjadi pendamping hidupku dari bibir indah ini." jawab Alan sambil mengusap lembut bibir Sela dengan jarinya.


" Alan aku butuh waktu untuk menjawabnya, karena itu bukan hanya menyangkut kesiapan ku tetapi kesiapan Zaqi juga." jelas Sela.


" Aku mengerti itu dan aku akan menunggumu tapi jangan kau jauh dariku."


" Aku ingin kita selalu dekat agar rindu ini tidak membunuhku. " jawab Alan.


Sela tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban atas kalimat Alan. Alan membalas dengan senyuman dan hendak mencium bibir Sela yang menjadi candunya.


Namun Sela menahan wajah Alan dan dengan lembut menggelengkan kepalanya.


" Ibu ! " teriak Zaqi yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Kemudian ia naik keatas ranjang Sela dan langsung memeluk tubuh wanita yang paling ia sayangi.


" Ibu apakah ibu baik-baik saja ?" tanya Zaqi sambil menatap wajah ibunya.


" Iya nak ibu baik-baik saja atas do,a mu yang tulus dan ... . " ucapan Sela terhenti karena ucapan Alan.


" Karena Om Alan yang pandai merawat ibu " ucap Alan meneruskan jawaban Sela.


" Terimakasih om sudah menjaga dan merawat ibu. "


" Apa yang harus Zaqi lakukan untuk membalas semua kebaikan yang om Alan berikan. " tanya Zaqi dengan tulus.


" Jadilah anak yang berbakti." jawab Alan sambil mengusap rambut Zaqi.


" Baiklah Zaqi akan menjadi anak yang berbakti. " jawab Zaqi sambil tersenyum menatap Alan.


" Sela kata nak Desi hari ini kamu sudah boleh pulang." ucap Bu Nur mengakhiri percakapan Alan dan juga Zaqi.


" Iya Bu aku sudah baikan dan setelah pemeriksaan dari dokter, aku sudah boleh pulang." jawab Desi.


" Syukurlah kalau begitu. "

__ADS_1


" Nak Alan terimakasih karena telah mau merawat Sela. " ucap Bu Nur dengan tulus.


" Ibu jangan sungkan ini sudah menjadi tanggung jawab saya. " ucap Alan.


" Tanggung jawab ?" ucap Bu Nur.


" Iya Bu Sela adalah sekertaris saya, jadi sudah menjadi tugas saya untuk memastikan kesehatan karyawan saya." ucap Alan sambil menatap Sela yang agak bingung.


" Terima kasih nak semoga Allah membalas semua kebaikanmu." jawab Bu Nur.


" Aku pikir. tanggung jawab karena kau mencintai Sela anakku. " batin Bu Nur.


" Aamiin " jawab Alan sambil tersenyum.


Setelah berbincang sebentar, kemudian dokter datang memeriksa Sela dan setelah itu mengijinkan Sela untuk pulang dan beristirahat di rumah.


" Nak Titip Sela dan Zaqi, biar ibu menyelesaikan administrasi agar proses kepulangan Sela cepat di urus " ucap Bu Nur.


" Bu semua sudah selesai kita tinggal pulang, ibu tentang saja.'" jawab Alan.


" Terimakasih nak." jawab Bu Nur.


Setelah semua siap, Alan mengantar Sela pulang kerumahnya. Sepanjang perjalanan Alan hanya terdiam seribu bahasa.


Sela melihat Alan yang hanya terdiam sepanjang perjalanan.


" Alan bisa berhenti di minimarket di depan " ucap Sela dan Alan hanya mengangguk. Setelah mobil berhenti Sela, Bu Nur dan Zaqi turun untuk membeli sesuatu.


Sementara Alan hanya menunggu di dalam mobil. Alan menatap punggung Sela kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Setelah beberapa saat akhirnya Sela dan yang lainnya kembali.


" Kita langsung kembali ke rumah atau kita akan pergi ke tempat yang lain ?" tanya Alan.


" Kita pulang saja aku ingin segera istirahat " jawab Sela.


" Ibu nanti kalau ibu sudah Sehat kita ke taman bermain lagi ya. " ucap Zaqi.


" Kalau Zaqi mau kita bisa pergi hari ini."


" Setelah kita mengantarkan ibu pulang, kita akan langsung ke taman bermain, bagaimana ? " tanya Alan.


" Kita langsung ke taman bermain sekarang saja." jawab Sela langsung.


" Tapi kondisimu ?" jawab Alan.


" Benarkah ibu kita akan ke taman bermain hari ini ? " tanya Zaqi untuk menyampaikan.


" Iya sayang. " jawab Sela.

__ADS_1


" Hore kita akan ke taman bermain. " teriak Zaqi.


" Sela kau yakin dengan kondisimu ? atau kita batalkan dan kita akan pergi hari Minggu besok atau sampai kondisimu memungkinkan. " ucap Alan yang begitu khawatir dengan kondisi kesehatan Sela.


__ADS_2