
Sejak Sela menjadi sekretaris pribadi Alan, banyak ilmu yang Sela dapat. Dan usaha toko rotinya juga mulai berkembang pesat. Ia mulai membuka beberapa cabang.
" Sela mengapa kamu masih tetap menjadi seorang buruh ? ya meskipun kamu sekarang sudah menjadi sekretaris tapi setidaknya jika kamu langsung mengurus toko kue secara pribadi. Tentu akan sangat berbeda. " ucap Desi.
" Desi aku masih punya mimpi-mimpi yang harus aku wujudkan. Ini bukanlah titik akhir dari perjuanganku tapi ini barulah dimulai, jalanku masih panjang. Masih banyak yang harus aku lakukan dan aku siapkan untuk masa depan Zaqi. "
" Sakit hati yang aku rasakan saat melihat anakku kekurangan bahkan harus menderita dan mendapat caci maki serta perlakuan yang tidak adil bahkan dari ayah kandungnya sendiri. Semua peristiwa itu masih terlihat jelas di mataku. "
" Aku tidak tau bagaimana perasaan Zaqi saat ini tapi disaat ia menyebut ayahnya, aku bisa melihat air matanya menetes dan bisa aku pastikan hatinya sangat menderita. "
" Perjalananku masih panjang Desi. " jelas Sela.
" Sebagai sahabat aku akan tetap mendukung apapun yang akan kamu lakukan Sela, maafkan aku karena aku telah mengorek luka yang belum kering. Aku akan membantu mengurus toko-toko roti milikmu dengan segenap kemampuan y aku miliki. " ucap Desi sambil menggenggam tangan Sela.
" Terimakasih Desi. Semua ini atas kebaikanmu, dan terimakasih karena kamu telah banyak membantu aku dan Zaqi." ucap Sela sambil menatap Desi dengan tersenyum.
" Baiklah kita tinggalkan topik tersebut, dan kita ganti dengan topik yang lebih penting. "
" Beberapa cabang toko roti yang kita buka, mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan, bahkan kita sekarang kekurangan karyawan, bagaimana jika kita menambah karyawan agar pekerjaan bisa lebih mudah dan kita tidak memberi pekerjaan di luar batas. " ucap Desi.
" Iya aku perhatikan memang kita harus menambah beberapa karyawan baru, kita bisa mempercayai masing-masing kepala toko untuk merekrut karyawan baru. Dan tolong berikan bonus untuk karyawan terbaik, hal itu untuk imbal balik dari kita karena kerja keras mereka. " Jelas Sela dan Desi mengangguk sambil tersenyum.
Demikianlah Sela ia tidak pernah lupa untuk berbagi disaat ia mempunyai rejeki lebih. Hal itulah yang membuat para karyawannya merasa segan dan menyayangi Sela. Bahkan Sela tidak bersikap seperti seorang bos, ia memperlakukan karyanya seperti seorang sahabat.
Ia juga tetap menjadi sekertaris yang profesional. Ia melakukan semua pekerjaannya dengan tulus, ia juga menyempatkan waktu untuk keluarganya.
Setelah beberapa bulan menjadi sekretaris Alan hubungan keduanya menjadi semakin dekat, dan Sela belajar banyak dari Alan menjadi seorang pengusaha.
__ADS_1
Sela juga belajar bagaimana cara bermain saham, meskipun ia sendiri belum terjun secara langsung. Sela juga memanfaatkan banyak kolega-kolega Alan untuk memperluas Usahanya.
Sela berencana untuk membangun perusahaan yang bergerak di bidang pangan, dan saat ini Sela mulai membangun Apartemen.
Jika dulu Selan dan Zaqi diusir dari kontrakan. Maka saat ini Sela menjadi pemilik beberapa Apartemen mewah, yang kemudian ia sewakan.
Sela benar-benar ingin menjadi pemburu rupiah yang handal, ia akan memanfaatkan segala peluang yang ada di depan mata, untuk membuat perubahan dalam kehidupan ia dan anaknya.
Berbeda dengan Dani, kini kehidupannya mulai mengalami keterpurukan. Uang yang istrinya dapat kan dari hasil korupsi dari perusahaan Alan mulai habis, karena mereka tidak bisa mengelola keuangan dengan baik.
Hal itu membuat Dani mulai putus asa, ditambah perlakuan dari istri mudanya yang berubah 180 derajat dari sebelumnya. Pertengkaran-pertengkaran mulai mewarnai rumah tangganya.
Dani mulai mencari pekerjaan baru untuk mencukupi semua kebutuhan keluarganya. Apalagi istrinya terbiasa hidup dalam kemewahan.
Berbanding terbalik dengan Sela yang selalu hidup Sederhana dan selalu menghargai dan menghormati Dani.
Dani teringat saat pertama bertemu dengan Dini di sebuah pertemuan dua perusahaan. Dani yang menjadi perwakilan dari perusahaannya terpesona dengan penampilan Dini yang juga menjadi wakil dari perusahaannya.
Begitu juga sebaliknya Dini tertarik dengan Pesona Dani. Dan keduanya menghabiskan malam panas disebuah hotel, dan hal itu menjadi candu bagi keduanya.
Dini yang mulai kecanduan dengan permainan panas Dani, mulai melakukan kecurangan di perusahaannya demikian juga dengan Dani yang selalu menginginkan tubuh seksi Dini.
Keduanya kemudian membuat keputusan untuk saling bersama dan membangun rumah tangga meskipun mereka sadar bahwa ada Sela dan Zaqi.
Dini dengan tega mengkorupsi hasil yang diperoleh dari kerjasama dengan perusahaan Dani, begitu juga sebaliknya. Keduanya membawa kabur hasil tersebut dan kemudian memulai hidup baru.
Namun mereka lupa jika uang yang mereka peroleh dengan jalan yang salah tidak akan mungkin bertahan lama apalagi mereka tidak segera mencari pekerjaan. Mereka terbuai dengan kemewahan dan hanya memikirkan hubungan seksual. Melalui hari-hari dengan kegiatan panas di ranjang. Hal itu yang membuat keuangan mereka mulai menipis.
__ADS_1
Sementara Dani sibuk mencari pekerjaan lain halnya dengan Dini. Dini mulai berfikir untuk mencari pria yang bisa mencukupi kebutuhannya. Ia mulai menemui para Bos yang biasa bermain dengan perempuan.
" Bagaimana hari ini apakah sudah mendapatkan pekerjaan. " tanya Dini saat Dani sampai di rumah.
" Belum. " jawab Dani dengan lesu.
" Kau memang lelaki payah kalau begitu aku akan mencari pekerjaan, aku mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang Sekretaris." ucap Dani.
" Oke silakan mencari pekerjaan, asal jangan serahkan tubuh ini kepada orang lain." ucap Dani memperingatkan.
Dini hanya tersenyum mendengar ucapannya suaminya.
" Jika aku harus tidur dengan lelaki lain asalkan bisa mendapatkan uang untuk kesenangan hidup, aku tidak akan menolaknya. " Batin Dini.
" Aku terbiasa hidup dalam kemewahan aku tidak Sudi jika harus menghabiskan sisa hidupku dengan kemiskinan. " tegas Dini dalam hatinya.
" Baiklah mulai besok aku juga akan keluar untuk mencari pekerjaan, aku akan menemui beberapa kolega tuan Alan, agar mereka mau menerima aku bekerja di perusahaan mereka. " ucap Dini.
" Oke kita akan sama-sama mencari pekerjaan, dan harus segera mendapatkan pekerjaan sebelum keuangan kita semakin terpuruk. " jawab Dani.
Disisi lain kota itu Alan menikmati keindahan senja dari balkon rumahnya. Ia sedang bersantai sambil menikmati segelas kopi dan beberapa kue yang telah disiapkan oleh pelayannya.
" Kue ini mengingatkan aku dengan seseorang. Sela, is !mengapa aku selalu terbayang wajahnya. " batin Alan.
" Sela seandainya saat ini kamu ada disini menikmati senja bersama."
" Ah ! aku benar-benar sudah gila, bisa bisanya menghayal tentangnya. " ucap Alan pelan.
__ADS_1