Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 14


__ADS_3

Alan meminta Zaqi untuk makan dan juga istirahat, Sementara ia melangkah keluar menuju ke tempat kasir untuk membayar biaya pengobatan Sela.


" Zaqi apakah Zaqi ingin punya ayah ?" tanya Bu Nur setelah Alan keluar.


" Tidak nek Zaqi tidak mau ayah, Zaqi mau ibu sembuh Zaqi tidak mau ayah. " jawab Zaqi sambil terisak-isak.


" Maksud nenek bukan ayah Dani, tapi ayah yang lain." jelas Bu Nur.


" Memangnya ada ayah yang lain?" tanya Zaqi bingung.


" Sudahlah." ucap Bu Nur sambil tersenyum.


Kemudian Zaqi kembali naik keranjang dan berbaring di samping Sela.


" Ibu cepat bangun bukankah ibu sudah berjanji bahwa ibu tidak akan pernah meninggalkan Zaqi ?"


" Bangun ibu !"


" Ibu jangan tinggalkan Zaqi, Zaqi tidak punya siapa-siapa. Ayah tidak mau sama Zaqi sekarang apakah ibu juga tidak mau bersama dengan Zaqi juga ? "


" Ibu bangun !" Zaqi terus menangis sambil memeluk tubuh Sela.


" Zaqi yang sabar ya nak kita do,akan agar ibu cepat sembuh ya." ucap Bu Nur sambil mencoba menenangkan Zaqi dan tak terasa air matanya menetes.


Sementara Zaqi tidak menghiraukan ucapan Bu Nur. Ia terus menangis sampai ia Alan masuk kembali keruangan tersebut.


" Zaqi apakah Zaqi sayang sama ibu ?" tanya Alan.


" Zaqi sayang ibu, Zaqi tidak mau yang lain, Zaqi mau ibu. " ucap Zaqi sambil terus menangis.


" Kalau Zaqi sayang sama ibu, Zaqi harus makan dan juga istirahat. Biar Zaqi sehat. "


Kalau Zaqi tidak mau makan, nanti Zaqi sakit terus kalau Zaqi sakit siapa yang akan merawat ibu ?"


" Nenek jadi tambah capek harus mengurus Zaqi dan juga harus mengurus ibu, lama-lama nenek juga sakit karena capek. "


" Lalu tidak ada yang merawat ibu tidak ada yang merawat ... . " ucapan Alan tergantung saat melihat Zaqi turun kemudian mengambil makannya.


" Zaqi mau merawat ibu, Zaqi akan makan Zaqi tidak mau kehilangan ibu. " ucap Zaqi sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Anak pinter. " ucap Alan sambil mengusap kepala Zaqi dengan lembut. Sementara Bu Nur memandang interaksi antara Alan dan Zaqi.

__ADS_1


" Semoga Sela menemukan jodoh yang bisa menjaga dan menyayangi Sela dan Zaqi." batin Bu Nur.


" Bu, ibu sudah makan ?" tanya Alan.


" Sudah sudah tadi saat menjemput Zaqi, ibu sekalian makan. " jawab Bu Nur.


" Bu Nanti malam biar saya yang akan menjaga Sela, ibu dan Zaqi pulang saja. kasian kalau Zaqi terlalu lama di rumah sakit. "


" Kalau di rumahkan Zaqi bisa istirahat secara maksimal dan ibu juga bisa istirahat." ucap Alan.


" Tapi nak bagaimana dengan kamu ?, besok juga harus bekerja nanti capek karena tidak bisa istirahat." jawab Bu Nur.


" Ibu jangan khawatir soal itu masalah pekerjaan bisa dilakukan besoknya lagi, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Sela. " jelas Alan.


" Tapi nak ... . " ucap Bu Nur terhenti.


" Ibu kasian Zaqi, ini rumah sakit banyak sekali kuman dan virus, anak seusianya masih sangat rentan Bu." jelas Alan.


" Baiklah kalau begitu ibu titip Sela. " ucap Bu Nur kemudian ia mengajak Zaqi untuk pulang dan meninggalkan Sela bersama Alan.


" Sela saya tinggal sebentar ke kamar mandi ya, saya harap setelah saya selesai kamu sudah bangun. " ucap Alan sambil melangkah ke kamar mandi.


" Berani sekali kamu tidur dengan lelaki lain di saat aku keluar untuk mencari pekerjaan. " ucap Dani.


" memangnya kenapa kalau aku tidur dengan orang lain ? kamu tidak bisa memenuhi semua kebutuhanku lagi. Jadi aku harus mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup. " jawab Dini santai.


Plak !


" Dasar wanita murahan. " ucap Dani sambil menampar pipi Dini.


" Keluar dari rumahku ini ! keluar !" bentak Dini sambil memegang pipinya yang terasa panas.


" Enak saja kamu pikir bisa mengusir aku ? aku tau rumah ini bukan rumahmu."


" Jika Alan tau bukan hanya aku tapi kamu juga harus meninggalkan rumah ini. " ucap Dani.


" Baiklah kalau kamu mau mencobanya, aku pastikan kamu yang akan keluar meninggalkan rumah ini. " ucap Dini sambil meninggalkan Dani.


" Brengsek ! " ucap Dani sambil menatap punggung Dini yang semakin menjauh.


" Aku harus segera mengambil apa yang masih bisa aku ambil. " Dani segera masuk ke dalam kamarnya dan mencari-cari sesuatu.

__ADS_1


Dani mengambil ATM Dini dan beberapa perhiasan yang selalu ia simpan, dulu saat ia membelinya dia berencana untuk memberikan itu kepada Sela.


Setelah bekalnya dirasa cukup Dani pergi meninggalkan rumah itu, sebelum Dini datang. Namun sebelum ia keluar dari rumah ia melihat foto pernikahan ia dan Dini.


" Secara hukum kamu tetap istriku dan aku tidak akan melepaskan mu setelah kau mencampakkan aku." ucap Dani.


Kemudian ia mengambil bukti-bukti kalau Dini adalah istrinya. Setelah itu baru ia meninggalkan rumah tersebut dan pergi untuk mencari tempat tinggal yang baru.


Sementara Alan masih setia menunggu Sela. Alan menatap wajah wanita yang masih terbaring di depannya seakan enggan untuk membuka matanya.


" Sela bangun jangan tinggalkan aku." ucap Alan sambil mengecup bibir Sela. Alan terus mengecup bibir Sela dengan mesra.


" Sela aku mencintaimu sejak awal aku melihatmu. Selama ini aku sering memperhatikanmu sejak aku tau kau adalah karyawan di perusahaan ku." ucap Alan pelan.


Perlahan Sela membuka matanya, ia mengucek kedua matanya dan menatap sekeliling ruangan hingga pandangannya terhenti saat melihat pria yang sedang menelepon.


" Tuan Alan ?" batin Sela. Ia mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


" Sela kamu sudah siuman ? " tanya Alan sambil mendekat ke ranjang Sela kemudian ia duduk di samping Sela.


" Iya. tuan, tapi mengapa saya ada disini dan tuan mengapa ada disini ?" tanya Sela.


Alan tersenyum dan menceritakan semua kejadian yang dialami oleh Sela.


" Sekarang yang penting kamu cepat sehat agar bisa segera membantu saya." ucap Alan sambil terus menatap wajah Sela.


" Terimakasih tuan untuk semuanya. Saya pasti segera sembuh. " jawab Sela pelan.


" Bagus kalau begitu dan saya akan menunggu bukti dari ucapan mu. " ucap Alan sambil mengejek Sela.


" Tuan tenang saja saya pastikan nanti malam saya bisa pulang. " jawab Sela yakin.


" Tapi sekarang sudah pukul 20.30 " ucap Alan sambil melihat jam di tangannya.


" Benarkah ? " ucap Sela sambil mencoba untuk bangkit. Namun ia malah terjatuh karena tubuhnya terlalu lemah.


Untung ada Alan yang refleks menangkap tubuh Sela, sehingga Sela jatuh dalam pelukan Alan. Sela dan Alan saling menatap dengan pikiran dan gejolak masing-masing.


" Maaf tuan " ucap Sela yang tersadar bahwa ia dalam posisi yang kurang menguntungkan.


" Tidak masalah " ucap Alan lalu menggendong tubuh Sela dan membaringkan Sela untuk di ranjangnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2