Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 30


__ADS_3

Perjalanan hidup manusia itu berada-beda, ada hambatan, batu sandungan dan juga wangi bunga. Kita Hanya manusia, tugas kita adalah menjalani kehidupan ini dengan syukur dan tawakal. Karena pasti ada bahagia setelah penderitaan.


Sama halnya dengan kehidupan yang di jalani oleh Sela, disaat suaminya meninggalnya dalam keterpurukan dan kemiskinan datanglah Alan yang tampan dan kaya menawarkan cinta untuk Sela. Disaat keadaan ekonominya stabil dia harus menerima kenyataan bahwa anaknya kecanduan narkoba.


Sebuah genggam tangan membuyarkan lamunan Sela. Sela menatap Alan kemudian menatap Dokter yang ada didepannya.


" Dokter apa yang harus saya lakukan ?" tanya Sela kemudian.


" Kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Zaqi sayang, biarlah Dokter yang melakukan yang terbaik untuk Zaqi. " ucap Alan dengan lembut.


" Sekarang bolehkah aku melihat Zaqi ? " tanya Sela lagi.


" Boleh nyonya, tetapi seperti yang saya jelaskan tadi anda harus kuat dan harus tega melihat keadaan pasien saat mengalami sakau. " jawab sang Dokter.


" Saya harus kuat Dokter." jawab Sela dengan suara gemetar.


Kemudian keduanya keluar dari ruangan tersebut dan menanyakan ruangan Zaqi di rawat. Setelah mengetahui mereka berjalan beriringan menuju ruang perawatan Zaqi.


" Alan mengapa kita tidak boleh masuk ?" tanya Sela setelah menemukan ruangan Zaqi.


" Apakah kamu yakin akan melihat Zaqi dalam kondisi sakau ?" tanya Alan.


" Aku ingin tau bagaimana keadaan Zaqi baik atau buruk. Zaqi adalah segalanya untukku Alan. " ucap Sela.


" Ayo kita lihat Zaqi dari jendela kaca itu." ucap Alan sambil menunjuk sebuah jendela. Kemudian keduanya mendekati jendela yang dimaksud oleh Alan.


Betapa terkejutnya Sela yang melihat Zaqi sedang berguling-guling di lantai sambil memegangi kepalanya. Zaqi berteriak-teriak meminta tolong, sekujur tubuhnya basah karena keringat hingga membuat pakaian yang ia kenakan basah.


Tubuh Sela langsung lemas tak mampu lagi untuk berdiri ia bersandar di lantai, hatinya bagaikan di sayat-sayat pisau saat mendengar anaknya menangis kesakitan dan meminta tolong namun tak ada satu orangpun yang datang menolong.


Bahkan ia sebagai ibu kandungnya sendiri tidak diperkenankan untuk mendekat. Dunia seakan runtuh tatkala seorang ibu melihat anaknya begitu menderita.

__ADS_1


" Sayang kamu harus kuat demi Zaqi. " ucap Alan sambil mengangkat tubuh Sela dan membawanya duduk di bangku.


" Alan mengapa Zaqi tidak ada yang menolong ? Mengapa aku tidak boleh menolongnya ?. Lihatlah betapa menderitanya Zaqi. " ucap Sela dengan derai air mata.


" Sayang setiap orang yang sakau memang seperti itu, hal ini memang sangat menyakitkan. Jika mereka kuat dan sabar melalui semuanya, mereka pasti akan sembuh. Begitu pula orang yang menyayangi penderita harus kuat dan tega, demi kesembuhan orang yang paling kita sayangi "


" Orang yang sakau hanya barang terlarang tersebut yang bisa meredakan rasa sakitnya, jika kita tidak tega melihatnya menderita maka berikanlah barang terlarang tersebut, yang artinya kita bukanya mendukung kesembuhan dan penderita namun kita justru menjerumuskan mereka ke lembah penderitaan yang kekal " Alan mencoba menjelaskan keadaan Zaqi kepada Sela.


" Lalu kapan aku bisa menemuinya Alan ?" tanya Sela.


" Nanti di saat Zaqi sudah tidak sakau lagi, meskipun keadaannya sangat menyedihkan kita harus kuat, ikhlas dan sabar. " jawab Alan.


" Alan seandainya aku bisa menggantikan Zaqi, aku ikhlas menggantikan posisi Zaqi. " ucap Sela .


Dengan lembut Alan mendekap tubuh Sela. Ia paham bahwa seorang ibu adalah orang yang paling menderita disaat anaknya menderita. Bahkan jika bisa ia rela menukar posisi agar anaknya tidak menderita.


" Sayang. " ucap Alan saat Sela tidak merespon pelukannya dan bahkan tidak mengatakan apapun.


" Sayang kamu harus kuat. " bisik Alan sambil mengecup kening Sela sebelum di periksa oleh Dokter.


************************"***"*"""*""***********"**********


Sementara di tempat lain, Dini sedang tertawa terbahak-bahak mendengar Keadaan Zaqi dari orang suruhannya.


" Sela kamu harus menderita, ini baru permulaan. " ucap Dini sambil tersenyum. Kemudian ia menyuruh orang suruhannya segera meninggalkan tempat tersebut.


" Bagaimana sayang apakah kamu puas dengan kerja anak buahku ?" tanya pria gendut yang tiba-tiba masuk keruangan Sela.


" Lumayan ! tapi aku puas, pasti Sela dan Alan saat ini dalam keadaan yang sangat menderita. Melihat anak yang mereka sayangi menjadi seorang pencandu. "


" Mereka tidak akan tau saat anaknya menderita kesakitan, sebenarnya sedang sakau. " ucap Dini dengan senyum liciknya.

__ADS_1


" Kalau begitu aku ingin bayaran ku " ucap pria tersebut dengan tersenyum dan menatap tubuh Dini.


" Sesuai dengan perjanjian kita, kau akan membayar semua dengan tubuhmu, dan kau akan melayani aku selama satu bulan. " ucap pria gendut itu sambil mendekati Dini.


" Sebenarnya. " sebelum Dini selai mengucapkan kalimatnya. Mulut Dini sudah ditutup dengan jari pria itu.


" Bawa wanita ini. " ucap pria tersebut kepada dua pria yang berbaju hitam di balik pintu. Kedua pria itu langsung mengangkat kedua tangan Sela dan segera mengikuti pria gendut itu dan meninggalkan tempat tersebut.


" Lepaskan tanganku, aku bisa jalan sendiri !. " ucap Dini sambil meronta-ronta agar di lepaskan. Namun kedua pria tersebut tidak memperdulikan apapun yang di diucapkan oleh Dini.


Setelah sampai di dekat mobil hitam, kedua pria itu langsung memaksa Dini agar segera masuk kedalam mobil. Dan mobil tersebut melaju meninggalkan rumah Dini. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menuju ke pinggir kota.


Setelah sampai di depan sebuah Villa mewah mobil tersebut berhenti dan semuanya segera turun dan masuk kedalam Villa.


" Selamat datang tuan. " ucap seorang pelayan yang membuka pintu kemudian menundukkan kepalanya.


" Antar wanita ini ke kamarnya " kata pria gendut itu.


" Baik tuan. " ucap pelayan tersebut.


" Mari Nona, saya antar ke kamar nona " pelayan tersebut kemudian mengantarkan Dini ke kamarnya.


" Ini kamar nona, semua keperluan nona sudah siap di dalam jika ada sesuatu yang nona butuhkan silakan katakan saya akan menyiapkan semuanya. " ucap pelayan tersebut setelah sampai di depan kamar yang telah di siapkannya.


" Baiklah, terimakasih sebelumnya. " ucap Dini kemudian masuk kedalam kamar. Setelah masuk Dini segera memeriksa semua yang ada di dalam kamar tersebut.


" Bagus, sesuai apa yang aku inginkan. Baju, sepatu, tas dan semuanya adalah barang-barang yang bermerek. Setidaknya aku bisa hidup mewah. " ucap Dini sambil tersenyum.


Setelah memeriksa semuanya, Dini melangkah menuju kamar mandi, mengisi bathtub dan segera melepaskan seluruh pakaiannya dan segera merendam tubuhnya.


Di saat Dini memejamkan matanya, tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengusap wajahnya kemudian turun ke bawah menuju area paling sensitifnya.

__ADS_1


" Kau ! kenapa bisa masuk tanpa seijinku ?" tanya Dini saat melihat orang yang ada di depannya.


__ADS_2