
" Iya ... ." ucap Desi setelah mengingat semuanya. Kemudian ia kembali menangis dan menutup kedua matanya.
Edo sangat merasa bersalah namun semua telah terjadi. Keduanya melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Perlahan Edo mendekati Desi kemudian memeluk tubuh Desi, berharap Desi bisa lebih tenang.
" Maafkan aku, aku akan bertanggung jawab atas segala yang terjadi tadi. Tapi aku mohon jangan menangis ! berbicaralah apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku padamu. " ucap Edo sambil memeluk tubuh Desi yang bergetar karena menangis.
" Aku bingung Edo, aku tidak bersuami, aku seorang Janda. Bagaimana nanti jika aku hamil ? bagaimana jika ada yang menyebabkan berita tentang perbuatan kita ?" ucap Desi sambil menangis.
" Aku akan menikahi mu ! bukan hanya karena percintaan kita tadi tapi memang aku menyukai mu sejak awal tadi kita bertemu. Dan aku akan memberikan balasan yang berlipat ganda untuk Vio ! "
" Jadi jangan sedih ! hapus lah air matamu ! tatap lah masa depan kita. " ucap Edo sambil mencium kening Desi.
Desi menatap wajah tampan Edo, jujur Desi juga menyukainya. Perlahan senyuman Desi terukir dan mengeratkan pelukannya terhadap Edo.
Ada sebuah kehangatan yang ia rasakan saat bersandar di dada Edo. Dengan lembut Edo membelai rambut Desi, Desi memejamkan matanya menikmati belaian tangan Edo.
Perlahan Desi melepaskan pelukannya dan menatap lelaki yang baru ia kenal namun sudah bercinta dengan dirinya. Sebuah awal yang berbeda dengan yang lainnya saat akan memulai sebuah hubungan.
Dengan cepat Edo mencium bibir Desi yang dari tadi ingin ia nikmati, sejak awal mereka bertemu sehingga ia lupa ada Alan yang kemudian meninggalkan mereka begitu saja.
Desi yang mulai terbuai ciuman hangat Edo perlahan namun pasti membalas ciuman dari Edo, keduanya saling menikmati, saling membelit lidah, saling bertukar Slavina.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman yang penuh gairah, entah karena keduanya masih terpengaruh obat atau memang keduanya yang sama-sama ingin memiliki satu sama lainya, sehingga kegiatan panas itu mereka ciptakan kembali.
Edo dengan lembut membaringkan tubuh Desi di ranjang dan dengan lembut ia membuka pakaian Desi hingga menyisakan pakaian dalam saja.
Desi dengan lembut membalas setiap tempo yang Edo mainkan. Keduanya kini sama-sama polos tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh mereka.
Ruangan yang awalnya hening berubah penuh dengan suara-suara yang mereka ciptakan mengikuti setiap tempo dari permainan mereka. Keduanya terbuai dalam kenikmatan dunia.
Setelah tubuh keduanya mengejang karena pelepasan mereka perlahan Edo ambruk di atas tubuh Desi.
" Aku mencintaimu janda cantik " ucap Edo kemudian berbaring di samping Desi dan menutup tubuh keduanya dengan selimut.
__ADS_1
" Aku juga mencintaimu pria tampan. " jawab Desi kemudian memiringkan tubuhnya menjadikan tangan Edo sebagai bantal.
Dengan lembut Edo mencium pucuk kepala Desi sedangkan Desi membalas dengan mencubit dada bidang milik Edo.
" Apakah kau menginginkannya kembali hem ? " ucap Edo yang langsung mengangkat tubuh Dedi agar berada di atas tubuhnya.
" Edo apa jangan menggoda seorang janda. " ucap Desi saat berada di atas tubuh Edo.
" Bukankah janda memang lebih menggoda sayang, jadi wajar saja jika aku menggodanya. " jawab Edo sambil mencari posisi yang pas karena bagian bawah tubuhnya sudah siap beraksi.
" Maukah kau menjadi istri seorang Dokter Desi, yang mungkin akan ada banyak wanita bahkan waktunya akan banyak di luar untuk para pasiennya ?" ucap Edo sambil beraksi memulai sesi bercintanya.
" Aku bersedia Edo, asal jangan kau malu karena menikahi seorang janda seperti aku." ucap Desi dengan suara yang bergetar karena sentuhan Edo.
" Menikahi janda lebih nikmat sayang, karena lebih berpengalaman. " ucap Edo kembali.
" Edo kau luar biasa !, kau mengatakan cinta di akhir sesi bercinta kita dan kau melamar di saat bercinta seperti ini. " ucap Desi yang mulai memimpin permainan mereka.
" Jika aku mengungkapkan cinta dengan membawa sekuntum mawar dan juga coklat, apa bedanya aku dengan lelaki masa lalu mu ? "
" Lalu kapan kau akan membawaku bertemu dengan orang tua mu ?" tanya Edo kemudian.
" Edo selesaikan ini dulu ! " ucap Desi sambil memejamkan matanya menikmati keindahan yang mereka ciptakan.
Keduanya saling membalas setiap gerakan yang diciptakan oleh lawannya, saling bertukar posisi untuk mencapai sebuah kenikmatan. Keduanya bercinta seolah tiada henti
Hingga akhirnya keduanya ambruk setelah pelepasan yang entah ke berapa.
Desi ambruk di atas tubuh Edo dan dengan lembut Edo memeluk tubuh wanita yang membuatnya melayang semalaman.
" Tidurlah sebentar ini sudah hampir pagi. " ucap Edo.
" Ini memang sudah pagi Edo, kau keterlaluan bahkan tidak memberi aku kesempatan untuk tidur ! " ucap Desi.
__ADS_1
" Tapi kau menyukainya ! " ucap Edo sambil mengusap pipi Desi.
" Tidurlah sebentar sebelum aku mengantarkan kamu pulang. Setidaknya biar ada kekuatan untuk menghadapi kenyataan. " ucap Edo sambil memeluk tubuh Desi.
Dan keduanya sama-sama terlelap karena kelelahan. Hingga matahari naik ke atas namun kedua insan itu masih enggan untuk membuka matanya.
Desi perlahan membuka matanya dan menoleh kesamping terlihat Edo yang masih terlelap, di pandanginya wajah lelaki yang telah tidur dengannya meskipun baru pertama bertemu.
" Apakah wajahku terlalu tampan ? " ucap Edo yang menyadari bahwa Desi menatap wajahnya.
" Kau sangat jelek sekali ! " jawan Desi tanpa ragu.
" Benarkah ? pantas saja kau tak puas memandangi wajah jelekku ini !" ucap Edo yang membuat Desi tersipu malu, karena ia ketauan saat memandangi wajah Edo.
" Ini sudah siang, aku harus pulang dan beraktivitas seperti biasa. " ucap Desi sambil bangkit dari tidurnya.
" Kau tidak akan pulang ! karena rumah ini adalah rumahmu, sejak kau membawaku melayang bagaikan di surga. " ucap Edo sambil menahan tangan Desi agar tidak bangkit.
" Aku harus mandi Edo ! badanku terasa lengket karena keringat. " ucap Desi sambil melepaskan tangan Edo.
" Kita akan mandi bersama !" ucap Edo dan langsung menggendong tubuh Desi.
" Edo jangan kau ulangi ! aku hanya ingin mandi kemudian melanjutkan kenyataan hidup ini." ucap Desi.
" Sesuai keinginan mu, kita hanya akan mandi bersama. Kecuali ... ." ucap Edo
" Kecuali ... . ? " ucap Desi mengulangi ucapan Edo.
" Kecuali kau menginginkan dan mengijinkan." ucap Edo.
Kemudian keduanya saling menatap dan mandi bersama tanpa ada sesi panasnya. Setelah selesai keduanya duduk di meja makan, karena kelaparan dari siang belum makan.
" Setelah ini kita akan ke butik untuk membeli gaun untukmu dan kita akan menikah di KUA hari ini juga. " ucap Edo ketika selesai makan.
__ADS_1
" KUA ? menikah hari ini ?" ucap Desi yang kaget mendengar ucapan Edo. Sementara Edo hanya mengangguk sebagai jawaban.