
Alan dan Sela melihat video dalam kamera tersebut, sebuah kehidupan yang sangat bahagia antara suami dan istri, hingga tiba-tiba datang seorang yang mengabarkan bahwa mereka diserang oleh musuh.
Sehingga wanita itu terpaksa melarikan diri untuk bisa menyelamatkan anak dalam kandungannya. Setelah itu wanita tersebut memutuskan untuk membesarkan anaknya seorang diri. Dan ketika anak itu lahir ia memberi nama Alan Kusuma Atmaja.
Ia menyembunyikan kebenaran bahwa putranya adalah anak seorang mafia yang sangat ditakuti oleh para musuhnya, ia tidak ingin anaknya kelak menjadi seorang mafia seperti ayahnya.
Dengan susah payah ia membesarkan anaknya hingga keduanya bisa hidup serba berkecukupan, dan mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Alan kecil tumbuh dan besar tanpa mengetahui siapa sebenarnya ayah kandungnya. Hingga suatu saat tanpa sengaja ayah Alan yang kebetulan sedang bersembunyi dari kejaran musuhnya dengan penuh luka di sekujur tubuhnyabertemu kembali dengan Alan, anak yang selama ini ia cari.
Dengan tulus Alan merawat lelaki tersebut tanpa mengetahui bahwa ia adalah ayah kandungnya. Dan di suatu malam ketika ayah Alan telah sembuh pria itu pergi meninggalkan Alan dan berjanji suatu saat akan membalas kebaikan yang telah Alan lakukan.
Dan di akhir video tersebut ibu Sukma menyampaikan maaf kepada putranya dan mengatakan semuanya bahwa ia adalah anak kandung dari tuan Kusuma Atmaja yang merupakan ketua mafia X yang lebih dikenal dengan nama King Mafia.
Perlahan Alan menitikkan air matanya. Ia terharu kerena mengetahui perjuangan ibunya untuk membesarkan dirinya, ia juga sangat bangga dengan ibunya yang tidak mau membesarkan anaknya dengan hasil dari seorang mafia.
" Tuan kalau anda adalah anak kandung dari King Mafia, anda bisa meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah ini tuan. Saya yakin Bram dan anak buahnya akan mundur jika berhadapan dengan mafia X terlebih jika King Mafia turun tuan. " ucap orang kepercayaan Akan.
" Benar Alan, kita bisa meminta bantuannya agar tidak ada korban dari mereka yang tidak bersalah. "
" Jika Bram dan anak buahnya mundur, aku yakin Edo tidak punya nyali melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang-orang pilihan Bram. " ucap Sela menimpali.
" Kalian jangan berlebihan, orang yang tadi aku hubungi adalah King Mafia, tapi ingat rahasiakan masalah ini, jangan mengatakan kepada siapapun bahwa ia adalah ayah kandungku. "
" Sampai aku mengatakan itu dan beliau mengakui bahwa aku adalah anak kandungnya. Agar ia bisa membalas apa yang telah aku lakukan padanya dulu tanpa tau bahwa aku adalah putra yang selama ini ia cari. " Ucap Alan.
__ADS_1
" Baiklah " ucap mereka bersamaan.
" Alan lihat, masih ada sebuah video lagi ! " ucap Sela dan mereka melihat video itu bersama.
Dalam video tersebut terlihat Edo yang sedang mengendap-endap masuk kedalam sebuah rumah dan kemudian memperkosa seorang wanita yang sedang terlelap. Wanita itu meronta-ronta dan memohon agar Edo mau melepaskannya.
Namun Edo malah menampar wanita itu berkali-kali kemudian mengikat tangan dan kakinya di setiap sisi ranjang. Dan dengan leluasa Edo melampiaskan nafsunya, sementara wanita itu hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Setelah puas Edo memukul wanita tersebut hingga pingsan kemudian ia berlalu begitu saja.
" Bukankah ini bukti kejahatan Edo yang dibicarakan oleh wanita itu tadi ? " ucap mereka secara bersamaan.
" Alan berarti benar yang diucapkan wanita yang bernama Luna tadi. " ucap Sela.
" Kau benar sayang, Luna tidak membohongi kita, aku tidak menyangka bahwa Edo sebejat itu. " Ucap Alan.
" Alan apakah mungkin sesuatu yang kau temukan di villa itu ... . " ucap Sela terhenti saat pintu ruangan itu terbuka.
" Sebentar lagi akan ada yang datang untuk menunjukkan jalan keluar dari tempat ini, sementara saya tidak bisa membantu tuan lagi, saya harus bisa mengalihkan perhatian anak buah Edo yang berjaga di pintu keluar kamar ku. " ucap Luna.
" Luna, terima kasih atas bantuannya. Setelah ini aku akan menyerahkan bukti kejahatan Edo kepada polisi, agar hatimu lebih tenang dan aku akan membawamu tinggal bersama ayahmu. " ucap Alan.
" Terimakasih tuan. Sekarang lebih baik tuan menyelamatkan diri, jika saya masih berumur panjang jemputan saya dari lembah hitam ini tuan. " ucap Luna sambil menitikkan air mata.
" Semuanya akan baik-baik saja Luna, Percayalah itu. " ucap Sela.
" Saya percaya sepenuhnya kepada tuan Alan, karena mendiang ibu Sukma juga percaya bahwa tuan Alan bisa membantu saya asalkan tuan Alan mengetahui semua kenyataan ini. " ucap Luna.
__ADS_1
" Apa lagi yang diucapkan oleh mendiang ibuku ? " tanya Alan.
" Beliau hanya berperan jangan sampai tuan mengotori tangan tuan dengan darah seseorang, sekalipun ia yang telah membunuh ibu kandung tuan sendiri. Serahkan ia kepada yang berwajib, dan beliau hanya ingin anda berbakti kepada ayah tuan tanpa harus mengikuti jejaknya. Hanya itu saja tuan yang beliau ucapkan. " ucap Luna dengan berkaca-kaca.
" Luna siap. " bisik seseorang dari balik pintu.
" Tuan saatnya Anda meninggalkan tempat ini, tuan sebelum Edo dan Bram menggeledah tempat ini. " ucap Luna.
" Baiklah kami akan segera pergi, jaga dirimu baik-baik dan tunggu lah kami akan menjemputmu. " ucap Alan.
Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal Alan dan yang lainnya mengikuti wanita paruh baya yang sudah menunggu di depan pintu.
Kemudian mereka berjalan menyusuri gang sempit yang hanya bisa mereka lewati dengan berjalan miring. Sementara orang yang Luna suruh mengemudikan mobil yang dibawa Alan dan ia telah menunggu di ujung Gang.
Sementara Luna memasukkan ponsel milik Alan kedalam mobil sampah yang akan dibuang ke TPA, yang terletak jauh dari daerah tersebut.
Setelah yakin dengan waktu yang dibutuhkan oleh Alan dan yang lainnya dan memastikan bahwa mobil sampah itu telah pergi menjauh. Luna mengambil ponselnya dan menghubungi Edo
" Tuan, sesuai perintah anda, saya telah memberikan ponsel tuan Alan ... ." ucap Luna namun belum selesai ia berkata Edo sudah memotong ucapannya.
" Luna alat pendeteksi itu menunjukkan bahwa Akan dan yang lainnya sedang bergerak meninggalkan tempat itu. Katakan Alan menggunakan mobil apa ? " tanya Edo.
" Maaf tuan, saya hanya berada di dalam tanpa melihat pelanggan jadi saya belum pernah melihat mobil yang digunakan oleh tuan Alan. " jawab Luna.
" Baiklah aku akan menanyakan kepada scurity yang berjaga. " ucap Edo kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut.
__ADS_1
" Tuan, semoga kalian baik-baik saja, dan selamat dari orang-orang jahat itu. " ucap Luna sambil bersandar di sisi ranjangnya.
Dan perlahan mengeluarkan sebuah foto yang selalu ia simpan, foto dirinya yang tersenyum di samping ayahnya.