
Setelah sampai di butik yang dituju, mereka masuk dan disambut dengan hangat oleh sang pemilik. Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu segera mengantar Sela untuk mencoba beberapa baju yang ada di butik tersebut.
Dengan bantuan dari wanita tersebut Sela mencoba beberapa baju yang di perlihatkan di hadapan Alan. Namun Alan selalu menolak.
" Alan sebenarnya gaun yang seperti apa yang kau inginkan ? padahal dari ekspresi wajahmu kau sangat terpesona dengan kecantikan wanitamu, namun kau selalu menolaknya ! " tanya pemilik butik tersebut.
" Aku akui, aku mengagumi kecantikan dan keindahan tubuhnya dengan gaun pengantin yang ia kenakan. Namun aku tidak ingin tubuh wanitaku di lihat oleh orang banyak."
" Apakah kau tidak mempunyai baju pengantin yang sedikit tertutup namun tidak mengurangi kecantikan wanitaku ? " tanya Alan.
" Jadi kau ingin yang sedikit tertutup ? " tanya wanita paruh baya tersebut.
" Ya ! aku tidak suka dada dan paha wanitaku dilihat oleh lelaki lain ! " jawab Alan.
" Ok ! rupanya kau adalah pria yang sangat posesif. Kalau begitu, aku akan memilih beberapa gaun sesuai yang kau inginkan. " ucap wanita tersebut kemudian berlalu meninggalkan Alan.
" Alan, gaun yang aku coba mengapa tidak ada yang kau suka ? apakah aku tidak terlihat cantik ? apakah aku terlihat lebih tua ? " tanya Sela sambil menghampiri Alan.
" Sayang, kau sangat cantik menggunakan gaun-gaun pengantin tersebut ! namun aku tidak suka jika tubuh wanitaku dilihat oleh lelaki lain. "
" Ini dan ini serta semuanya hanya aku yang berhak melihat dan menyentuhnya ! " ucap Alan sambil menunjuk bagian dari tubuh Sela yang sedikit terlihat karena gaun pengantin yang sedikit terbuka.
Sela tersipu malu mendengar penjelasan Alan. Ia mengakui bahwa gaun yang ia kenakan sedikit menonjolkan bagian dadanya dan juga pahanya.
Alan semakin merasa gemas melihat wajah Sela yang tersipu malu di depannya. Perlahan Alan meraih tubuh Sela kemudian memangku wanita cantik yang tersipu malu didepannya.
" Jika kita sudah sah menjadi suami istri, takkan aku biarkan kau turun dari ranjang, aku akan melahap mu sayang. " batin Alan.
" Alan malu dilihat orang ! banyak orang disini." bisik Sela setelah berada di pangkuan Alan.
" Karena banyak orang, maka aku akan menutupi kecantikan mu dalam pangkuan ku. Agar hanya aku yang bisa menikmati keindahan dan kecantikan mu. " jawab Alan.
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan berhijab ! bagaimana menurutmu ?" tanya Sela.
" Ide yang bagus ! " jawab Alan.
Keduanya berbincang tanpa memperdulikan orang-orang yang memperhatikan mereka. Keduanya mengumbar kemesraan di depan semua orang.
" Tuan posesif ! biarkan wanita mu untuk mencoba beberapa gaun yang aku bawa ini. Semoga ada yang kau sukai. " ucap pemilik butik tersebut.
Kemudian Sela berdiri dan mengambil gaun yang dibawa oleh wanita tersebut. Setelah beberapa saat Sela telah selesai mengenakan gaun pengantin tersebut dengan bantuan dari salah satu pelayan yang sejak tadi membantu Sela.
" Alan ! bagaimana dengan gaun ini ? " tanya Sela setelah keluar dari ruang ganti.
Alan sedikit membuka mulutnya melihat penampilan Sela menggunakan gaun pengantin yang berwarna putih itu, meskipun gaun tersebut tertutup namun Sela terlihat sangat Anggun dan Seksi.
" Sempurna ! " jawab Alan sambil mendekati Sela. Perlahan Alan meraih tubuh Sela dan dengan mesra ia mencium bibir wanita yang sedari tadi ingin ia nikmati.
" Alan ! " seru Sela sambil mendorong tubuh Alan.
" Kau hanya berfikir mesum ! " ucap pemilik butik tersebut.
" Bagaimana apakah kau suka dengan gaun pengantin ini tuan Alan yang posesif ? " tanya wanita tersebut sambil tersenyum menggoda Alan.
" Kau memang pandai memilih nyonya ! aku suka dengan gaun ini. " jawab Alan tanpa berpaling dari pandangannya terhadap penampilan Sela.
" Kalau begitu aku akan mengemasnya dan silakan coba pakaianmu tuan ! " ucap wanita tersebut.
" Tidak perlu, aku sudah cocok dengan pakaian yang biasa kau pilihkan nyonya. " jawab Alan.
" Baiklah kalau begitu, akan akan mengemas gaun pengantin kalian. Dan aku ucapkan selamat Alan, akhirnya ada seorang wanita yang bisa menaklukkan hatimu. "
" Dan aku baru pertama kalinya melihat cinta dimata mu setelah kepergian ibumu. Pasti beliau sangat bahagia jika bisa melihat langsung pernikahan kalian. " ucap wanita tersebut dan tak terasa meneteskan air matanya. Ada kesedihan terpancar dari wajahnya.
__ADS_1
" Jangan anda rusak kebahagiaan ku dengan air matamu, bukan hanya kau yang bersedih karena merunduknya. Aku juga sangat merindukan ibuku melebihi siapapun. " ucap Alan sambil menatap wajah sahabat mendiang ibunya itu.
Ya, wanita pemilik butik itu adalah sahabat dekat mendiang ibunya. Keduanya selalu menghabiskan weekend bersama. Entah hanya sekedar ngobrol dan makan di rumah sampai pergi berlibur keluar negeri bersama.
" Kau benar Alan ! ibumu pasti akan sedih jika melihat kita bersedih. Aya Alan kapan kau akan menikah ? mengapa Tante baru tau jika kau akan segera menikah ! Dan siapa wanita cantik itu. " tanya wanita tersebut.
" Dia adalah pemilik Zaqi Bakery, ia bernama Sela dan untuk waktu dan tempat pernikahan kami, nanti akan saya kirim buat anda Tante. " jawab Alan.
" Wao pemilik Zaqi Bakery ! pasti dia pandai memasak, karena produk dari Zaqi Bakery terkenal sangat enak. Oleh sebab itu perusahaan tersebut langsung bisa menguasai pasar dalam waktu yang sangat singkat. " ucap wanita itu sambil tersenyum.
" Aku sangat beruntung bisa memilikinya Tante, jika ada waktu sempatkan untuk singgah di rumah kami, agar anda bisa menikmati masakan wanitaku Tante. " ucap Alan.
" Pasti ! Tante akan menghabiskan weekend bersama istrimu dan kami akan mengabadikan mu seperti dulu yang kami lakukan dengan mendiang ibumu ! " ucap wanita itu sambil berlalu meninggalkan Alan.
" Kau ! ... . " ucap Alan.
" Alan, apa yang membuatmu terlihat kesal ? " tanya Sela sambil mendekati Alan.
" Dia berencana menghabiskan weekend bersamamu tanpa mengajakku ! " jawab Alan yang masih terlihat sangat kesal.
" Dia ? Dia siapa Alan ! bahkan aku tidak mengenalnya. " ucap Sela dengan heran.
" Wanita yang membantu kita memilih gaun pengantin itu adalah sahabat mendiang ibuku. " jawab Alan singkat.
" Lalu apa yang membuatmu merasa kesal ? " tanya Sela dengan polosnya.
" Bagaimana aku tidak kesal sayang ! dia berencana akan mengajakmu menghabiskan weekend dan akan mengabadikan aku, seperti yang mereka lakukan dahulu. Selalu mengabaikan keberadaan ku disaat mereka berdua menghabiskan weekend. " jelas Alan.
Sela hanya tersenyum melihat ekspresi lelaki yang biasanya hanya lembut di depannya dan juga Zaqi, tapi kini Sela melihat sisi lain dari Alan. Terlihat bagaimana Alan yang merajuk hanya karena ucapan sahabat ibunya yang akan mengabaikan keberadaannya.
" Sayang apa yang kau pikirkan ? apakah kau juga berfikir sama seperti wanita itu ? jika benar maka aku tidak akan pernah mengijinkan mu untuk bertemu dengannya ! " ucap Alan dengan tegas.
__ADS_1