
" Alan, jika kau sedang ada masalah ceritakan lah kepadaku, meskipun mungkin aku tidak bisa membantu tapi setidaknya beban di hatimu bisa sedikit berkurang. " ucap Sela sambil membelai rambut Alan.
" Apakah aku terlihat ada masalah ? " tanya Alan.
" Alan, jika kau tidak ingin bercerita denganku tidak masalah, itu adalah privasimu. Aku hanya bisa berdoa semoga pekerjaan yang sedang kau kerjakan lancar tanpa terkendala suatu apapun dan Maslah yang sedang kau hadapi segera terselesaikan dengan baik. " ucap Sela dengan lembut.
" Sayang, aku sedang berfikir tentang siapa dalang dari masalah yang sedang kita hadapi. " ucap Alan sambil mengeratkan pelukannya serta menjelaskan tentang masalah yang sebenarnya terjadi.
Alan menjelaskan mulai dari ia pernah dijebak hingga ia harus menikahi wanita, meskipun akhirnya wanita tersebut akhirnya meninggal. Hingga saat ini, masalah yang ia hadapi yang mungkin bisa menjadi bencana bagi Sela dan juga anaknya.
Alan menumpahkan segala perasaan dan kegundahan hatinya. Ia ingin memulai hubungan dengan Sela tanpa ada sesuatu yang ia tutup-tutupi, agar di kemudian hari tidak menjadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga mereka.
" Sayang kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Apapun itu yang ada di depan kita akan kita cari jalan keluar yang terbaik. Yakinlah pasti ada jalan keluarnya. " ucap Sela dengan lembut sambil mengusap wajah Alan dengan mesra.
" Terimakasih sayang, ku harap kita akan seperti ini sampai kakek nenek, selalu mesra dan selalu berbagi baik suka maupun duka. Menyelesaikan setiap masalah dengan musyawarah dan saling berpegangan tangan, agar kita lebih kuat dalam menjalani bahtera kehidupan. "
" Jangan pernah meninggalkan aku, karena aku tidak bisa menjanjikan bahwa langit selalu biru, aku juga tidak bisa menjanjikan bahwa jalan hidup bersamaku selalu mulus dan penuh wangi bunga. "
" Tapi aku berjanji akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk mu dan juga anak-anak kita. Jadi tetaplah menjadi sumber kekuatan ku dalam menjalani kehidupan ini." ucap Alan dengan tulus.
Sela tersenyum mendengar ucapan Alan, Kemudian ia membenamkan wajah Alan kedalam dekapannya. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
" Sayang ... ." ucap Alan tiba-tiba sambil melepaskan pelukannya.
" Apa ada yang salah ?" tanya Sela karena melihat Alan dengan cepat bangun dan segera duduk.
" Aku takut tidak bisa menahan hasrat ku, lebih baik aku jaga jarak aman. " jawab Alan sambil mengusap wajahnya.
Sela hanya tersenyum melihat tingkah Alan, namun ia juga merasa bangga karena Alan selama ini selalu menjaga kehormatannya meskipun mereka sering tidur satu ranjang.
" Mengapa kau tersenyum ? apa kau puas bisa menyiksaku ?" tanya Alan dengan wajah cemberut.
__ADS_1
" Aku semakin mencintai mu Alan. " ucap Sela dengan lembut.
" Sayang, jangan menggodaku ! " ucap Alan.
" Aku berkata dengan jujur Alan, aku tidak menggoda mu ! " jawab Sela dengan tersenyum.
" Kalau begitu mari kita pergi ke KUA dan kita akan segera menikah, jadi aku bisa melakukan apapun terhadap mu, terlebih saat kau menggodaku seperti saat ini. " ucap Alan dengan tegas.
" Ok ! kita akan menikah sekarang, jemput ibuku dan juga anakku. Kita akan menikah dihadapan mereka dan juga dengan restu dari keduanya. " jawab Sela.
" Benarkah ? benarkah yang aku dengar sayang ? " ucap Alan sambil mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Sela.
" Tidak salah ! hanya saja mengapa kau tidak cepat bangkit kemudian menjemput mereka ? mengapa kau malah mendekat begini ?" tanya Sela dengan bingung.
" Sayang, bagaimana aku bisa mengerjakan semua perintah mu jika aku kesusahan berjalan. " jawab Alan.
" Kesusahan berjalan ! mengapa ? " tanya Sela kembali.
" Setelah kita sah menjadi suami istri, kau pasti akan aku hukum karena selalu menyiksaku dan selalu bertanya mengapa ! " jawab Alan.
" Menghukum ku ? " tanya Sela sambil berfikir hukuman apa yang akan Alan berikan.
Sementara Alan perlahan beranjak dari tempat tidur kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Sela yang masih mencoba berfikir dengan ucapan Alan yang akan menghukumnya.
" Sayang mandilah, kemudian kita akan segera Melakukan fitting baju pengantin kita. " ucap Alan setelah keluar dari kamar mandi.
" Ok, tapi aku tidak mempunyai baju untuk ganti. " jawab Sela.
" Tidak masalah, kau tetap cantik meskipun hanya memakai baju tidur seperti ini. " jawab Alan sambil mengedipkan matanya.
Sela hanya menggelengkan kepalanya kemudian berlalu meninggalkan Alan dan segera masuk ke kamar mandi. Sementara Alan segera menghubungi orang-orang kepercayaannya setelah Sela masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" Bagaimana persiapan pernikahanku ?" tanya Alan setelah panggilannya tersambung.
" Sudah 90 persen tuan, kita tinggal meriasnya agar terlihat lebih cantik dan terkesan lebih mewah meskipun ini hanya pernikahan yang sederhana. Dan kita tinggal mengatur keamanannya. ' jawab orang kepercayaan Alan.
" Baiklah perketat keamanannya jangan pernah menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain, meskipun itu orang yang kau percaya. Kau harus memastikan semua sendiri. Silakan lanjutkan pekerjaan mu. " ucap Alan kemudian segera menutup panggilan tersebut.
" Siapa yang harus aku hubungi untuk bisa menjemput Zaqi dan neneknya ? dan dimana Zaqi saat ini ? " batin Alan.
Alan menatap ponselnya kemudian ia menscroll nomor kontak di ponselnya. Ia menatap satu persatu nomor yang tertera di ponselnya. Kemudian ia berhenti pada salah satu nomor, lama ia memperhatikan nomor tersebut.
" Apakah aku harus meminta pertolongannya ? apakah ini waktu yang tepat ? " tanya Alan dalam hati. Ia berfikir cukup lama untuk memutuskan apakah ia akan meminta bantuan kepada seseorang yang hanya akan menolongnya Sekali saja sebagai balas Budi terhadap Alan. Hingga ia tidak mendengar panggilan dari Sela.
" Sayang apa yang kau lihat ?" tiba-tiba Sela berdiri di samping Alan.
" Maaf ... . " ucap Sela saat menyadari bahwa Alan sangat terkejut akan kehadirannya.
" Tidak apa-apa sayang, aku hanya masih berfikir apakah aku harus menghubungi teman lama yang sudah sangat lama tidak bertemu. " jawab Alan.
" Apa yang membuatmu ragu ? " tanya Sela.
" Karena ia adalah orang yang sangat sibuk, bahkan aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. " jawan Alan.
" Kau pasti tau yang terbaik sayang. " ucap Sela.
" Apakah kau sudah siap ? " tanya Alan.
" Sudah, mari kita berangkat ! " jawab Sela dengan penuh semangat.
" Apakah kau tidak keberatan jika kita berpergian hanya menggunakan taksi online ? " tanya Alan untuk memastikan bahwa wanita tidak keberatan.
" Tidak masalah Alan, aku sudah terbiasa pergi menggunakan taksi online, kau juga tau itu. " jawab Sela.
__ADS_1
" Ya aku tau, kau adalah wanita yang sangat sederhana meskipun kau punya segalanya. " ucap Alan sambil tersenyum dan kemudian ia menggandeng tangan Sela dan mengajaknya segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Keduanya berjalan menuju tepi jalan untuk menunggu taksi yang telah Alan pesan.