
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Alan dan Sela datang menghampiri mereka.
" Desi kau harus menjelaskan tentang semua ini ! " ucap Sela yang baru saja datang.
" Sayang sebaiknya kau ucapkan selamat untuk sahabatmu yang akan segera menikah. " ucap Alan dengan lembut.
" Desi selamat ya atas pernikahanmu, ngomong-ngomong kau terlihat sangat cantik." ucap Sela sambil memeluk sahabatnya yang sebentar lagi akan melepaskan status jandanya.
" Terimakasih Sela." ucap Desi dengan sedikit serak karena menangis.
" Kau menangis ? bagaimana jika makeup yang kau gunakan luntur sebelum kalian dinyatakan sah. " ucap Sela sambil tersenyum dan menghapus air mata sahabatnya.
" Mari kita masuk, Sekarang saatnya kami menikah dan kau Alan ku harap sebagai saksi pernikahan kami." ucap Edo.
Kemudian mereka masuk dan menjalani proses pernikahan yang sederhana. Tanpa pesta, tanpa kehadiran keluarga namun pernikahan itu berjalan khidmat dan lancar.
Setelah selesai proses pernikahan mereka dan mereka telah mengantongi bukti pernikahan mereka yang sah baik Dimata hukum Agama maupun di mata hukum Negara.
Mereka meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke apartemen Edo dengan mengendarai mobil mereka masing-masing.
" Sayang kapan kita menyusul mereka ?" ucap Alan saat berada di dalam mobil.
" Setelah Zaqi dinyatakan sembuh total oleh Dokter. Tapi aku tidak mau kau menikahi aku seperti Eso menikahi Desi, meskipun aku janda beranak satu." jawab Sela dengan tegas.
" Tentu sayang ! karena pernikahan kita berbeda dengan mereka. Dan kita memulai hubungan ini dengan cara yang berbeda dengan mereka. " ucap Alan sambil menggenggam tangan Sela dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya mengemudikan mobil.
" Berbeda ? Maksudnya bagaimana ? apa perbedaan awal hubungan kita ?" tanya Sela dengan penasaran.
" Mereka berbeda sayang ! pada umumnya seseorang yang menikah itu, menikah dulu setelah sah baru beradegan panas di atas ranjang. Tetapi mereka berbeda, mereka bercinta dahulu baru menikah." jawab Alan.
" Maksudmu Desi dan Edo melakukan hubungan diluar nikah lalu di grebek oleh warga ?" tanya Sela.
" Tidak seperti itu sayang !" jawab Alan.
" Lalu bagaimana ceritanya ? seingat ku Desi bukanlah wanita yang memiliki kehidupan yang bebas apalagi dengan hubungan badan." ucap Sela.
__ADS_1
" Sayang jika kedua insan yang berbeda jenis kelamin, sama-sama ingin menikmati indahnya surga dunia dan keduanya adalah orang dewasa yang normal, itu bisa saja terjadi, terlepas dari apa yang menyebabkan mereka melakukan hubungan badan itu. " ucap Alan.
" Desi tidak mungkin seperti itu ! " ucap Sela dengan yakin.
Perlahan Alan mengeluarkan ponsel dan mencari sesuatu, setelah menemukannya ia kemudian memutar video tersebut dan menunjukkan kepada Sela. Sela melotot saat melihat adegan panas yang dilakukan oleh sahabatnya itu.
" Tidak mungkin ! apakah selama ini aku slah mengenal Desi ? " tanya Sela sambil menatap wajah Alan.
" Tidak sayang ! ini terjadi bukan atas kemauan mereka, adegan itu terjadi karena kemauan Vio " Jelas Alan.
" Vio ? maksudnya ?" tanya Sela dengan penasaran.
" Kemudian Alan menceritakan kronologi kejadian tersebut hingga ia menerima video tersebut dari Vio sendiri.
" Apa tujuannya Vio melakukan hal gila itu ? dan apa hubungannya dia mengirimkan video tersebut untuk mu ?" tanya Sela lagi.
" Aku kurang tau pasti sayang, mungkin Vio melakukan hal itu terhadap Desi, karena Desi mulai curiga bahwa Vio melakukan kecurangan di Zaqi Bakery dan untuk alasan mengapa dia mengirimkan video tersebut aku belum tau. " jawab Alan.
" Maksudnya Vio adalah salah satu staf di Zaqi Bakery ?" tanya Sela lagi.
" Aku heran saja." jawab Sela asal.
" Mengapa selama ini aku tidak tau bahwa Vio bekerja di perusahaanku ? mengapa Desi tidak pernah menceritakan kepada ku ?" batin Sela.
" Sayang mengapa kau diam ? apakah kau ingin tau juga bagaimana permainan ku di atas ranjang ?" goda Alan.
" Aku akan mengetahuinya saat kita sah menjadi suami istri. " jawab Sela tegas.
" Baiklah sayangku seperti kemauan mu ! tapi setidaknya aku ingin satu ciuman yang hangat, karena sudah lama aku mendapatkannya sehingga aku mengalami susah tidur. " ucap Alan kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Tanpa menunggu persetujuan dari Sela, Alan sudah mencium bibir Sela yang sangat lama ia rindukan. Perlahan Sela membalas ciuman tersebut dan melepaskan kerinduan yang mendalam.
Selama tiga Minggu ini mereka mengesampingkan rasa dihati dan fokus terhadap masalah Zaqi, dan Alan juga harus mengurus perusahaan miliknya.
" Aku begitu merindukan mu sayang. " bisik Alan dan memperdalam ciumannya.
__ADS_1
" Aku juga merindukan mu Alan." ucap Sela dengan suara yang pelan.
Keduanya menikmati ciuman tersebut dan saling melepas kerinduan di hati.
" Alan, Eso dan Desi pasti sudah menunggu kita." ucap Sela setelah Alan mengakhiri ciumannya.
" Tidak sayang, mereka akan merasa terganggu jika kita langsung datang kesana. Apakah kau yakin mereka tidak akan melakukan adegan tersebut setelah mereka sah menjadi suami istri ?" ucap Alan sambil menetralkan hasratnya yang sudah naik.
" Inikan siang hari. " jawab Sela asal.
" Apakah siang hari menghalangi keduanya untuk melakukannya ?" tanya Alan kembali.
Bukanya menjawab pertanyaan Alan Sela malah mencubit pinggang Alan sebagai bentuk untuk menutupi pikiran dan perasaannya.
" Sayang jangan menggodaku, aku sudah sangat tersiksa saat ini." ucap Alan sambil memejamkan matanya yang sedari tadi menahan hasratnya.
" Maaf " ucap Sela saat menyadari bagian bawah Alan sudah menegang dan ingin segera keluar dan beraksi.
" Minumlah ! " ucap Sela sambil menyodorkan air mineral ke arah Alan.
Alan kemudian mengambilnya dan langsung menenggaknya mencoba mendinginkan tubuhnya dari pikiran itu.
Setelah menengguk habis air tersebut, kemudian Alan melakukan mobilnya dan mencari toilet terdengar. Setelah menemukan ia segera turun dan masuk kedalam toilet untuk menuntaskan hasratnya.
Setelah itu ia kembali masuk kedalam mobil dan melakukan mobilnya menuju apartemen Edo.
" Apa yang kau lakukan ?" tanya Sela.
" Aku hanya buang air kecil sayang, bukan membuang yang lainnya. Cairan cintaku hanya akan aku tumpahkan ke dalam rahimmu sayang. Agar tumbuh menjadi seorang anak yang akan menguatkan hubungan antara kita bertiga. " ucap Alan sambil tersenyum menatap Sela.
" Apakah kau yakin dengan ucapanmu ?" tanya Sela lagi.
" Tentu saja aku yakin sayang. Aku akan menyimpannya hanya untuk mu seorang. Karena hanya kamu yang akan aku pilih untuk menjadi ladang yang akan menumbuhkan benih ku. " jawab Alan dengan tegas.
" Alan bagaimana dengan keadaan Zaqi Bakery ?" tanya Sela mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Sejauh yang aku tau, ada sebuah kecurangan yang dilakukan oleh Vio, namun untuk besarannya aku tidak tau, hal itu perlu dilakukan dengan teliti dan harus segera diatasi. Jika tidak pasti perusahaan akan mengalami kebocoran dana yang tidak terkendali. " jawab Alan.