Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 56


__ADS_3

" Vio ! apa yang telah terjadi ? " tanya Alan setelah dekat dengan Vio.


" Apa yang kalian lihat, cepat turunkan aku ! " ucap Vio dengan kesal.


" Menurunkan mu ? tapi aku takut ! " jawab Alan dengan mengejek.


" Kau ! awas saja jika aku terlepas, aku akan membunuhmu ! " ucap Vio.


" Sayang aku takut ! " jawab Alan sambil memeluk tubuh Sela.


" Turunkan Aku, cepat ! " teriak Vio.


" Turunkan ? dimana anak buahmu mengapa kau menyuruh kami ? " jawab Alan.


" Sekarang katakan dimana Desi dan yang lainnya ? " tanya Alan.


" Mereka sudah mati ! " jawab Vio.


" Apa maksudmu ? " tanya Sela.


" Ya, mereka pasti akan segera mati, meskipun Desi bisa menyembunyikan Zaqi, pasti mereka akan menemukan Zaqi dan akan segera membunuhnya setelah di temukan. Karena Desi tidak punya pilihan lain. " jawab Vio dengan tersenyum.


" Tidak ! " Sela berteriak histeris.


" Sayang tenangkan dirimu ! kita akan segera menyelamatkan Zaqi. " ucap Alan mencoba menenangkan Sela.


" Sekarang katakan siapa yang telah menyelamatkan mu dari orang-orangku ? dan katakan siapa yang menjadi dalang semua masalah ini ? " tanya Alan sambil mencengkram wajah Vio.


" Lepaskan ! " ucap Vio sambil meronta-ronta.


" Aku tidak akan melepaskan mu ! sebelum kau tunjukkan di mana Zaqi dan siapa yang telah menyuruhmu melakukan semua hal gila ini. " ucap Alan sambil menguatkan cengkeramannya.


" Aku mohon tolong lepaskan aku, " jawab Vio yang sudah tidak kuat lagi.


" Katakan semua dengan jujur ! " bentak Alan.


" Akan aku katakan, tapi turunkan aku dahulu ! aku ingin muntah dengan posisi terbalik seperti ini. " jawab Vio.


" Tidak akan aku lepaskan sebelum kau menceritakan semuanya dengan jujur. " jawab Alan sambil perlahan menjauh dari Vio.

__ADS_1


" Sela tolong aku, ku mohon. " ucap Vio.


" Alan, segera hubungi polisi. Jangan sampai kita yang terkena getahnya. " ucap Sela sambil membuang mukanya ke segala arah.


" Tidak ! aku mohon jangan laporkan ke polisi, aku akan menceritakan semuanya setelah kalian menurunkan aku. " jawab Vio dengan panik.


Alan segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Edo. Alan menceritakan semuanya.


" Kau menghubungi siapa " tanya Vio.


" Kau menghubungi Edo ? Kau salah menghubungi seseorang ! " ucap Vio.


" Apa maksudmu ?" tanya Sela.


" Tuan segera menjauh dari rumah Desi. Disini tidak aman, sebentar lagi akan ada yang akan datang untuk menyelamatkan Vio. Saat ini kita masih belum tau siapa kawan dan siapa lawan. " ucap salah satu orang kepercayaan Alan.


" Kau benar ! mari kita pergi dari sini. " ucap Alan sambil menggandeng tangan Sela.


Mereka segera menjauh dari tempat tersebut, dan dengan cepat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Sayang kau harus kuat ! jangan berfikir negatif. " ucap Alan sambil menggenggam tangan Sela.


" Aku akan berusaha untuk kuat, demi Zaqi. " ucap Sela.


" Edo pasti menolong kita, dia adalah sahabat dekatku. Mungkin Edo menyekap Dewi untuk mengetahui keberadaan Zaqi. " jawab Alan.


" Tapi yang kami dengar dari ucapan anak buah tuan Edo, tuan Edo akan menggunakan tuan muda untuk umpan anda dan nona tuan. Tapi mungkin kami yang salah dengar. Mungkin anda lebih mengenal tuan Edo. "


" Namun kita harus tetap waspada tuan, jangan sampai salah mengambil keputusan dan mempercayai orang lain dengan kepercayaan penuh tuan. " ucap pria tersebut.


" Kau benar ! lalu dimana Zaqi ? " tanya Alan.


" Saat kami telah tiba di rumah ibu Dewi, Zaqi sudah tidak ada di rumah tersebut, lalu datang anak buah tuan Edo uang membawa Bu Dewi dan memasang perangkap yang mungkin untuk anda dan nona."


" Tak lama kemudian kami melihat mang Dadang dan juga orang-orangnya datang dan kedua kubu saling menyerang. "


" Setelah mengetahui bahwa tuan muda sudah tidak bersama dengan ibu Dewi, mang Dadang pergi bersama anak buahnya meninggalkan rumah tersebut. "


" Kemudian saya membagi dua orang kita, sebagian mengikuti mang Dadang dan sebagian lagi mengikuti anak buah tuan Edo, agar kita bisa mengetahui keadaan di kedua pihak. " jelas pria tersebut.

__ADS_1


" Kerja yang bagus ! Sekarang dimana posisi mang Dadang dan orang-orangnya ? " tanya Alan.


" Kita pergi untuk menyusul mang Dadang dan terus pantau keadaan diman Dewi di sekap ! " ucap Alan.


" Baik tuan kita akan segera ke lokasi yang telah dikirim oleh orang-orang kita. " jawab pria tersebut sambil melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Alan apakah kau percaya kepada Edo ? " tanya Sela.


" Ya, karena dia adalah sahabatku sejak di bangku SMA. " jawab Alan.


" Dan apakah kau juga percaya dengan mang Dadang yang telah bersamamu sejak masih kecil ? atau kau juga percaya dengan Bu Dewi yang juga sahabatmu ? tanya Sela kemudian.


" Dewi memang sahabatku, namun ia terbukti menculik Zaqi dari kita, dan mang Dadang ... . " ucap Alan terhenti kemudian ia menghela nafasnya.


" Dan mang Dadang ? " tanya Sela melanjutkan ucapn Alan yang tergantung.


" Entahlah. " ucap Alan sambil menyandarkan tubuhnya.


" Dari ketiga orang tersebut siapa yang paling kamu curigai ? " tanya Sela kembali.


Namun Alan hanya menghembuskan nafasnya tanpa melihat atau menjawab pertanyaan Sela.


" Tuan di depan terlihat Bram dan anak buah tuan Edo ! kita ikuti atau kita ke lokasi mang Dadang ? " tanya pria tersebut.


" Kita ikuti Bram karena mungkin ia ada kaitannya dengan Zaqi. Lalu apakah polisi belum menangkapnya ? " tanya Alan.


" Bram kabur dari penangkapan dengan bantuan seseorang. Dan orang tersebut menggunakan mobil dari perusahaan anda tuan. Saat orang tersebut kami tangkap ia mengaku hanya di suruh membawa mobil tersebut untuk menjemput seseorang. "


" Yang ternya orang tersebut adalah Bram yang sedang di grebek oleh polisi. Orang tersebut berhasil membebaskan Bram dan menerima bayaran yang tinggi, sekitar 500 juta." jelas pria tersebut.


" Apakah kau tau siapa yang menyuruh orang tersebut ? " tanya Alan.


" Orang tersebut adalah OB di perusahaan anda tuan, dan kami sudah menangkapnya. " jelas pria tersebut.


" Lalu ? " tanya Alan lagi.


" Dari penjelasan OB tersebut ia hanya disuruh memberikan surat kepada orang yang menolong Bram dan ia mendapatkan bayaran sebesar 1 juta. Dan cek yang di terima OB anda di tandatangani oleh ... . " ucap pria tersebut terhenti saat ada sebuah mobil yang menghadang jalannya.


" Tuan jaga nona, saya akan mengurus diluar. Ada yang menghadang perjalanan kita. " ucap pria tersebut.

__ADS_1


" Ada apa ? apa yang terjadi ? " tanya Sela dengan panik.


" Sayang jangan takut ! ada aku disini. Aku akan melindungimu dengan nyawaku. Berhati-hatilah dan jangan bertindak gegabah serta tetap bersamaku. " ucap Alan mencoba menenangkan Sela yang sudah mulai pucat.


__ADS_2