Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 25


__ADS_3

Di bawah cahaya Senja, dua sejoli yang saling melepas kerinduan saling memeluk, saling mencium melepaskan segala rasa yang terpendam.


Keduanya berpelukan erat seakan enggan untuk melepaskan pelukannya, kerinduan yang selama ini mereka pendam seakan ingin mereka tuntaskan saat itu juga.


" Sela aku sangat merindukanmu dan aku sangat mencintaimu " ucap Alan tanpa melepaskan pelukannya.


" Aku juga mencintaimu Alan " jawab Sela


Alan menatap wajah Sela yang semakin terlihat cantik di bawah cahaya senja, perlahan Alan mencium kening Sela dan menempelkan keningnya dengan kening Sela.


Drt dtr drt


Terdengar suara ponsel Sela yang berdering beberapa kali.


" Angkatlah sayang mungkin penting " ucap Alan


Perlahan Sela mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tersebut. Setelah mendengar suara dari ponselnya. Wajah Sela berubah menjadi sangat khawatir.


" Alan, ibu menelpon beliau bilang bahwa Zaqi sakit tolong antar aku pulang, aku harus segera membawa Zaqi ke rumah sakit " ucap Sela dengan suara yang bergetar.


" Baiklah ayo kita segera pulang " jawab Alan.


Kemudian keduanya segera masuk ke dalam mobil, dengan cepat Alan melajukan mobilnya menuju rumah Sela.


" Alan bisakah kau lebih cepat sedikit " ucap Sela


" Ini sudah cepat sayang, sabarlah sedikit kita pasti segera sampai dan yakinlah bahwa tidak akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Zaqi " jawab Alan mencoba menenangkan Sela sambil tetap fokus dengan kemudinya.


" Alan aku sangat takut " jawab Sela


" Tenanglah " ucap Alan sambil menggenggam tangan Sela


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah Sela namun Zaqi sudah dibawa oleh Bu Nur ke rumah sakit atas bantuan dari tetangga.


Setelah mengetahui alamat rumah sakit tempat Zaqi di bawa, Alan dengan cepat melajukan mobilnya menuju alamat tersebut.


Setelah sampai keduanya menuju ruang UGD dimana terlihat Bu Nur yang duduk di kursi tunggu dengan berurai air mata.

__ADS_1


" Ibu bagaimana keadaan Zaqi ? " tanya Sela setelah duduk di samping ibunya.


" Zaqi masih di dalam sedang diperiksa oleh dokter " jawab Bu Nur


Ketiganya menunggu dengan pikiran masing-masing, Sela berjalan mondar mandir menunggu kabar dari dokter.


" Sayang tenanglah, duduklah di sini aku akan membeli minuman untuk kalian " ucap Alan sambil mendekati Sela setelah itu ia berlalu meninggalkan tempat tersebut.


Setelah beberapa saat Alan kembali membawa kantong kresek berisi makanan dan minuman.


" Ibu makanlah, ibu harus menjaga kesehatan demi kami semua " ucap Alan sambil meyocodorkan sekantong makanan.


" Terima kasih nak Alan " ucap Bu Nur sambil menerima bungkus tersebut.


" Alan kenapa dokter lama sekali " ucap Sela sambil menatap ruang UGD di depannya.


" Sabarlah dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk Zaqi " ucap Alan mencoba menenangkan Sela.


Setelah lama menunggu akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka dan dokter yang menangani Zaqi keluar menghampiri mereka.


" Orang tua Zaqi " ucap dokter tersebut.


" Mari ikut keruangan saya untuk menjelaskan kondisi pasien " ucap dokter tersebut kemudian melangkah menuju ke ruang kerjanya di ikuti oleh Alan dan Sela.


" Apakah kondisi Zaqi sangat kritis sehingga kita harus ke ruangan dokter tersebut " ucap Sela dengan khawatir.


" Tenanglah sayang, kita akan tau setelah kita sampai dan mendengarkan penjelasan dokter itu " jawab Alan sambil menggandeng tangan Sela.


" Silakan duduk tuan dan nyonya " ucap dokter tersebut setelah mereka sampai di ruangan dokter tersebut.


Alan dan Sela kemudian mereka duduk berhadapan dengan sang dokter untuk mengetahui bagaimana keadaan Zaqi sebenarnya.


" Dokter bagaimana keadaan anak saya " ucap Sela


" Sebelumnya saya minta maaf tuan dan nyonya, apakah selama ini anak anda sering mengkonsumsi narkoba atau semacamnya ? " tanya dokter tersebut.


" Maksudnya bagaimana dokter ? anak saya tidak pernah mengkonsumsi barang terlarang tersebut ! " jawab Sela.

__ADS_1


" Maaf nyonya tapi dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, anak anda mengkonsumsi barang tersebut. Mungkin dari makanan atau dari minuman yang di beli atau ada orang yang sengaja membuat anak anda sebagai pencandu " jawab dokter tersebut.


" Tidak ! Anda pasti salah dokter " tegas Sela.


" Maaf dokter bisa anda jelaskan bagaimana sebenarnya kondisi anak kami ? dan bagaimana tindakan yang harus kami lakukan ? untuk masalah ini ?" tanya Alan sambil menggenggam erat tangan Sela.


" Begini tuan, dari hasil pemeriksaan kami, anak anda over dosis obat-obat terlarang tersebut, hal itu yang membuat anak Anda pingsan dengan mulut berbusa ... " dokter tersebut menjelaskan keadaan Zaqi panjang lebar.


" Tidak ! tidak mungkin ! " teriak Sela sebelum akhirnya ia pingsan dan terjatuh di lantai. Dengan cepat Alan menggendong tubuh Sela.


" Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk anak kami dan tolong tempatkan di ruang VIP, berapapun biayanya akan saya bayar yang penting anak kami selamat dan bisa sehat seperti sebelumnya " ucap Alan sebelum meninggalkan ruangan tersebut untuk memeriksakan kondisi Sela.


Setelah di periksa oleh dokter Sela di tempatkan di ruangan bersebelahan dengan Zaqi atas permintaan Alan.


Setelah beberapa saat akhirnya Sela membuka kedua matanya, dan menatap sekeliling ruangan. Dengan perlahan ia bangkit untuk mencari anaknya.


" Sayang jangan paksakan dirimu seperti itu " ucap Alan sambil menahan tangan Sela


" Alan aku ingin melihat keadaan anakku " jawab Sela dengan derai air mata.


" Sayang Zaqi belum siuman, lebih baik kamu pulihkan kesehatanmu dahulu baru kemudian melihat Zaqi "


" Bagaimana caranya kamu akan merawat Zaqi dengan kondisi yang seperti ini ? Zaqi sekarang ditemani oleh ibu " jawab Alan


" Alan bagaimana bisa Zaqi menjadi seperti ini, aku tidak mau kehilangan anakku " ucap Sela sambil menangis.


Perlahan Alan memeluk tubuh Sela dan mendekapnya.


" Jangan berfikir yang macam-macam, percayalah semua akan baik-baik saja " ucap Alan mencoba menenangkan Sela


Sementara Sela masih menangis dalam dekapan Alan. Baru saja ia merasa bahagia karena pujaan hatinya telah kembali, namun sekarang ia harus bersedih karena kondisi putranya.


" Kamu harus kuat sayang, kita akan menghadapi semua ini bersama. Kita pasti bisa menyembuhkan Zaqi. Aku akan mencari dokter yang hebat jika perlu akan aku datangkan dari luar negeri agar Zaqi segera pulih " ucap Alan


" Terimakasih Alan, aku sangat takut kehilangan anakku " ucap Sela yang masih menangis dalam dekapan Alan. Alan semakin mengeratkan pelukannya agar wanita kesayangannya bisa lebih tenang.


" Sekarang hapus air matamu, kamu harus kuat demi Zaqi " ucap Alan sambil perlahan melepaskan dekapannya dan perlahan menghapus air mata yang membasahi pipi wanitanya.

__ADS_1


" Terimakasih untuk semuanya Alan, aku memang harus bangkit demi Zaqi. Aku akan melakukan apapun demi Zaqi " jawab Sela sambil terisak-isak.


" Yakinkan hatimu bahwa semua akan baik-baik saja, kita harus berdoa dan melakukan yang terbaik untuk Zaqi " jawab Alan sambil menggenggam erat kedua tangan Sela untuk menguatkan wanita pujaan hatinya. Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


__ADS_2