Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 7


__ADS_3

Sepulang dari bekerja Sela membantu Desi di toko rotinya. Sela selalu mencoba membuat varian baru untuk melengkapi daftar menu tokonya.


Perjuangan dan usaha Sela membuahkan hasil, toko yang didirikan menjadi semakin ramai, Sela menambah beberapa karyawan untuk meringankan pekerjaan Desi Dan juga Sela.


" Sela bisa minta tolong ?" tanya Desi ketika Sela mau melangkah pulang.


" Bisa apa yang bisa saya bantu. " tanya Sela.


" Ini ada pesanan kue yang perlu di antar ke jalan xxs, kebetulan kurir yang seharusnya mengantarnya lupa membawa." ucap Desi.


" Ok ... biar saya yang antar! " ucap Sela.


" Terimakasih maaf merepotkan." ucap Desi.


" Jangan begitu dalam hal pekerjaan kita harus saling membantu dan saling meringankan. Jangan menjadikan sesuatu itu sebagai beban " ucap Sela kemudian ia memanggil taksi untuk mengantar kue tersebut.


" Aku memang harus memikirkan kendaraan untuk memudahkan aku dalam melakukan berbagai pekerjaan yang harus ditempuh dengan kendaraan seperti ini." Batin Sela.


Setelah beberapa saat akhirnya Sela sampai di tempat tujuan. Sela memeriksa kembali alamat yang diberikan oleh Desi, Setelah itu ia. berjalan menuju alamat tersebut. Setelah itu ia mengetuk pintu.


Tok tok tok!


Permisi ... kebetulan pintu terbuka jadi Sela langsung berdiri di depan pintu.


" Mau apa kamu kemari ? " tanya Dani dan istri mudanya sambil melangkah mendekati Sela.


" Maaf mas jangan menganggu, aku cuma mau mengantar pesanan ini." jawab Sela.


" Apakah ini rumah mas Dani yang baru ? kalau memang benar berati ia telah sukses atau mungkin istri mudanya adalah orang yang kaya. " batin Sela.


" Oh ternyata sekarang kamu menjadi kurir pengantar kue. " Sinis Dani.


" Apa ada yang salah ?" jawab Sela cuek.


" Tidak salah itu memang pekerjaan yang pantas kamu dapatkan atau kamu hanya mampu menjadi seorang kurir ? ucap Dani.


" Maaf apakah mas Dani pemilik rumah ini ?" tanya Sela.


" Emangnya kenapa ? kamu tidak suka ?" tanya Dani.


" Bukan tidak suka saya hanya mengantarkan pesanan dan saya mau mengambil uangnya sekalian. " jawab Sela.


" Silakan bawa pergi barang yang menjijikkan ini. " tiba-tiba istri Dani melangkah sambil mendorong Sela dengan kuat dan menyebabkan Sela Jatuh dan kue yang ditangannya jatuh.


Tak cukup sampai disitu Dani dan istrinya menginjak-injak kue tersebut.


" Pergi dari sini saya tidak Sudi memakan apalagi harus membayar kue tersebut." usir mereka.

__ADS_1


" Kalian benar-benar keterlaluan !? " ucap Sela sambil menahan marahnya.


Sementara ada seseorang yang memperhatikan kejadian tersebut dari pintu gerbang.


Pada saat Sela mencoba mengambil kue yang sudah berantakan tiba-tiba orang tersebut mendekat dan membantu Sela membereskan kue-kue tersebut.


" Biar saya bayar kue-kue ini. " ucap Pria tersebut sambil membantu Sela.


Sela melihat seseorang yang ada di depannya. Sosok yang yang begitu tampan dengan tatapan yang begitu sejuk.


" Terimakasih atas bantuannya." ucap Sela.


" Tidak masalah." jawab pria tersebut.


Setelah selesai Sela melangkah meninggalkan rumah tersebut.


" Tunggu ! " ucap Pria tersebut.


" Ini ambillah " pria tersebut mengeluarkan sejumlah uang seratus ribuan.


" Maaf tuan ini terlalu banyak. " jawab Sela mencoba menolaknya.


Namun pria tersebut tetap memberikan uang tersebut, kemudian melangkah dan masuk kedalam rumah dimana ada Dani dan istrinya.


Sementara Sela pergi meninggalkan tempat tersebut dan segera pulang.


" Kenapa lama sekali kasian ibu dan Zaqi pasti mereka cemas karena aku belum sampai di rumah" ucap Sela.


Setelah lama menunggu akhirnya ada taksi yang melintas dan Sela segera menghentikannya. Kemudian taksi tersebut melaju dengan kecepatan sedang.


" Pak bisa berhenti di minimarket terdekat, saya mau membeli sesuatu terlebih dahulu " ucap Sela.


" Baik Bu. " ucap sopir taksi tersebut.


Setelah sampai Sela segera keluar untuk membeli beberapa barang pesanan Zaqi setelah itu ia berjalan menuju ke kasir.


" Hai kita ketemu lagi. " ucap seseorang yang sudah berdiri di belakang Sela sambil ikut mengantri.


" Hai " ucap Sela sambil tersenyum.


" Kenalkan saya Alan. " ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.


" Sela " jawab Sela sambil menjabat tangan pria tersebut.


Setelah berbincang sebentar kemudian melangkah meninggalkan Alan.


Ke selokan paginya Sela berangkat ke tempat kerjanya, sambil membawa hasil laundry dari beberapa teman-temannya. Setelah memberikan semua ke para pelanggannya Sela menuju ke kantor untuk bekerja seperti biasa.

__ADS_1


" Sela ditunggu Bu Dewi di ruang personalia." ucap salah satu temannya.


" Ok terimakasih. " jawab Sela kemudian ia menuju ruang personalia.


Tok tok tok


" Selamat pagi Bu. " ucap Sela.


" Sela silakan masuk. " jawab Bu Dewi.


" Sela ini langsung saja ya Hari ini CEO perusahaan kita datang dan ingin melihat laporan keuangan perusahaan kita, dan kebetulan Bu Hani ijin hari ini. Jadi bisakah kau membuat laporan keuangan ?" tanya Bu Dewi setelah Sela duduk.


" Baik Bu akan saya kerjakan. " jawab Sela.


" Ok saya harap nanti jam 13.00 laporan tersebut sudah selesai, karena kita akan meeting dan nanti sekalian Sela yang memp.resentasikan laporan keuangan." jelas bu Dewi


" Baik Bu. " jawab Sela.


Setelah Sela meninggalkan ruang tersebut, Sela segera membuat laporan keuangan yang di minta sekaligus menyiapkan presentasi keuangan yang diminta oleh Bu Dewi.


Sela mengerjakan tugas penuh dengan konsentrasi. Sela berusaha agar tidak mengecewakan semua rekannya di bagian keuangan. Setelah selesai Sela melihat jam ternyata sudah pukul 12.15 Sela menghela nafas kemudian ia membuka bekal makan siangnya.


Sela menyantap makan siangnya tanpa meninggalkan tempat, sambil mencoba mengecek kembali pekerjaannya.


Setelah Selesai dan yakin dengan pekerjaannya. Sela menyimpan dan mengcopy laporan tersebut ke flashdisk kemudian ia bangkit meninggalkan mejanya Dan melangkah menuju ke Mushola.


Setelah ia berlalu ada seseorang yang masuk dan membuka komputernya dan mencari sesuatu. Setelah ketemu dengan ia menghapus laporan keuangan yang telah Sela kerjakan kemudian ia Hapus Laporan tersebut. Setelah itu orang tersebut meninggalkan tempat tersebut.


Setelah selesai Sela kembali menuju meja kerjanya dan beristirahat sejenak kemudian ia membawa laporan keuangan yang sudah ia siapkan kemudian ia melangkah menuju ruang meeting bersama staf kantor yang lainnya.


" Sela bagaimana ? Sudah siap ? " tanya Bu Dewi saat bertemu dengan Sela.


" Sudah Bu. " jawab Sela sambil tersenyum.


" Baiklah jangan kecewakan saya " jawab Bu Dewi kemudian melangkah menuju tempat duduknya dan di ikuti oleh yang lainnya.


" Selamat siang semua " ucap seseorang yang tiba-tiba masuk keruang tersebut.


" Selamat siang pak. " jawab mereka semua.


Setelah orang tersebut duduk, Bu Dewi memulai meeting.


" Bukankah itu mas Alan apakah dia CEO perusahaan ini ? " batin Sela.


" Sela silakan laporkan bagaimana keuangan perusahaan kita " ucap Bu Dewi.


" Baik Bu. " ucap Sela.

__ADS_1


__ADS_2