Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 11


__ADS_3

Seperti biasanya Sela mengantarkan Zaqi ke sekolah, setelah itu ia baru berangkat bekerja sebagai sekretaris Alan. Dan kebetulan hari ini Alan ada jadwal bertemu dengan kliennya untuk membahas kontrak kerja sama dengan perusahaannya.


" Selamat pagi tuan. " ucap Sela sambil menyapa Alan yang baru datang ke kantornya.


" Selamat pagi Sela apa saja jadwalku hari ini. " tanya Alan.


" Nanti pukul 09.00 anda ada meeting bersama para pemegang saham, kemudian setelah makan siang Anda ada meeting dengan perusahan Q company untuk membahas kerja sama yang mereka tawarkan."


" Semua berkas sudah saya siapkan di atas meja tuan, apakah ada lagi yang anda butuhkan tuan ?" tanya Sela kemudian.


" Tidak terimakasih, nanti jika saya memerlukan bantuan saya akan memanggilmu." jawab Alan kemudian ia melangkah masuk ke ruangannya.


Setelah Alan masuk Sela melanjutkan pekerjaannya seperti biasanya.


" Sela proposal untuk pembangunan perusahaan baru kita, sudah disetujui oleh pihak kontraktor dan mereka setuju dengan harga yang kita tawarkan." pesan teks dari Desi.


" Baiklah apakah ada sesuatu yang perlu saya kerjakan ?" balas Sela.


" Iya nanti malam pihak kontraktor meminta agar kita bisa membahas masalah kerja sama kita sekaligus makan malam. Apakah kamu ada waktu ?" tanya Desi.


" Ok aku akan mengusahakannya. jam berapa jadwalnya ? " jawab Sela.


" Pukul 19.00 di cafe cerita, aku akan menemanimu." balas Desi.


" Ok sampai bertemu nanti malam. " balas Sela kemudian ia melanjutkan pekerjaannya.


" Sela tolong siapkan laporan keuangan selama 3 bulan terakhir. " ucap Alan yang sudah berdiri di depan meja Sela.


" Baik tuan apakah ada lagi tuan. " tanya Sela.


" Nanti temani saya bertemu dengan wakil Q Company, sekalian kita makan siangnya di luar. " ucap Alan.


Sebelum Sela menjawab Alan sudah berlalu dari hadapan Sela. Sela hanya bisa menghela nafas menatap punggung pimpinannya.


Setelah itu ia sibuk menyiapkan laporan keuangan yang di minta Alan untuk bahan tambahan saat meeting dengan para pemegang saham.


Tok tok tok


" Masuk. " jawab Alan dari dalam.

__ADS_1


" Permisi tuan Ini berkas keuangannya tuan. " ucap Sela setelah masuk dan menghadap Alan.


" Terimakasih atas bantuannya." ucap Alan sambil tersenyum.


" Baik tuan saya permisi Anda masih punya waktu 30 menit untuk mempelajari laporan tersebut sebelum meeting. " ucap Sela kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Sela kamu memang bisa di andalkan." Alan tersenyum sambil mempelajari laporan keuangan yang dibuat oleh Sela.


Setelah beberapa jam akhirnya Alan dan Sela menuju tempat yang telah disetujui untuk membahas kontrak bersama Q Company.


" Sela silakan pesan makanan dan minuman, kita akan makan siang disini sambil menunggu kliennya datang. " ucap Alan setelah duduk di sebuah restoran yang kebetulan tempat untuk bertemu dengan kliennya.


" Baik tuan anda ingin memesan apa ?" tanya Sela.


" Terserah kamu, saya bukan tipe orang yang pilih-pilih makanan. " jelas Alan.


Setelah itu Sela memesan makanan dan minuman untuk makan siang mereka. Dan tak lama kemudian pesanan datang.


" Mari makan " ucap Alan kemudian mereka makan dalam suasana hening.


" Sela bagaimana kabar keluarga kamu ? apakah baik-baik saja ?" tanya Alan setelah selesai makan.


" Maaf jika saya bertanya soal pribadi tetapi jika keadaan keluarga kita sangat mempengaruhi kinerja kita. " ucap Alan.


" Dulu di saat saya masih memiliki ibu, maka keadaan saya, semangat saya jauh lebih bagus dari sekarang. "


" Saya bisa berada di titik ini tak lepas dari peran seorang ibu." jelas Alan. Sementara Sela setia mendengarkan.


" Ibu tuan pasti sangat beruntung memiliki putra seperti anda tuan. " ucap Sela.


" Aku justru yang beruntung memiliki ibu seperti beliau. "


" Beliau tak kenal lelah demi bisa menghidupi saya sejak ayah meninggalkan kami. Ibu berjualan kue dengan berjalan kaki."


" Panas hujan dan lelahnya tidak beliau hiraukan, belum lagi perlakuan kasar dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. " ucap Alan.


Ada sebuah kesedihan yang gambar dari wajah tampannya.


" Untuk itu Sela jangan pernah menyerah dan putus asa dalam menggapai mimpi, jika ibu saya mampu pasti kamu juga mampu. " ucap Alan sambil memotivasi.

__ADS_1


" Terimakasih tuan. " jawab Sela dengan tersenyum manis.


"Kenapa aku jadi ngomongin soal ini, padahal aku hanya ingin punya topik lain agar bisa lebih dekat dengan Sela. " batin Alan.


" Sela apa yang bisa saya lakukan agar bisa lebih dekat denganmu ? kau begitu sempurna. " tanya Alan dalam hati.


" Tuan itu mereka sudah datang, mari kita juga menuju ruang VIP yang sudah kita pesan. " ucap Sela menghancurkan khayalan Alan.


Kemudian mereka berjalan meninggalkan bangku mereka dan menuju ruang VIP bersama kliennya.


Saat membahas masalah kontrak kerja sama, Alan kehilangan fokus ia lebih memperhatikan keanggunan dan kecantikan Sela yang begitu alami.


Untung saja Sela bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik, meskipun Alan kurang konsentrasi. Dan akhirnya kontrak tersebut berhasil di tanda tangani.


Setelah selesai Alan dan Sela kembali menuju perusahaan, selama dalam perjalanan keduanya tampak diam.


Alan berhenti di depan mini market untuk membeli beberapa makanan ringan dan beberapa minuman. Sela tetap setia menemani sekaligus ia membeli beberapa barang.


Tanpa sengaja Alan menjatuhkan beberapa barang karena kurang hati-hati dan matanya sibuk mencari keberadaan Sela.


Pada saat yang sama terdengar suara Dini yang menghina Sela, pada saat Sela akan membayar belanjanya.


" Jangan-jangan baju yang kamu kenakan adalah baju dari pelanggan laundry ? kalau mau tampil modis modal sendiri dong jangan cuma bisanya pinjam. " ejek Dini yang berdiri di antrian kasir.


" Apa maksudmu ?" tanya Sela.


" Maksud saya seorang kurir kue dan seorang kurir Laundry mana bisa membeli pakaian yang bagus jika bukan dari hasil pinjam untuk mendukung penampilan. " ucap Dini dengan sinis.


" Saya tidak perlu pinjam sesuatu untuk menunjang penampilan saya. " jawab Sela santai.


" Oya benarkah ? lalu dari mana seorang kurir sepertimu bisa mendapatkan uang untuk membeli baju yang bagus." ucap Dini sambil mencibir.


" Yang pasti membeli dengan hasil keringat sendiri bukan dari hasil korupsi. " jawab Alan yang muncul dan berdiri di samping Sela.


" Tuan Anda. " Dini menggantung ucapannya.


" Ya seperti yang kamu lihat, Sela adalah sekertaris saya yang baru, dia menggantikan sekertaris saya yang hanya bisa mengkorupsi uang perusahaan demi untuk menunjang penampilan dan kehidupannya bersama dengan suami orang. " ucap Alan yang langsung membungkam mulut Dini.


Tanpa bisa menjawab Dini segera membayar belanjanya kemudian ia cepat-cepat meninggalkan Alan dan juga Sela.

__ADS_1


" Sialan Sela sudah menjadi sekertaris Alan, ternyata ia merebut posisiku. Aku harus segera mencari batu loncatan baru, agar bisa menandingi Sela. Aku harus menggunakan tubuh seksi ini untuk segera mendapatkan pekerjaan yang bagus." ucap Sini dengan penuh amarah.


__ADS_2