Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 29


__ADS_3

" Selamat siang tuan dan nyonya. " ucap Perawat yang datang menemui Alan dan Sela.


" Selamat siang. " jawab Alan


" Maaf tuan persiapan untuk perpindahan pasien atas nama Zaqi sudah siap, silakan menyelesaikan administrasi dan kami akan mengantarkan pasien ke Rumah Sakit tujuan. " jelas Perawat tersebut.


" Baiklah, saya akan menyelesaikan administrasinya dan tolong berikan yang terbaik." jawab Alan.


" Lalu bagaimana dengan keadaan ibu saya ?" tanya Sela.


" Beliau sudah sadar dan sedang diperiksa oleh Dokter, untuk memastikan tidak ada masalah dengan kesehatannya. " jawab perawat tersebut.


" Jika tidak ada lagi yang ditanyakan saya permisi Tuan dan Nyonya. " ucap Perawat tersebut kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.


" Sayang aku akan mengurus administrasi perpindahan Zaqi, apakah kau mau ikut atau mau menemui ibu ?" tanya Alan dengan lembut.


" Kemanakah Zaqi akan dipindahkan ?" tanya Sela.


" Zaqi harus direhabilitasi di Rumah Sakit yang memang menangani pasien yang kecanduan obat-obatan terlarang itu, agar bisa ditangani dengan tepat sehingga mempercepat kesembuhannya. " jawab Zaqi.


" Di rehabilitasi ?" tanya Sela sambil terduduk di sofa karena terkejut.


" Sayang kamu harus kuat, setelah keadaan Zaqi membaik kita akan merawatnya di Rumah dan akan melakukan rawat jalan. Zaqi harus di bersihkan dari obat-obatan berbahaya itu demi masa depannya. " ucap Alan mencoba menguatkan Sela.


" Iya Zaqi harus segera sembuh dan melanjutkan perjalanan hidup yang masih panjang. " jawab Sela dengan tatapan mata yang kosong.


" Sayang lihat aku. " ucap Alan sambil meraih wajah Sela dan menatap wajah Sela secara inten.


" Yakinkan hatimu bahwa semua akan baik-baik saja. Jangan pernah lelah untuk melakukan yang terbaik untuk anak kita. Jangan merasa sendiri karena ada aku yang akan setia menemani setiap jejak langkahmu. " ucap Alan.


" Terimakasih Alan. " jawab Sela dengan mata yang berkaca-kaca.


" Jangan menangis, hapus lah air mata di wajah cantik mu. Jangan biarkan ia menetes. Jangan ada air mata kesedihan lagi sayang. " ucap Alan sambil mengusap air mata Sela.


Sela mengangguk dan memeluk tubuh Alan. Setelah puas perlahan Sela melepaskan pelukannya.


" Alan aku akan menemui ibu. " ucap Sela.


" Baiklah tapi jangan pernah terlihat lemah di depan ibu, kasian beliau sudah tua. Seharusnya beliau tinggal menikmati hidup."

__ADS_1


" Aku akan mengurus administrasi perpindahan Zaqi. Nanti kalau sudah beres aku akan menemui kalian. " ucap Alan.


" Ayo. " ucap Alan sambil menggandeng tangan Sela dan mengantarkan Sela sampai depan pintu ruang Bu Nur dirawat.


" Masuklah temui ibu, hibur beliau agar tidak khawatir lagi dengan keadaan kalian berdua. " ucap Alan kemudian berlalu meninggalkan Sela yang masih berdiri di tempatnya.


Setelah bayangan Alan tidak terlihat lagi, perlahan Sela masuk menemui ibunya.


" Ibu bagaimana keadaan ibu ? " tanya Sela sambil berjalan menghampiri ibunya yang masih terbaring.


" Sela. " ucap Bu Nur sambil terisak-isak.


" Ibu jangan sedih, semua akan baik-baik saja. " ucap Sela dengan lembut.


" Bagaimana Zaqi bisa seperti ini ? ibu sangat takut. " ucap Bu Nur dengan khawatir.


" Entah Sela juga tidak tau Bu, tapi Zaqi akan kita pindahkan dan akan di rehabilitasi agar cepat sembuh. " jawab Sela.


" Rehabilitasi ? " tanya Bu Nur. Sementara Sela hanya menganggukkan kepalanya.


" Ibu jangan khawatir, sebentar lagi Zaqi akan sembuh. " ucap Sela mencoba menyakinkan ibunya meskipun ia sendiri merasakan kekhawatiran dan ketakutan lebih dari siapapun.


" Alan masih mengurus administrasi kepindahan Zaqi Bu. Zaqi akan di pindahkan dari Rumah Sakit ini agar mendapatkan penanganan yang tepat. " jawab Sela.


" Sayang aku akan ikut mengantar Zaqi, kamu mau ikut atau disini menemani ibu ?" tanya Alan setelah sampai di dalam.


" Ikutlah Sela, biar ibu disini ada perawat dan Dokter yang akan menjaga ibu. Kasian Zaqi saat ini dia sangat membutuhkan kamu. " ucap Bu Nur.


" Ibu yakin ? tidak apa-apa jika kami tinggal ? " tanya Alan meyakinkan.


" Iya nak, ibu tidak apa-apa sebentar lagi juga ibu pasti baikan, dan akan segera menemani cucu ibu. " jawab Bu Nur.


" Kalau begitu kami permisi dulu Bu. " ucap Sela sambil mencium tangan Bu Nur.


Alan dan Sela mengikuti mobil yang membawa Zaqi menuju Rumah Sakit tempat Rehabilitasi para pencandu narkoba. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit yang di tuju.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Zaqi dibawa diruang perawatan. Dan segera ditangani oleh Dokter.


" Dokter bagaimana keadaan anak saya ? " tanya Sela setelah Dokter selesai memeriksa keadaan Zaqi.

__ADS_1


" Mari ikut di ruangan saya " ucap Dokter tersebut dan di ikuti oleh Alan dan Sela.


" Dokter tolong jelaskan bagaimana keadaan anak saya dan bagaimana bisa anak seusianya mendapatkan barang haram itu ? " tanya Sela setelah duduk di ruangan Dokter tersebut.


" Para pengedar Narkoba itu mempunyai banyak cara untuk mempengaruhi mangsanya. Untuk anak seusia Zaqi biasanya diberi minuman atau makanan yang mengandung obat-obatan terlarang tersebut. "


" Misalanya pada saat anak-anak bermain lari-lari pasti mereka merasa kehausan, pada saat itulah para pengedar akan menawarkan barang haramnya berupa minuman yang sudah dicampur dengan obat-obatan terlarang tersebut. "


" Biasanya awalnya hanya di berikan secara cuma-cuma, namun lama kelamaan setelah anak kecanduan maka akan di tarik biaya. Jika anak tersebut mempunyai uang maka akan di minta uang tersebut, namun jika anak tersebut tidak mempunyai uang, maka para pengedar akan meminta anak tersebut untuk mengambil barang berharga milik orang tuanya atau milik orang lain."


" Hal ini bisa menjadikan anak tersebut menjadi pencuri di usianya yang masih kecil. " jelas Dokter sang Dokter.


" Maafkan ibu nak, karena ibu tidak mempunyai waktu untuk mengurus dan mengawasi mu, ibu lebih fokus dengan pekerjaan ibu. " batin Sela.


" Lalu bagaimana Dokter, apakah anak saya bisa di sembuhkan ?" tanya Sela lagi.


" Tentu bisa namun membutuhkan kesabaran. " jawab Dokter tersebut.


" Lakukan yang terbaik untuk anak kami Dokter. " ucap Alan.


" Berapa lama waktu yang dibutuhkan Dokter ?" tanya Sela.


" Tahap rehabilitasi disini ada tiga tahapan.



Tahap Rehabilitasi Medis ( Detoksifikasi )


Tahap Rehabilitasi non Medis


Bina lanjut "



" Rehabilitasi medis adalah terapi yang di lakukan guna mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah. "


" Rehabilitasi medis merupakan tahap pertama yang perlu dijalani oleh pencandu agar terlepas dari ketergantungan Narkoba. Pada tahap ini kita akan memeriksa kesehatan pecandu baik fisik maupun mental. " Dokter menjelaskan panjang lebar terhadap Sela dan Alan.


Sementara Sela sudah tidak bisa fokus mendengarkan penjelasan Dokter, Sela semakin larut dalam ketakutan dan kekhawatiran terhadap keadaan Zaqi dalam pikirannya sendiri.

__ADS_1


Sebuah penyesalan terbesit dalam pikirannya. Ia menyesal karena telah gagal mengawasi tumbuh kembang anaknya hingga harus berada di situasi seperti ini.


__ADS_2