
Alan akhirnya pergi ke kamar mandi dan meredakan hasratnya. Setelah itu ia tidur di sofa, hingga pagi hari.
Alan bangun kemudian pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi bekerja seperti biasa. Setelah selesai bersiap ia kemudian turun dan mencari keberadaan Sela.
Alan melihat Sela yang menata makanan di atas meja makan dan tercium aroma masakan yang menggugah selera.
" Selamat pagi sayang, Eem ... harum sekali ! siapa yang memasak semua ini ?" ucap Alan sambil mencicipi makanan yang sudah tersedia di atas meja.
" Selamat pagi, Alan duduklah jika kau makan ! jangan berdiri seperti itu. " ucap Sela dan Alan langsung menarik kursi mengikuti perintah Sela.
Sela menyiapkan piring dan mengambilkan nasi serta sayur dan beberapa lauk untuk Alan. Alan yang sudah tidak tahan dengan aroma makanan yang ada di depannya langsung melahapnya.
Sela hanya menggelengkan kepalanya melihat Lelaki tampan di depannya yang makan dengan sangat rakusnya, layaknya seseorang yang tidak makan lebih dari dua hari.
" Sayang aku ingin lagi !" ucap Alan dengan mulut yang masih penuh.
Dan Sela dengan sabar melayani Alan. Keduanya makan tanpa ada sebuah percakapan.
" Aku bisa cepat gendut kalau seperti ini setiap hari, katakan siapa yang memasaknya ! aku akan menggajinya dengan gaji yang fantastis." ucap Alan sambil mengelus perutnya yang terasa begah karena kekenyangan.
" Benarkah ? aku tunggu janjimu !" jawab Sela.
" Apakah kau yang memasaknya sayang ?" tanya Alan kemudian menatap salah satu pelayan yang ada di dekat mereka.
" Ia tuan, Nona Sela yang memasaknya bahkan kami tidak di ijinkan untuk membantu. Beliau mengerjakan semuanya seorang diri. " ucap pelayanan tersebut.
" Kalau begitu seluruh gajiku untuk mu sayang." jawab Alan sambil tersenyum melihat Sela.
" Kalau begitu tunggulah aku akan bersiap, aku ingin menengok Zaqi. " ucap Sela sambil bangkit dan pergi meninggalkan Alan. Kemudian Alan berdiri dan mengikuti Sela dari belakang.
" Sayang kau di rumah saja, hari ini aku menyuruh orang untuk menjemput ibu. " ucap Alan saat sudah berada di dalam kamar.
" Menyusul ibu ? " tanya Sela.
" Ia menyusul ibu agar tinggal di sini bersama kita dan besok pagi kita akan menjemput Zaqi. Kita akan mempersiapkan pernikahan kita bersama dan kita akan segera tinggal bersama. " ucap Alan.
__ADS_1
" Terimakasih Alan. " ucap Sela kemudian mendekati Alan kemudian memeluknya dengan mesra.
Alan membalas pelukan Sela dan mencium bibir Sela dengan lembut.
" Mulai besok bangunkan aku dengan ciuman mu yang hangat. " ucap Alan sambil mengeratkan pelukannya.
" Hem . " jawab Sela singkat.
" Sayang kau sangat pandai memasak, nanti aku akan makan siang dengan masakanmu." ucap Alan kemudian.
" Baiklah tuan ! aku akan memasak untukmu agar kau kenyang dan nanti malam kau akan langsung tidur karena sudah kenyang. " jawab Sela.
" Baiklah, jaga rumah baik-baik dan do,akan suamimu ini agar selamat dan pulang membawa rejeki yang berkah. " ucap Alan kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah Sela.
" Aku sangat mencintaimu Sela. " ucap Alan dan kembali menciumi wajah Sela dan mencium bibir Sela yang membuatnya selalu ketagihan.
Lama Alan menikmati bibir wanita yang paling ia sayangi itu, hingga ia puas dan melepaskan perlahan.
" Junior kau sudah bangun lagi, kau semakin Engan tidur sekarang." batin Alan sambil menatap wajah Sela.
Setelah Alan pergi Sela bersiap-siap hendak pergi untuk bekerja dan mengurus perusahaan dan toko kuenya.
" Maaf nona anda dilarang meninggalkan rumah. " ucap penjaga pintu sambil menghadang Sela yang hendak keluar.
" Apa ? Alan melarang aku untuk keluar !" ucap Sela.
" Iya nona, diluar sangat berbahaya untuk keselamatan Nona. " jawab penjaga tersebut.
Sela kemudian kembali masuk ke dalam kamar dan berdiri di atas balkon sambil menatap pemandangan yang indah dihadapannya.
Sementara Alan melajukan mobilnya dan menuju ke tempat dimana orang yang memberikan obat terlarang itu kepada Zaqi. Setelah beberapa saat, akhirnya Alan sampai ke tempat yang ia tuju.
" Dimana organ yang kau maksud ?" tanya Alan pada seseorang yang menyambut kedatangannya.
" Dia ada diruang interograsi tuan." jawab orang tersebut.
__ADS_1
" Apakah dia telah kalian beri pelajaran ?" tanya Alan sambil melangkah menuju ruangan yang di tunjukkan oleh orang kepercayaannya.
" Apakah dia sudah mengaku siapa orang yang telah menyuruhnya ?" tanya Alan kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan kemudian ia duduk di kursi kebesarannya.
" Sudah tuan, ia disuruh oleh Bram. " jawab lelaki yang berjalan di belakang Alan.
" Siapa Bram ?" tanya Alan.
" Seorang bandar narkoba yang sudah lama menjadi target polisi. Ia bekerja sama dengan Dini. " jelas pria tersebut.
" Dini ?" tanya Alan.
" Iya tuan, Dini yang pernah menjadi Sekretaris anda. " jawab lelaki itu.
" Apakah itu berarti Dini sudah menjadi orang yang kaya raya sehingga ia bisa memerintah seorang bandar Narkoba ?" tanya Alan lagi.
" Tidak tuan, Dini membayar dengan tubuhnya. " jawab lelaki itu singkat.
Alan menatap wajah lelaki yang selama ini ia percaya untuk menyelidiki kasus yang membuat Zaqi menjadi seorang pecandu.
" Jika benar begitu, laporkan Bram ke polisi dan bawa orangnya sebagai bukti di hadapan polisi. " ucap Alan.
" Tuan tolong ampuni saya, saya melakukan ini semua karena uang. Saya butuh uang banyak untuk biaya persalinan istri saya tuan. Saya membutuhkan uang yang banyak karena istri saya mengidap penyakit yang harus segera di operasi. " ucap seseorang yang duduk di kursi dengan tangan dan kakinya terikat.
" Bekerja samalah dengan baik dan aku akan melepaskan dirimu. " ucap Alan kemudian bangkit meninggalkan ruangan tersebut.
" Urus Dini, setelah Bram kalian laporkan ke polisi, dan pastikan tidak ada jejak. " ucap Alan kepada lelaki kepercayaan itu.
" Baik tuan ! Besok pagi saya pastikan Bram beserta anak buahnya sudah berada dalam tahanan. " jawab lelaki itu.
" Bagus lakukan dengan baik, aku tidak ingin ada gangguan apapun di saat pernikahan yang sedang aku persiapkan. ' ucap Alan kemudian kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Dini, apa tujuan Dini melakukan hal ini terhadap Sela ? apakah Dini tau banyak tentang Sela ? atau semua kejadian ini karena dia ? tanya Alan dalam hati.
" Aku akan ke perusahaan Sela untuk menemui Dani, aku harus memastikan bahwa ia tidak ikut campur atau bahkan terlibat dalam masalah ini. Jika ia terbukti bekerjasama dengan Dini, maka aku harus segera menyingkirkannya sebelum Zaqi bertemu dengan ayahnya." ucap Alan sambil melajukan mobilnya menuju perusahaan Sela.
__ADS_1
" Selamat pagi, apakah saya bisa bertemu dengan Dani, kalau tidak salah ia bekerja sebagai Office Boy. " tanya Alan kepada Scurity setelah sampai di depan Zaqi Bakery.