
Di sisi lain, akhirnya Dani menerima kabar dari orang kepercayaan Alan, bahwa Zaqi sudah sembuh dari zat yang berbahaya dan bahkan ia telah selamat dari sebuah penculikan. Selain itu, Dani juga menerima undangan pernikahan Alan dan juga Sela.
Dani duduk sambil merenung menatap undangan yang ada di tangannya. Tanpa ia sadari Desi datang menghampiri dan ikut duduk di sebelahnya.
" Bagaimana perasaanmu melihat undangan pernikahan itu ? " tanya Desi setelah duduk di samping Dani.
" Aku turut berbahagia. Aku yakin tuan Alan lebih pantas untuk Sela dan juga Zaqi, dan yang pasti mereka akan lebih berbahagia hidup bersama tuan Alan dibandingkan dengan aku. " jawab Dani sambil menundukkan kepalanya.
" Ya tentu saja Sela dan Zaqi akan lebih berbahagia hidup bersama tuan Alan. " ucap Desi sambil menatap ke atas.
" Sela pantas mendapatkan kebahagiaan itu. Ia adalah wanita yang sangat baik, gigih dan tulus. Aku telah menyia-nyiakan berlian seperti dia. " ucap Dani lagi.
" Mungkin kebahagiaan Sela dan Zaqi adalah buah dari kesabaran dan keikhlasannya. Kita harus banyak belajar dari Sela. "
" Aku adalah saksi bahwa Sela adalah seorang wanita yang sangat luar biasa. Ia dicampakkan oleh mantan suaminya, di usir dari kontrakan, tapi sekarang ia adalah pemilik Zaqi Bakery dan banyak lagi toko kue yang hampir ada di setiap kota. " ucap Desi.
" Maksud anda ? " tanya Dani.
" Ya, wanita yang dulu telah kau campakkan kini menjadi pemilik perusahaan ini dan juga menjadi bos mu. " jawab Desi.
" Anda yakin ? Anda tidak sedang bercanda ? " tanya Dani lagi.
" Tidak, aku dulu juga bekerja bersama Sela di Perusahaan tuan Alan. Bahkan aku juga tau saat kau pergi meninggalkannya demi Dini tanpa memperdulikan keadaan Sela yang kemudian ia diusir dari kontrakan karena tidak bisa membayar uang sewa."
" Dan kau tau, Zaqi yang masih sangat kecil harus merasakan semua kepahitan hidup, karena ayahnya telah mencampakkannya. " jelas Desi.
" Apakah tuan Alan yang membantu Sela ? " tanya Dani lagi.
__ADS_1
" Kau salah ! Sela dengan semua yang ia miliki saat ini, adalah hasil jerih payahnya sendiri tanpa bantuan dari siapapun. "
" Bahkan tuan Alan, baru tau bahwa Sela adalah pemilik perusahaan ini belum lama, karena Zaqi di culik oleh seorang barulah tuan Alan mencari tau tentang Sela. " jelas Desi.
" Sela memang seorang pekerja keras, ia juga sangat tekun dan saya akui kue buatan Sela sangat lezat jika dibandingkan kue - kue yang dijual di beberapa swalayan. " ucap Dani.
" Itulah mengapa perusahaan ini berkembang dengan sangat pesat. Karena produk dari perusahaan ini sangat di sukai oleh masyarakat banyak. " jawab Desi sambil tersenyum.
Dani hanya manggut-manggut, mendengar penjelasan dari Desi. Sementara itu ponsel Desi berdering, perlahan Desi mengangkat panggilan tersebut.
" Selamat siang nyonya, maaf mengganggu, saat ini tuan Edo telah di tangkap oleh mafia X, terkait kasus pembunuhan, pemerkosaan dan penculikan anak dari mafia X. "
" Maaf nona, kami tidak bisa melindungi tuan Edo, dan mulai saat ini juga saya mengundurkan diri menjadi orang suruhan tuan Edo, demi keselamatan keluarga saya. " ucap orang yang berada di sebrang telepon.
" Maksudnya ini bagaimana ya ? saya tidak paham. Bisa anda jelaskan dengan jelas ! saya belum paham karena jujur saja saya belum tau persis siapa Edo. " jawab Sela.
" Dan orang tersebut menjelaskan bahwa Edo terlibat kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis, ia juga telah melakukan pembunuhan berencana dan juga menculik seorang anak kecil.
Semuanya dijelaskan secara rinci oleh orang tersebut, termasuk akal-akalan Edo yang menjebak dirinya hingga menikahinya demi bisa meraup keuntungan dari perusahaan yang dipercayakan kepada Desi.
Desi mendengarkan penjelasan tersebut dengan perasaan yang sangat kacau balau, pikirannya berkelana tak tentu arah.
Pernikahan yang baru beberapa hari dengan Edo, harus berakhir tragis. Meskipun pernikahan itu terjadi karena dirinya yang terjebak di ranjang panas Edo, namun tetap saja saat ini ia adalah istri sah dari Edo.
Seakan tersambar petir di siang bolong, saat Desi mendengar semua penjelasan tentang Edo suaminya. Saat ini ia ingin berlari dan berteriak atau bahkan ingin masuk kembali ke rahim ibu dan tak akan pernah terlahir ke dunia yang ia jalani saat ini.
Perlahan semuanya menjadi gelap, dan tubuh Desi terjatuh ke tanah, karena tidak kuasa mendengar begitu banyak hal buruk tentang suaminya.
__ADS_1
Dengan sigap, Dani mengangkat tubuh Desi dengan bantuan beberapa karyawan, setelah itu ia melakukan mobil Desi dan membawanya ke Rumah Sakit agar segera mendapatkan perawatan.
Setelah sampai di Rumah Sakit, Dani segera membawa Desi ke ruang UGD, dan tanpa Dani sadari ada cairan yang berwarna merah keluar dan menetes dari kaki Desi.
Setelah Desi dibawa masuk ke ruang UGD dan mendapatkan perawatan, Dani duduk di kursi tunggu ruangan tersebut. Barulah saat itu dirinya melihat, ada noda merah di baju serta celana dan sepatunya.
" Darah ! Apakah ibu Desi keguguran ? lalu siapa yang menelepon dan apa yang ia sampaikan sehingga membuat Desi menjadi seperti ini. "
" Siapa anak yang diculik ? siapa itu Edo ? apakah Dokter Edo sahabat tuan Alan yang sering terlihat masuk keruangan kerja tuan Alan. " batin Dani dengan pemikirannya sendiri.
Meskipun sudah lama di ruangan tersebut, Desi ataupun Dokter belum ada yang keluar, namun Dani masih setia menunggu sampai akhirnya Dokter yang menangani Sela keluar.
" Suami nyonya Desi ! mari ikut saya keruangan saya, ada hal yang harus saya jelaskan. " ucap Dokter tersebut.
Dan Dani segera bangkit dari duduknya kemudian mengikuti Dokter yang menangani Desi.
" Silakan duduk tuan ! " ucap Dokter tersebut.
" Begini tuan, maafkan saya, saya tidak bisa menyelamatkan janin yang ada dalam rahim istri Anda. " ucap Dokter tersebut.
" Janin ! " tanya Edo.
" Iya tuan istri anda keguguran, jika anda belum mengetahui itu wajar karena usia kehamilan istri anda baru tiga Minggu sehingga.masih sangat rentan terhadap benturan keras pada tubuh istri anda. " jelas Dokter tersebut.
" Lalu bagaimana dengan istri saya Dokter ? " tanya Dani lagi.
" Istri anda baik-baik saja, hanya saja mungkin ia terlalu Shock sehingga membuat ia belum sadar. Tapi hanya butuh perawatan sehari atau dua hari saya pastikan beliau akan sehat seperti biasanya. " jelas Dokter tersebut.
__ADS_1
" Terimakasih Dokter atas penjelasannya. " ucap Dani.
Setelah Dani mendengarkan penjelasan dari Dokter tersebut, Dani melangkahkan kakinya menuju ruang perawatan Desi dengan di antar oleh seorang perawat.