
Setelah mengakhiri panggilan telepon tersebut Desi memeriksa jadwal kerjanya. Setelah itu ia mengirimkan lokasi untuk bertemu dengan Alan dan segera melanjutkan pekerjaannya.
Hingga saat makan siang tiba Desi dengan cepat menuju kantin untuk makan siang, namun di tengah perjalanannya ia mendengar banyak karyawan yang membicarakannya Vio.
" Selamat siang ! " ucap Desi menyapa para karyawan yang sedang bergosip.
" Selamat siang. " jawab mereka kompak.
" Sebenarnya apa yang menyebabkan kalian bergosip sampai melupakan makan siang kalian ?" tanya Desi.
" Ini kami sedang membicarakan tentang Vio Kepala Bagian Bahan Baku. Ternyata dia orang kaya ! dia telah memposting rumah mewahnya di sosial medianya. " jawab salah satu karyawan tersebut.
" Benarkah ? " tanya Sela kemudian mengambil ponsel karyawan tersebut.
Dalam video yang berdurasi sekitar lima menit tersebut, memperlihatkan Vio yang menunjukkan rumah mewah miliknya. Setelah mengamati video tersebut Desi mengembalikan ponsel tersebut.
" Baiklah semuanya, silakan di lanjutkan obrolannya. Jangan lupa makan siang dan bekerjalah dengan baik." ucap Desi sambil tersenyum kemudian berlalu meninggalkan mereka dan menuju kantin.
" Apakah video tadi ada hubungannya dengan kejanggalan dalam laporan Vio ? " Batin Desi sambil duduk dan menunggu pesanannya.
" Bukankah Vio adalah salah satu staf keuangan di perusahaan Alan waktu itu ?, apa yang menyebabkan ia mengundurkan diri ? "
" Apakah ia juga pernah melakukan sebuah kesalahan di perusahaan Alan ? lalu berapa gaji yang ia terima sampai ia bisa membeli rumah mewah tersebut ?" Desi terus bertanya-tanya dan mencoba memecahkan teka-teki tentang Vio.
Setelah selesai makan ia kemudian keluar untuk menemui Alan seperti yang telah dijanjikan oleh Alan. Saat Desi berada di dalam mobil ia melihat Vio sedang mengawasi sesuatu.
Vio terlihat menengok ke segala arah seolah-olah sedang mengawasi keadaan. Setelah itu Vio menganggukkan kepalanya. Kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.
" Apa yang sedang dilakukan oleh Vio ?" batin Desi.
Setelah itu Desi turun dari mobilnya dan berjalan menuju pos Scurity.
" Aku akan meminta Dani untuk memata-matai Vio, pasti tidak akan ada yang curiga jika Dani yang melakukannya. Selain ia seorang Office Boy ia juga tinggal di sini. " batin Vio.
__ADS_1
" Selamat siang pak, apakah bapak melihat Dani Office Boy yang baru itu ?" tanya Desi setelah dekat dengan Scurity di posnya.
" Selamat siang Bu, Dani sedang Sholat Bu. Baru saja selesai makan siang bersama saya disini. Apakah dia melakukan kesalahan atau ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk ibu ?" tanya Scurity tersebut.
" Ia pak saya ingin meminta bantuannya, tetapi nanti saja kalau ia sedang sholat. Kebetulan juga saya ada urusan dan akan segera keluar." jawab Desi sambil tersenyum.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak. " ucap Desi sambil melangkah menuju mobilnya.
" Baik Bu. " jawab Scurity itu.
Setelah itu Desi melajukan mobilnya menuju slah satu Toko Kue milik Sela sekaligus untuk mengambil laporan keuangan.
Setelah beberapa menit akhirnya Desi sampai. Ia duduk di sebuah bangku yang sudah ia pesan dan meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa roti dan secangkir teh sambil menunggu Alan.
" Hai ! sudah lama menunggu ? maaf jika aku terlambat." ucap Alan sambil menarik kursi di depan Desi.
" Silakan bicarakan inti dari permasalahan yang kamu hadapi ! waktuku tidak banyak." ucap Alan .
" Ok ! tapi sebelumnya kau ingin memesan kopi atau yang lainnya ? " tanya Desi.
Desi kemudian melambaikan tangannya kepada seorang pelayan kemudian memesan sesuai permintaan Alan.
" Begini ! sebelumnya maaf. Apakah Vio pernah melakukan sebuah kesalahan sewaktu bekerja di perusahaan mu atau ada masalah yang lainnya hingga ia tidak lagi bekerja di sana ?"
" Maaf sebelumnya tapi masalah yang akan aku kita bicarakan ada hubungannya dengan Vio matan staf di perusahaan mu." ucap Vio pelan.
" Iya Vio adalah orang yang bisa melakukan apapun demi untuk mencapai tujuannya. Katakan dengan jelas karena waktuku tidak banyak." jawab Alan.
" Ini adalah laporan yang Vio buat." jawab Desi sambil menunjukkan selembar kertas kepada Alan.
" Terlihat bagus tetapi seperti ada kejanggalan, hanya saja aku tidak paham dimana letak kejanggalan itu." lanjut Desi.
Alan mengambil kertas tersebut mempelajarinya dan mencoba membandingkan dengan bulan sebelumnya. Alan mengerutkan keningnya seakan berfikir dengan keras.
__ADS_1
" Apakah pimpinanmu tidak bisa membaca laporan ini ?" tanya Alan kemudian.
" Apakah kau tidak mengenal pimpinanku ?" tanya Desi dengan bingung.
" Jelas saja aku tidak mengenalnya, tau nama pimpinanmu saja tidak." jawab Alan dengan kesal.
" Apakah Sela belum menceritakan kepada Alan, bahwa ia adalah pemilik Zaqi Bakery ?, kalau memang Alan belum tau biarlah Sela yang akan menjelaskan nanti, aku tidak ingin mendahului Sela." batin Desi.
" Kenapa malah diam ! atau jangan-jangan pimpinanmu juga sama seperti dirimu. Tidak memahami sebuah laporan perusahaan." ucap Alan sedikit sinis.
" Kau akan menyesal berbicara seperti itu jika tau siapa pimpinanku !. Sekarang beliau belum menerima laporan itu karena beliau sedang tidak di tempat. Oleh sebab itu aku meminta bantuan dari mu agar bisa membaca laporan tersebut dengan benar sebelum beliau datang." jawab Desi sedikit kesal.
" Begini ... . " ucap Alan terhenti saat ia merasakan kue dihadapannya.
" Kue ini enak, ada sebuah rasa yang tidak bisa digambarkan, hanya rasa ingin terus menikmatinya." ucap Alan dengan tulus.
" Kau akan jatuh cinta jika tau siapa yang membuat resep kue itu. Ia adalah pemilik Zaqi Bakery." ucap Desi dengan tersenyum.
" Cinta yang aku miliki hanya untuk Sela !." jawab Alan.
" Tapi ketika aku makan kue ini, aku jadi membayangkan bagaimana rasa masakan Sela ? mungkin lebih enak dari ini !" jawab Alan sambil tersenyum membayangkan Sela.
" Kau akan menjadi pria gendut saat merasakan masakan Sela." jawan Desi.
" Apakah itu artinya calon istriku pandai memasak ? jika benar demikian dia adalah wanita idaman setiap lelaki. Dia cantik, baik, lembut serta pandai masak." jawab Alan sambil membayangkan semua tentang Sela.
" Sela aku merindukanmu." batin Alan.
" Ya ya ... orang yang lagi jatuh cinta, tolong fokus kembali dengan laporan ini. " ucap Desi membuat Alan menatap tajam ke arah Desi.
" Sela pasti akan sangat senang jika tau kau telah membantu pekerjaanku." ucap Desi.
" Ini demi Sela ! aku akan membantumu. Dalam laporan ini ada penggelapan untuk mastikan jumlahnya kamu harus memantau Vio. Vio pernah merusak laporan keuangan yang telah Sela buat. Hal itu yang membuat aku mengeluarkannya dari perusahaan milikku." jawab Alan.
__ADS_1
" Jika pimpinanmu sudah kembali, aku sarankan agar ia segera memecat manusia seperti Vio. Agar perusahaannya tidak digerogoti oleh lintah yang akan menghisap uang dari perusahaannya ." ucap Alan dengan tegas.
" Apakah ada sebuah saran, untuk bisa membuktikan ini semua ?" tanya Desi.