
Setelah Alan menutup ponselnya, ia kembali mendekati Sela, dan kembali memeluk tubuh istrinya itu dengan penuh gairah.
" Sayang mengapa tubuhmu selalu bisa membangkitkan hasrat ku. " batin Alan sambil menciumi setiap inci tubuh istrinya.
Sela menggeliat akibat ciuman tersebut, perlahan matanya mulai terbuka dan melihat sang suami yang sudah melepaskan seluruh pakaiannya.
" Sayang kau serakah sekali. " ucap Sela saat Alan melepaskan pakaiannya sendiri.
Namun Alan tidak menjawab pertanyaan istrinya, tapi malah melahap bibir merah milik istrinya itu, dengan penuh kasih sayang Alan membimbing Sela untuk memasuki surga dunia.
Keduanya kembali melakukan kegiatan panas yang membuat kamar tersebut penuh dengan suara- suara ******* mereka, ruangan yang ber-AC itu nyatanya tak mampu mendinginkan kedua ingsan yang penuh dengan keringat akibat dari kegiatannya.
Setelah mereka mencapai *******, keduanya kembali berbaring dengan posisi miring, karena Alan enggan melepaskan juniornya.
Alan memeluk tubuh istrinya yang basah karena keringat. Dengan lembut ia mencium kening istrinya.
" Sayang terima kasih, sekarang apakah masih lelah ?" tanya Alan.
Sela tersenyum, saat junior suaminya kembali bangun. Ia lalu mencium bibir suaminya dan langsung di sambut oleh Alan.
Keduanya benar-benar melakukan kegiatan ranjangnya kembali hingga berkali-kali mengalami pelepasan. Kedua insan yang dimabuk asmara itu seakan tak pernah puas.
" Sayang aku ingin mandi, tubuhku terasa lengket." ucap Sela setelah mereka selesai.
" Mari kita mandi bersama. " ucap Alan yang langsung mengangkat tubuh istrinya.
" Tapi kita hanya mandi ya tidak melakukannya lagi. " ucap Sela.
" Tentu sayang, kecuali Junior yang menginginkan lagi. " jawab Alan yang menyadari benda kecil itu sudah tegang kembali.
Setelah berada di dalam bathtub, Alan memulai kegiatannya lagi, Sela yang awalnya menolak akhirnya terbuai dan mengikuti permainan Alan.
" Benihku harus segera tumbuh. " batin Alan sambil memainkan perannya.
Setelah selesai keduanya kemudian mandi dan segera keluar dan berganti pakaian. Sela kembali terlelap karena kelelahan melayani suaminya yang tak pernah puas dan tak kenal lelah.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, kau pasti lelah sekali karena melayani suami seperti aku yang selalu meminta lagi dan lagi. " ucap Alan dan ikut berbaring dan tidur di samping istrinya.
Setelah hampir satu bulan keduanya hanya berkutat tak jauh dari kegiatan ranjang, kini keduanya memutuskan untuk segera kembali pulang.
Melanjutkan perjalanan hidup yang baru mereka mulai. Alan kembali sibuk dengan pekerjaannya begitu juga dengan Sela.
Sela kembali menjadi seorang pemburu rupiah, ia semakin melebarkan sayapnya. Hampir di setiap propinsi ia mendirikan cabang perusahaan yang telah ia dirikan.
Bahkan kesuksesan Sela tidak hanya sebatas perusahaan yang semakin maju dengan sangat pesat.
Bahkan dalam permainan Sahamnya, Sela mulai memukul mundur para seniornya, termasuk suami dan juga mertuanya.
Kehidupan yang Sela dan Zaqi alami seratus delapan puluh derajat berubah, dahulu Sela yang selalu menyembunyikan kekayaannya, kini ia sudah tidak mampu lagi menutupinya lagi.
Wajahnya mulai menghiasi setiap halaman majalah bisnis, baik di dalam maupun di luar negeri.
Dan tak terasa pernikahan Sela dan Alan sudah berjalan tiga bulan, kehidupan rumah tangga mereka sangat bahagia.
Kini Zaqi juga sudah mulai memahami tentang pekerjaan orang tuanya, terutama ibunya. Ia juga tidak pernah merasa di abaikan oleh ibunya.
Tuan Atmaja mulai mendidik Zaqi, agar bisa memegang pimpinan mafia X, yang selama ini ia pegang.
Namun, di saat tuan Atmaja sedang melatih Zaqi, tiba-tiba ia merasa pusing dan langsung pingsan.
Para anak buah sangat panik ketika melihat pimpinan yang selama ini begitu di takuti, baik di dunia mafia ataupun di dunia bisnis, kini terbaring lemah di kamarnya.
Dokter pribadinya segera melakukan pemeriksaan, namun tidak terdapat masalah dengan kesehatan tuannya.
" Bagaimana apakah sakit yang aku derita, apakah penyakitmu sangat parah sehingga kau mengerutkan kening ? " tanya tuan Atmaja yang kemudian bangkit.
" Tidak tuan, anda baik-baik saja, namun saya bingung apa yang menyebabkan anda sering pingsan sekarang. " jawab Dokter pribadi tuan Atmaja.
" Kau bilang aku baik-baik saja ! padahal hampir setiap pagi aku mengalami muntah-muntah layaknya wanita hamil. " ucap tuan Atmaja.
" Anda mengalami muntah seperti wanita hamil, jangan-jangan istri anda sedang hamil. " jawab Dokter tersebut.
__ADS_1
" Istri dari mana ? istriku sudah lama meninggal. Bahkan ketika Alan mengatakan bahwa istriku ... . "
" Kau bilang apa tadi, aku yang ngidam sementara istriku yang hamil ? apakah mungkin jika menantuku yang hamil tapi aku yang ngidam. " tanya tuan Atmaja.
" Maksud tuan ? " tanya Dokter tersebut.
" Bukankah kau tau, istriku sudah meninggal ! lalu bagaimana mungkin aku ngidam. Kecuali menantuku yang hamil ! " ucap tuan Atmaja.
" Mungkin, bisa jadi begitu tuan. " jawab sang Dokter.
Dengan cepat tuan Atmaja mengambil ponsel dan segera menghubungi Alan.
" Alan, apakah Sela sedang hamil ? " tanya tuan Atmaja.
" Ayah, mengapa ayah bertanya seperti itu ? " tanya Alan.
" Akan, setiap pagi ayah selalu muntah - muntah, belum lagi ayah selalu ingin makan makanan yang aneh-aneh bahkan ayah sekarang mudah sekali pingsan tanpa alasan. " jelas tuan Atmaja.
" Ayah, biasanya jika wanita hamil yang ngidam itu kalau bukan wanita yang hamil itu ya suaminya ! bagaimana ceritanya menantu yang hamil tetapi mertuanya yang ngidam ! " jelas Alan.
" Ayah tidak perduli dengan argumentasi kamu, besok ayah ingin Sela melakukan pemeriksaan kehamilan. Dan Dokter keluarga kita yang akan memeriksanya langsung. " ucap tuan Atmaja.
" Ayah, aku akan membicarakan semua dengan Sela, ayah juga harus menghargai perasaan Sela. Jangan karena ayah menginginkan seorang Cucu, ayah bisa memaksa Sela untuk melakukan pemeriksaan kehamilan padahal ia belum hamil. " jawab Alan.
" Alan, kau itu suaminya, masak iya kamu tidak tau istrimu hamil atau tidak ! semua wanita hamil itu mengalami perubahan terhadap tubuhnya. " jawab tuan Atmaja dan langsung memutuskan panggilan tersebut dengan kesal.
" Apaan sih ! " ucap Alan saat melihat ayahnya memutuskan panggilan tersebut.
" Tapi benar juga, sekarang tubuh Sela semakin berisi apa lagi itu. " batin Alan sambil tersenyum membayangkan benda kenyal yang selalu membuatnya selalu ingin menghisapnya terus menerus.
Alan kemudian mengambil ponselnya, dan segera menghubungi Sela. Selain ingin mengajaknya makan siang Alan juga ingin menyampaikan apa yang telah diputuskan oleh ayahnya.
" Sayang, apakah kau masih sibuk ? " tanya Alan saat panggilan tersebut tersambung.
" Sayang aku ingin pulang, badanku terasa kurang nyaman. Bisa kau jemput aku sekarang. " ucap Sela.
__ADS_1
" Baik sayang, kau tetap di situ aku akan menjemputmu. Jika ada sesuatu kamu minta tolong karyawan kamu yang ada di kantor. " jawab Alan dengan panik saat mendengar Sela kurang Enak badan.