Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 8


__ADS_3

Sela mencari file laporan keuangan yang telah ia kerjakan tetapi setelah beberapa saat ia tidak menemukan file tersebut.


" Sela apa kau yakin telah mengerjakan laporan yang saya minta." tanya Bu Dewi.


" Sudah Bu saya sudah membuat laporan tersebut." jawab Sela.


" Lalu mengapa tidak segera tampilkan laporan tersebut ?" tanya peserta yang lainnya.


" Jangan-jangan kamu belum membuatnya. " ucap peserta yang lainnya.


Sela bingung mengapa laporan yang sudah ia kerjakan sejak pagi tidak ada di komputer tersebut.


" Sela kamu yakin sudah menyimpan di server ? " tanya Bu Dewi.


" Sudah Bu. " jawab Sela.


" Kalau sudah pasti bisa ditemukan file tersebut. " ucap vio salah satu teman yang berasal dari departemen keuangan dan situ ruangan dengan Sela.


" Jangan bikin malu kita, seharusnya kalau kamu memang tidak mampu kamu bisa mengatakannya, aku bisa membantu untuk membuat laporan tersebut. " tambah vio.


" Iya benar harusnya kalau memang tidak bisa, jujur dengan staf yang lainnya. Agar meeting kita tidak terkendala seperti ini. " ucap salah satu staf yang lain.


Langsung ruangan tersebut ramai dan banyak yang mencaci Sela. Sementara vio tersenyum sinis melihat kejadian itu.


" Rasakan biar kamu tau, tidak ada yang bisa mengambil posisi itu, itu seharusnya menjadi posisiku. Susah payah aku membuat Bu Hani tidak masuk hari ini, agar aku bisa menggantikan posisinya untuk tampil di depan CEO agar aku bisa di angkat menjadi kepala keuangan, malah Sela anak baru yang lebih di andalkan. " batin Vio.


" Kita tunggu saat waktunya tiba, aku akan menjadi kepala bagian keuangan untuk menggantikan posisi Bu Hani." Vio tersenyum licik.


" Diam !" Alan menggebrak meja kemudian seluruh orang yang ada di ruang tersebut terdiam.


" Sela jika memang kamu sudah membuatnya, cepat laporkan bagaimana keuangan perusahaan kita. " ucap Vio.


Sementara Alan dan yang lainnya menatap Sela , menunggu reaksi Sela selanjutnya. Kemudian Sela mengeluarkan flashdisk yang selalu ia bawa.


Setelah itu Sela mulai mempresentasikan laporan keuangan perusahaan, Sela terlihat begitu anggun dan terlihat seperti sudah terbiasa dan begitu menguasai. Sementara Alan menatap Sela dengan kagum.


" Sial ternyata dia sudah mengantisipasi hal ini." umpat Vio dalam hati.


" Sangat bagus. " puji Alan Setelah Sela selesai mempresentasikan laporan keuangan tersebut. Sela tersenyum menanggapi hal itu.


Kemudian Alan membahas beberapa hal dan sesekali memuji kehebatan Sela. Hal itu semakin membuat Vio merasa terbakar dengan amarah.

__ADS_1


Setelah selesai Alan menutup meeting tersebut dan meminta semua kepala dari bagian masing-masing untuk mengevaluasi kinerja dari semua bawahnya. Setelah itu Alan meninggalkan ruangan tersebut.


" Sela kamu luar biasa. " puji Bu Dewi sambil berjalan keluar bersama Sela.


" Ibu terlalu berlebihan. " ucap Sela.


" Bukan berlebihan tapi memang kamu luar biasa, bisa kamu bayangkan bagaimana reaksi tuan Alan jika kamu tidak bisa melaporkan keuangan perusahaan ? pasti kita semua akan terkena dampaknya. " ucap Bu Dewi.


Sela hanya tersenyum menanggapi ucapan Bu Dewi. Setelah itu ia melangkah menuju ke ruangannya. Dan kebetulan berpapasan dengan Alan.


" Sela ternyata kamu berkerja di sini ?" tanya Alan.


" Iya tuan. " jawab Sela sambil menundukkan sedikit tubuhnya.


" Lalu kemarin ? Apakah perusahaan tidak menggaji karyawan dengan ?" Alan menggantung ucapannya.


" Oh itu saya hanya membantu teman, karena dia begitu sibuk jadi saya membantu untuk mengantarkan pesanan pelanggannya ." jelas Sela.


Kemudian Alan mengangguk-angguk kemudian tersenyum menatap Sela.


" Kamu memang perempuan yang luar biasa Sela." batin Alan.


" Tunggu ... . " ucap Alan ragu, kemudian ia melangkah menuju ruang kerjanya.


Setelah di ruangan Alan duduk sambil menunggu seseorang. Tak berapa lama kemudian Bu Dewi datang dan menemui Alan.


" Dewi saya minta Sela dipindahkan menjadi sekretaris ku, karena selama ini kita belum menemukan pengganti Dini. " ucap Alan.


" Baiklah, aku juga sudah menyelidiki latar belakang Sela selama ini. "


" Dia adalah singel parent suaminya selingkuh dan meningkatkan dia saat dalam keterpurukan, ia bekerja di sini dan mengambil beberapa pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan juga anaknya yang masih berumur sekitar 5 tahun."


" Dan kamu pasti tidak akan percaya, jika suami Sela adalah lelaki yang menikahi Dini Sekertaris cantik dan seksi yang berhasil membawa kabur sejumlah uang perusahaan. " jelas Bu Dewi.


" Benarkah ?" tanya Alan seakan tak percaya.


" Pantas saja mereka memperlakukan Sela begitu kejam." batin Alan.


" Iya aku sudah menyelidiki Sela, dan sebagai sahabatmu aku tidak keberatan jika kamu mengangkat Sela sebagai sekertaris mu."


" Nanti Sela akan saya panggil agar mulai besok dia sudah mulai membantu pekerjaanmu. "

__ADS_1


" Satu hal lagi aku melihat ada yang spesial dari Sela. " ucap Bu Dewi.


" Apa itu ?" tanya Alan.


" Dia bisa membuat sahabatku ini menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan perasaan yang tidak bisa aku gambarkan. " goda Bu Dewi.


Sementara Alan hanya tersenyum sebagai tanda ia setuju dengan ucapan sahabatnya sekaligus rekan kerjanya.


" O iya Dewi tolong periksa laporan cctv dan segera pecat siapa pelaku yang berencana menjatuhkan Sela, untung saja Sela orang yang penuh persiapan sehingga dia menyimpan hasil kerjanya di flashdisk kalau tidak pasti aku akan mengambil keputusan yang salah, mengikuti arus." ucap Alan.


Setelah selesai berbincang Bu Dewi kembali ke ruangannya dan memeriksa hasil rekaman cctv-nya. Setelah itu ia meminta tolong ke karyawan untuk memanggil Vio ke ruangannya.


Tok tok tok ...


" Permisi Bu. " ucap Vio dengan sopan.


" Vio silakan masuk. " jawab Bu Dewi.


" Vio coba kamu lihat Vidio ini." ucap Bu Dewi sambil menyodorkan ponselnya.


Vio kaget saat melihat dengan jelas bahwa dirinya yang telah menghapus file-file milik Sela.


" Ah tamatlah riwayatku. " batin Vio.


" Vio kamu bisa mengambil gaji bulan ini dan segera buat surat pengunduran diri, dan mulai besok jangan datang lagi kesini " ucap Bu Dewi.


" Tapi Bu saya bisa jelaskan semuanya, itu tidak seperti yang ibu bayangkan. Ini hanyalah kesalah pahaman Bu " Vio mencoba menghindar dari perbuatannya.


" Maaf Vio saat ini saya tidak bisa membantumu. Silakan buat surat pengunduran diri. Dan surat itu saya tunggu hari ini dan silakan tinggalkan ruangan ini " tegas Bu Dewi.


" Bu tolong dengarkan penjelasan saya ini hanyalah kesalah pahaman saja " ucap Vio.


" Saya tunggu surat pengunduran dirimu hari ini juga " jawab Bu Dewi.


Dengan kesal Vio meninggalkan ruangan tersebut dengan segenggam kecewa. Sesuatu yang sudah ia rencanakan gagal total dan malah dirinya yang dikeluarkan dari perusahaan Tersebut.


" Aku terlalu ceroboh tidak memperhatikan cctv dan aku tidak bisa mengelak."


" Sela tunggu pembalasanku hari ini aku yang keluar dari perusahaan ini, tapi tunggu saatnya kamu akan tau bagaimana akibatnya jika melawan aku sekarang kamu boleh menang dan boleh bersenang-senang tapi tunggu pembalasanku. " batin Vio.


"

__ADS_1


__ADS_2