Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 21


__ADS_3

Sela bertemu dengan Desi untuk menandatangani berkas- berkas penting perusahaan barunya " Zaqi Bakery " yang akan di resmikan lusa.


" Sela ... selamat ya atas keberhasilan ini " ucap Desi setelah menerima berkas yang sudah di tandatangani dari Sela.


" Seharusnya aku yang berterima kasih atas semua bantuan dan dukungan dari mu " ucap Sela dengan tulus.


" Sela, aku hanya menjalankan tugas sebagai sekertaris pribadimu. Dan sebagai sahabat aku merasa sangat bahagia bisa membantu mu " ucap Desi.


" Untuk persiapannya sendiri bagaimana ? apa yang harus aku lakukan ? " tanya Sela.


" Untuk persiapan sudah beres semua, tinggal kita pastikan tingkat keamanan demi kelancaran acara. Dan aku juga mengundang tuan Alan agar bisa menghadiri acara tersebut." jelas Desi.


Setelah membicarakan semuanya, Sela kembali masuk menuju ke villa milik Alan, Sela berencana untuk menemani Zaqi dan berbincang dengan mang Dadang. Sambil menunggu Alan pulang.


" Disini banyak sekali villa mewah dan merupakan wilayah pantai. Tentu akan sangat menguntungkan jika dibangun sebuah kafe."


" Nanti jika ada kesempatan aku harus mencari tempat yang strategis untuk membangun kafe tersebut " batin Sela.


Sela memperhatikan sepanjang perjalanan setelah menemui Desi. Jiwa pemburu rupiahnya bangkit saat melihat kondisi lingkungan sekitar villa mewah milik Alan.


" Maaf Nona, anda dari mana saya mencari nona dari tadi tapi tidak ketemu. " ucap mang Dadang saat melihat Sela masuk ke dalam villa.


" Maaf mang saya tadi keluar terburu-buru Sampai tidak sempat berpamitan sama mang Dadang " jawab Sela sambil tersenyum malu.


" Tidak apa-apa non, yang penting non Sela sudah kembali dengan selamat. " ucap mang Dadang tulus.


" Mang, sejak kapan mang Dadang tinggal di sini ? dan bagaimana dengan keluarga mang Dadang ?" tanya Sela.


" Saya tinggal di sini sudah sejak tuan Alan membeli villa ini non, Dahulu villa ini merupakan rumah Ibunda tuan Alan. "


" Beliau lebih suka tinggal di sini dari pada tinggal di rumah utama. " jawab mang Dadang.


" Berarti mang Dadang sudah lama ikut dengan Alan ? " tanya Sela kemudian.


" Sudah sangat lama non, saya ikut tuan Alan sejak beliau masih remaja. Waktu itu saya hanya membantu mengawasi tuan Alan karena ibu beliau harus bekerja untuk mencari nafkah. "


" Dan tuan Alan memulai semua usahanya saat beliau masih remaja. " mang Dadang menceritakan kehidupan masa lalu Alan dengan penuh semangat.


Sela bisa melihat betapa sayangnya mang Dadang terhadap Alan yang sudah ia temani dari awal hingga sukses seperti sekarang.

__ADS_1


" Aku harus belajar banyak dari Alan untuk menaklukkan rupiah " batin Sela.


Setelah beberapa saat berbincang dengan mang Dadang, Sela masuk menemui Zaqi dan juga ibunya.


" Ibu lihatlah, Zaqi senang tinggal di sini " ucap Zaqi sambil menunjukkan kamar yang ia tempati saat Sela masuk.


" Apakah Zaqi suka ? " tanya Sela.


" Zaqi sangat menyukainya ibu. Rumah ini sangat nyaman " jawab Zaqi dengan polosnya.


Sela tersenyum kemudian duduk di samping Zaqi yang melahap es krim. Mereka berbincang sambil nonton TV. Hingga mereka terlelap tanpa terasa.


Sampai Alan kembali, Sela masih terlelap di samping Zaqi. Sementara Alan mencari Sela di kamarnya namun tidak menemukannya.


" Mang, apakah melihat Sela ?" tanya Alan yang menghampiri mang Dadang.


" Tadi ada dikamar tamu tuan " jawab mang Dadang.


Kemudian perlahan Alan membuka pintu dan ia melihat Sela yang tidur bersama Zaqi. Dan dengan perlahan ia menggendong Sela untuk dipindahkan ke kamarnya.


Semua pelayan melihat Alan dengan tersenyum termasuk mang Dadang, karena selama ini belum pernah melihat tuannya memperlakukan seorang wanita sedemikian rupa.


Perlahan Sela membuka matanya saat Alan mencium bibirnya.


" Alan, kau sudah pulang ? maaf aku ketiduran " ucap Sela sambil mencoba untuk bangkit namun di tahan oleh tangan kekar Alan.


" Tenanglah dan tetap disini " ucap Alan.


" Tapi Zaqi ?" tanya Sela.


" Zaqi tidur di kamarnya " jawan Alan kemudian ia mencium bibir Sela dengan lembut.


Setelah beberapa saat Sela menatap ke sekeliling dan ia baru menyadari jika kini ia tidak di dalam kamar Zaqi.


" Kau yang membawaku ke sini ?" tanya Sela.


" Tidurlah sebentar lagi, aku merindukanmu" jawab Alan sambil tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Sela .


Setelah puas memeluk tubuh pujaan hatinya, Alan melepaskan pelukannya dan ia bangkit.

__ADS_1


" Bersiaplah kita akan mengajak Zaqi bermain di pantai " ucap Alan, dan Sela bangkit lalu bersiap-siap setelah itu ia menuju kamar Zaqi.


" Sudah bangun nak ? " tanya Sela saat melihat anaknya yang duduk disisi ranjang.


" Ibu dari mana Zaqi cari tidak ada " jawab Zaqi dengan suara serak khas bangun tidur.


" Ibu bersiap-siap karena kita akan bermain di pantai " jelas Sela.


" Hore ! kita akan ke pantai " teriak Zaqi sambil meloncat loncat di atas kasur.


Kemudian Sela membantu Zaqi dan ibunya untuk bersiap-siap. Setelah selesai mereka semua berangkat menuju pantai.


Setelah sampai Zaqi langsung turun dari mobil dan segera berlari menuju ke dekat air pantai. Ia bermain sambil berlarian dikejar oleh Alan. Sementara Sela menatap dua lelaki beda generasi yang paling ia sayangi dengan tersenyum.


" Nak lihatlah, betapa bahagianya Zaqi. Apakah kamu tidak kepikiran untuk menjadikan nak Alan sebagai ayah Zaqi ?" ucap Bu Nur sambil duduk di samping Sela.


" Apakah ibu setuju jika aku menikah dengan Alan ? " tanya Sela kemudian.


" Ibu setuju selama itu untuk kebahagiaan Zaqi dan juga dirimu " jawab Bu Nur.


Kemudian Sela menceritakan semuanya tentang hubungannya dengan Alan. Bu Nur tersenyum mendengar penjelasan anaknya.


" Terimalah nak, ibu rasa nak Alan adalah lelaki yang baik dan bertanggung jawab. Meskipun ibu tau saat ini kamu belum seberapa membutuhkan seorang pendamping, namun ingatlah bahwa Zaqi sangat membutuhkan seorang ayah " jelas Bu Nur.


" Iya ibu nanti Sela pikirkan " jawab Sela kemudian ia menatap ke arah Zaqi dan Alan yang masih semangat dengan permainannya.


" Tuan, perusahaan yang ada di kota A dalam masalah sebaiknya anda segera menyelesaikan semua sebelum terlambat " ucap seseorang yang menelpon Alan.


" Baiklah, persiapkan semuanya dan besok kita langsung berangkat, menuju kota A " jawab Alan kemudian ia menutup panggilan telepon tersebut.


" Apakah om Alan akan pergi jauh ?" tanya Zaqi.


" Maaf, tapi om Alan harus menyelesaikan pekerjaan om di tempat lain. " jawab Alan sambil membelai lembut rambut Zaqi. Sementara Zaqi hanya menundukkan kepalanya.


" Jangan sedih, nanti kalau om sudah kembali kita pasti akan bermain kembali, om akan temani kemanapun Zaqi mau."


" Kalau Zaqi mau, Zaqi bisa tinggal di sini sampai Zaqi puas. Zaqi bisa minta tolong mang Dadang untuk menemani bermain disini " jelas Alan.


" Tidak om, Zaqi mau pulang saja biar bisa sekolah, Zaqi harus belajar agar tidak mengecewakan ibu " jawab Zaqi.

__ADS_1


__ADS_2