Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 74


__ADS_3

" Alan, tolong jelaskan sekali lagi, aku jadi bingung dengan semua cerita mu. " ucap Desi.


" Begini, Edo.sebenarnya sudah menjalin hubungan dengan Vio bahkan Vio telah mengandung anaknya, Edo berjanji akan segera menikahi Vio jika misinya tercapai. "


" Dan untuk mencapai misalnya yaitu untuk mengambil keuntungan dari perusahaan Zaqi Bakery ia ingin mendekati dirimu, karena hanya dirimu yang leluasa dalam melakukan tindakan keuangan padahal dirimu bukan pemiliknya. "


" Sehingga Edo meminta Vio meletakkan obat kedalam minuman kalian, hanya saja pil untuk mu adalah obat perangsang sedangkan untuk Edo hanya pil untuk kesehatan. "


" Vio melakukan hal itu karena ingin segera dinikahi oleh Edo tanpa tahu obat apa itu. Setelah itu kau yang lebih tau kejadiannya. "


Alan menjelaskan secara rinci mengenai semua yang telah Edo lakukan. Dengan seksama Desi mendengarkan semua penjelasan Alan.


" Jadi, Edo hanya memanfaatkan aku dengan cara menikahi ku ?" tanya Vio dengan tetesan air matanya.


" Meskipun pahit, tapi itulah kenyataannya. Kau harus berlapang dada menerima semua ini. Terkait masalah ini, kau adalah salah satu korban dari Edo. "


" Bahakan sahabatku sejak di bangku kuliah, yaitu Dewi juga menjadi korban Edo, bahkan ia hamil dan harus tinggal di Bui karena tindak kejahatannya dalam membantu Edo, dan tujuannya sama yaitu ingin ketika anaknya lahir Edo telah sah menjadi suami serta anak dalam kandungannya. " jawab Alan.


" Mengapa Edo bisa melakukan hal itu ? bahkan tanpa aku sadari aku telah merugikan perusahaan sahabatku sendiri. " ucap Desi.


" Sudahlah Desi, yang lalu biarlah berlalu, terima semua ini dengan lapang dada. Aku yakin akan ada seorang lelaki yang tulus mencintaimu dan bersedia berjuang bersama untuk meraih mimpi indah bersamamu. " ucap Alan.


Desi diam seribu bahasa mendengar ucapan Alan. Apa yang diucapkan Alan memang benar, Nasi sudah menjadi bubur.


" Kau benar Alan, aku harus segera bangkit dari keterpurukan ini, bahkan di antara korban Edo hanya aku yang ia nikahi, Meskipun itu buruk."


" Aku harus belajar dari Sela, seorang pemburu rupiah, yang memburunya dengan jalan yang baik dan benar, sehingga dengan sendirinya akan datang seseorang yang dengan tulus mencintai aku dengan segala kekurangan ku. " ucap Desi sambil tersenyum.


" Nah itu baru sahabat sejatinya Sela, wanita yang telah menempati singgasana di hatiku. " jawab Alan sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah berbincang dengan Desi, akhirnya Alan pamit untuk memastikan persiapan pernikahan dirinya dengan Sela, yang akan digelar di salah satu hotel mewah milik ayahnya.


Sementara Dani yang berada di dekat pintu, dapat dengan jelas pembicaraan Alan dan juga Desi. Perlahan Dani bangkit meninggalkan tempat tersebut, agar tidak ada pikiran negatif dari Alan terhadap dirinya.


Setelah Alan pergi meninggalkan Rumah Sakit tersebut, Dani kembali masuk ke ruangan Desi, sementara Desi sedang di cek oleh Dokter. Dengan sabar Dani menunggu di luar.


" Tuan masuklah kami telah selesai memeriksa istri anda. " ucap Dokter tersebut.


Dani tersenyum dan berjalan mendekati Desi yang sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.


" Tuan, kondisi istri anda jauh lebih baik, dan bisa segera pulang. Tapi ingat selama masa pemulihan istri anda harus banyak istirahat dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan. Agar kalian bisa segera memiliki momongan. " ucap Dokter tersebut.


" Baik Dokter, kami akan mengingatnya. " jawab Dani.


Setelah menjelaskan apa saja yang harus Desi lakukan di masa penyembuhan dan apa saja yang dilarang, Dokter tersebut meninggalkan mereka berdua.


" Dani, terimakasih untuk bantuannya. Dan bisakah aku meminta tolong sekali lagi ?" tanya Desi.


" Bisakah kau mengantarkan aku pulang ke Apartemen ku ? " ucap Desi.


" Tentu saja, kalau begitu sekarang kita sudah bisa pulang, aku telah menyelesaikan semua administrasinya. " jawab Dani dengan tulus.


Kemudian mereka berdua segera pulang menuju ke apartemen mewah milik Desi. Selama dalam perjalanan keduanya bercerita tentang kisah sedih mereka masing-masing.


Dani dan juga Desi berbincang seolah mereka mempunyai hubungan yang istimewa. Dan tak terasa mereka sudah sampai di tujuan. Kemudian mereka segera masuk ke apartemen milik Desi. Setelah berbasa-basi akhirnya Dani pamit pulang.


" Dani jika kau tidak keberatan bisakah kau menemaniku datang di acara pernikahan Sela dan Alan. " tanya Desi.


" Ok, kita akan pergi bersama. Aku akan datang menjemputmu. " jawab Dani kemudian meninggalkan Desi.

__ADS_1


Sementara Desi masuk dan segera beristirahat, agar ia segera pulih. Desi memesan makanan secara online. Sambil menunggu pesanannya, tanpa ia sadari ia terlelap.


Sementara Alan telah sampai di gedung tempat pernikahannya. Ia dengan penuh semangat memastikan sendiri segala sesuatu untuk persiapan pernikahannya.


Setelah memastikan semuanya telah siap, Alan duduk sambil tersenyum.


" Akhirnya aku bisa segera menikahi Sela. " ucap Alan dengan penuh kebahagiaan.


Setelah yakin, Alan pergi meninggalkan tempat tersebut dan segera menjemput calon mertuanya. Ia harus memenuhi janjinya terhadap Sela, bahwa ia akan menikahi Sela dengan restu Ibu dan juga Anaknya.


Setelah sampai Alan langsung mengutarakan niatnya, setelah itu Alan segera mengantarkan calon mertuanya itu untuk tinggal di Hotel tempat ia akan melangsungkan pernikahannya.


Alan juga membelikan semua keperluan wanita itu, agar tampil sempurna di hari pernikahan putrinya.


Alan juga membelikan 1 set perhiasan sebagai hadiah, karena ia telah di terima menjadi suami Sela.


Dengan penuh suka cita, Alan melakukan semua hal yang terbaik untuk calon mertuanya itu. Begitu semuanya telah selesai, Alan berpamitan untuk segera pulang dan mempersiapkan segala sesuatunya agar besok ia bisa menikahi Sela dengan lancar tanpa gangguan apapun.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Ayahnya, Alan tersenyum bahagia. Ia merasa senang sekali, meskipun butuh perjuangan, akhirnya ia bisa segera menikahi Sela.


Bahkan ia bisa menikahi Sela dengan di dampingi oleh ayah kandungnya yang selama ini ia anggap telah tiada.


" Ibu, sebentar lagi aku akan segera menikah, besok aku akan menikahi wanita yang paling aku sayangi. Seandainya ibu bisa menyaksikan pernikahan yang sesungguhnya dari putramu ini. "


" Dan apakah ibu bahagia, aku telah bertemu dengan ayah kandungku, yang dulu ibu ceritakan bahwa beliau telah tiada. Ibu hari ini aku merasa sangat bahagia. "


" Alan berharap ibu juga merestui hubungan ku dengan Sela. Aku berjanji akan memperlakukan Sela dengan baik, aku juga berjanji akan menjaga Sela dengan sepenuh jiwa raga ku, seperti yang ibu impikan. "


" Aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik, seperti yang ibu inginkan selama ini. Ibu jangan khawatir karena pernikahan ku dengan Sela, adalah pernikahan yang aku bangun dengan cinta. "

__ADS_1


" Ibu aku merindukanmu dan aku meminta restu mu untuk menikahi Sela. " Alan berdialog sendiri dalam hatinya,


__ADS_2