
Mang Dadang menatap wajah Edo yang terlelap sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Sementara Bram sudah berada di ruangan yang berbeda.
Perlahan mang Dadang mendekati Edo, dan dengan lembut ia membangunkan Edo yang masih memejamkan matanya.
" Edo ! bagaimana keadaan mu sekarang ? " ucap mang Dadang setelah Edo membuka matanya.
" Mang Dadang, apa apa yang akan kau lakukan kepadaku ? " ucap Edo sambil mencoba menjauh dari dari mang Dadang.
" Aku hanya ingin bertanya, apa sebenarnya yang telah kau lakukan kepada putriku ? " tanya mang Dadang pelan.
" Aku, aku tidak melakukan apapun mang, bukankah aku sudah mengatakannya. " ucap Edo mencoba berbohong.
" Apakah kau yakin dengan ucapan mu Dokter Edo ? " tanya tuan Atmaja yang sudah ada di belakang mang Dadang.
" Benar tuan, saya tidak berbohong. " jawab Edo mencoba menyakinkan semua a yang ada di ruangan itu.
" Baiklah, aku percaya dengan mu. Tapi tolong jelaskan dengan kejadian dalam video berikut. " ucap tuan Atmaja yang mulai menyalakan sebuah video yang ia tampilkan di tembok ruangan tersebut.
Perlahan terlihat bagaimana kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana Edo yang tega melakukan tindak asusila terhadap seorang gadis yang tengah tertidur pulas di rumahnya.
Semua tindakan yang Edo lakukan, terlihat jelas dalam Video tersebut. Wajah mang Dadang yang awalnya biasa saja, berubah merah karena menahan marah.
Ternyata apa yang dikatakan oleh putrinya waktu itu benar adanya. Bahwa Edo yang telah memperkosanya, bahkan juga menyiksanya.
Ayah yang mana yang tahan melihat putrinya diperlakukan seperti itu. Dengan penuh emosi mang Dadang langsung melayangkan bogem mentah kepada Edo hingga berkali-kali.
Tak cukup sampai disitu, mang Dadang melepaskan tali yang mengikat tubuh Edo di kursi, kemudian membaringkan tubuh yang sudah tak berdaya itu.
Kemudian ia mengikat kedua tangan dan kakinya di setiap sisi ranjang, sama persis dengan apa yang telah Edo lakukan terhadap putrinya, sebelum ia merenggut kesuciannya.
" Sekarang kau harus tau, bagaimana kehilangan sesuatu yang paling berharga bagi seseorang. Dan setelah itu tidak akan ada seorang wanita yang akan menginginkan dirimu, selain hanya ingin manfaat dirimu. " ucap mang Dadang penuh dengan Emosi.
Setelah itu ia membuka kain yang menutupi sesuatu yang paling Edo jaga dan yang selalu ia gunakan untuk memanfaatkan setiap perempuan yang menjadi targetnya.
Tanpa basa-basi lagi, mang Dadang langsung mengebiri Edo, tanpa obat ataupun yang lainnya. Setelah selesai mang Dadang berteriak dengan sepenuh tenaga.
__ADS_1
" Seharusnya aku melakukan ini sejak dahulu, agar putriku tidak memilih untuk mengakhiri hidupnya. " ucap mang Dadang sambil bersimpuh sambil menangis.
Ia sadar, meski apapun yang ia lakukan terhadap Edo, tidak akan mampu untuk mengembalikan putri kesayangannya. Ia tetap berada di alam yang berbeda.
Sementara Edo meraung-raung merasakan sakit di tubuhnya, dan juga sakit dalam hati. Seandainya ia tau akan seperti ini kejadiannya, ia pasti memilih untuk menikahi gadis itu.
Namun semuanya telah terjadi, dan kini tinggal Edo yang tidak tau akan menjalani kehidupan yang seperti apa lagi.
Alan yang mendengar teriakkan dari ruangan itu, segera masuk dan melihat keadaan sahabatnya yang sangat memprihatikan, sementara mang Dadang masih bersimpuh dengan berurai air mata.
" Alan, tolong bunuh aku ! tolong bunuh aku Alan. " ucap Edo saat melihat kedatangan Alan.
" Aku bukan seorang pembunuh Edo. " jawab Alan kemudian ia mendekati mang Dadang.
" Mang jangan seperti ini, sekarang bangkitlah dan segera bersihkan tubuh mang Dadang. Sementara itu biar aku yang akan menjemput Luna sendiri. " ucap Alan dengan pelan.
" Tuan, mengapa anda masih bersikukuh untuk menjemput wanita itu ? " tanya mang Dadang disela tangisnya.
" Kau akan mengetahui setelah ia berada di sini mang. " jawab Alan.
Namun mang Dadang hanya membuang nafas panjang, kemudian ia bangkit dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
" Tuan, biar saya saja yang menjemput wanita itu. Saya akan membersihkan diri dulu. " ucap mang Dadang sebelum benar-benar menghilang dari ruangan tersebut.
" Panggil Seorang Dokter, agar Edo diobati. " ucap tuan Atmaja kepada orang suruhannya kemudian ia ikut meninggalkan ruangan tersebut, yang kemudian disusul oleh Alan.
" Alan, biar orang suruhan ayah yang akan mengantarkan Luna kesini, lebih baik kau yakinkan mang Dadang, ia terlihat sangat rapuh sekali. " Ucap tuan Atmaja setelah keluar dari ruangan itu.
" Baik ayah, terimakasih untuk semuanya. " jawab Alan dengan tersenyum.
" Tapi tugasmu belum selesai Alan ! " ucap tuan Atmaja.
" Tugas ? tugas yang mana lagi ayah ? " jawab Alan sambil menghentikan langkahnya.
" Bukankah kau berjanji akan menjemput Zaqi dan calon ibu mertua mu, sebelum kalian menikah ! " jawab tuan Atmaja sambil berlalu meninggalkan Alan.
__ADS_1
" Kau benar ayah ! " jawab Alan kemudian ia mempercepat langkahnya, untuk menemui mang Dadang.
" Mang apakah aku boleh masuk ?" tanya Alan setelah berada di depan pintu.
" Sebentar tuan ! " jawab mang Dadang dari dalam.
Setelah beberapa saat, akhirnya pintu tersebut terbuka , dan mang Dadang pun mempersilahkan Alan masuk.
" Mang tidak perlu menjemput Luna lagi, karena sebentar lagi Luna akan datang kesini untuk menemui anda. " ucap Alan sambil duduk di kursi yang ada di dekat ranjang.
" Maksud tuan ? "tanya mang Dadang yang masih belum mengerti.
" Ia mang, Luna akan datang untuk menemui anda. Karena ia sangat merindukan mu selama ini. " jawab Alan santai.
" Tuan, saya hanya bertemu beberapa waktu yang lalu, itupun hanya sekali. Mana mungkin ia merindukan saya tuan. " jawab Memang Dadang.
" Mang, apakah anda pernah mendengar operasi plastik ? " tanya Akan kemudian.
" Tentu saja pernah tuan. Tapi mengapa anda bertanya seperti itu ? tanya mang Dadang lagi.
" Luna adalah orang yang sangat anda kenal , hanya saja ia telah melakukan operasi plastik, sehingga mang Dadang merasa tidak mengenalinya. " jelas Alan.
" Maksudnya saya sudah mengenal nona Luna ? " tanya mang Dadang semakin bingung.
" Iya mang. Kalian sudah saling kenal, bahkan kalian begitu dekat. " jawab Alan.
Dan mang Dadang mencoba berfikir siapa wanita yang dekat dengan dirinya ? Selain putri kandungnya dan juga nyonya Sukma. Namun ia tidak menemukan bayangan siapa wanita yang di maksud oleh Alan.
Tok tok tok
" Permisi tuan, Nona Luna sudah sampai. Apakah langsung ke sini atau ke ruangan yang lain tuan. " tanya seorang pelayan.
" Langsung suruh kesini saja. " jawab Alan singkat.
" Baik tuan. " jawab pelayan tersebut. Kemudian berlalu meninggalkan kamar tersebut dan menuju ke ruang tamu.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian datanglah seorang wanita cantik, yaitu Luna. Dengan pelan wanita itu memasuki kamar dimana Akan dan juga mang Dadang berada.