Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 18


__ADS_3

Alan menemani Sela yang hanya duduk memperhatikan Zaqi bermain yang ditemani oleh Bu Nur. Sela tersenyum melihat Zaqi yang begitu bahagia menikmati permainannya.


" Sela tunggu sebentar aku akan membeli minum, ingat jangan kemana-mana. Jika perlu sesuatu panggil ibu atau tunggu sampai aku kembali. " ucap Alan.


" Baiklah jangan terlalu khawatir. " ucap Sela. kemudian Alan bangkit dan meninggalkan Sela.


Setelah beberapa saat Zaqi bermain ia melihat ada seorang mendekati Sela. Zaqi berlari ke arah Sela saat ia tau lelaki yang mendekati Sela adalah Dani.


" Sela sedang apa kau sendiri di sini." ucap Dani sambil duduk di samping Sela.


" Mas Dani kau " ucap Sela dengan terkejut.


" Tenanglah aku tidak akan menyakitimu, o ya bagaimana kabarmu ?" tanya Dani berbasa-basi.


" Pergi ! jangan ganggu ibuku, kami tidak akan meminta bantuan apapun ke pada kamu. Jadi silakan pergi dan tinggalkan kami. " ucap Zaqi setelah dekat dengan Sela dan Dani.


Zaqi merentangkan kedua tangannya seakan-akan ingin melindungi Sela dengan tubuh mungilnya.


" Sayang jangan takut, ayah tidak akan menyakiti kalian berdua." ucap Dani mencoba menenangkan Zaqi.


" Tidak ! pergi jauhi ibuku, atau aku akan berteriak agar orang-orang melindungi ibuku. " ancam Zaqi.


" Nak yang sabar, ayah tidak akan menyakitimu ayah hanya ingin tau keadaan kalian " Dani mencoba menyakinkan Zaqi.


" Setelah sekian lama kau meninggalkan anak dan cucuku ? kau bilang ingin mengetahui keadaan mereka ?"


" Apakah kau pikir Sela dan Zaqi sudah mati kelaparan ?! pergi kau lelaki brengsek " ucap Bu Nur mencoba menahan amarahnya.


" Ibu maafkan kesalahan ku, aku ingin menebus semua kesalahanku terhadap Sela dan Zaqi " jawab Dani.


" Setelah beberapa tahun kau baru ingin menebus kesalahan yang kau lakukan ?"


" Apakah wanita murahan itu sudah mencantumkan dirimu ? "


" Sehingga kau teringat kembali dengan anak dan istri yang sah. Kau pikir anakku sebuah barang yang dengan sesuka hatimu kau buang dan kau ambil saat kau merasa membutuhkannya lagi. "


" Pergi kau dari kehidupan anak dan juga cucuku. Jangan kau ganggu kehidupan mereka selamanya." jawab Bu Nur.


" Mas pergilah." ucap Sela pelan.


" Sela beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Dani bermohon sambil bersimpuh di hadapan Sela.


" Pergi jangan sentuh ibuku. Bukankah kau yang ingin kami menjauh dari kehidupan mu." ucap Zaqi sambil mencoba mengusir Dani dari hadapan ibunya.


" Pergi jangan sentuh ibuku ! " teriak Zaqi sambil mulai menangis karena prustasi tidak mampu melindungi ibunya.

__ADS_1


" Sebelum aku kehilangan kesabaran silakan tinggalkan Sela dan Zaqi. "


" Jangan sampai aku melakukan lebih. " ucap Alan sambil mendorong tubuh Dani.


" Tuan jangan ikut campur urusan keluarga ku " jawab Dani saat melihat Alan mencoba mengusirnya.


" Keluarga ? benarkah kau keluarga mereka ? apakah Dini sudah membuang mu ? "


" Sehingga kau ingat kata keluarga ? "


" Terlepas bagaimana hubungan mu dengan Dini, jangan pernah mengganggu wanitaku atau kau akan menyesal seumur hidup. "


" Jika kau hanya menipuku demi uang aku masih bisa diam. tapi jika kau ganggu wanitaku itu artinya kau sudah melampaui batas kesabaran ku. "


" Aku bisa menjebloskan mu ke dalam penjara atau aku akan melakukan dengan kekuatan yang aku miliki."


" Cepat tinggalkan tempat ini sebelum kesabaran ku habis." ucap Alan sambil menatap tajam Dani.


" Wanita mu ? cih ! jangan pernah bermimpi. Sela adalah ... . " ucap Dani terhenti saat mendengar ucapan Zaqi.


" Ayahku adalah om Alan, bukan Dani. " ucap Zaqi dengan tegas.


" Sela kau. " ucap Dani sambil menatap wajah cantik Sela yang terlihat pucat.


Tubuh Sela jatuh pingsan dan Alan dengan sigap menangkap tubuh Sela dan mendekapnya.


" Bereskan orang ini. " ucap Alan kepada seseorang dari balik erppon nya.


Alan mengendong tubuh Sela dan membawanya pergi meninggalkan Dani di ikuti Zaqi dan juga Bu Nur.


Sementara Dani sudah di ikat oleh beberapa orang tanpa sempat melakukan perlawanan apapun.


Dengan cepat Alan membaringkan tubuh Sela ke dalam mobil di ikuti oleh Zaqi dan Bu Nur. Kemudian ia memutar mobilnya menuju ke rumah sakit yang baru beberapa jam ia tinggalkan.


" Alan antarkan aku pulang ! " ucap Sela dengan pelan.


" Sela kita harus pergi ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan mu." jawab Alan.


" Alan aku mohon. Antar aku pulang, aku tidak nyaman tinggal di rumah sakit." ucap Sela.


" Kalau begitu aku akan mengantarmu." ucap Alan pelan sambil menggenggam tangan Sela.


Namun bukannya di antar ke rumah Sela, Alan membawa keluarga itu menuju villanya yang ada di dekat pantai.


Alan berencana merawat Sela dan mendekati Zaqi untuk memuluskan rencana Alan untuk melamar Sela.

__ADS_1


" Om kita mau kemana ? ini bukan jalan menuju rumahku? " tanya Zaqi polos sementara Sela sudah memejamkan matanya.


" Ibu dan Zaqi maaf saya tidak mengantarkan kalian pulang ke rumah, tapi akan saya antar kalian ke tempat yang aman agar Dani tidak muncul untuk mengganggu kalian ." jelas Alan.


" Lalu kamu akan mengantar kami ke mana nak ?" tanya Bu Nur.


" Kita akan menuju villa di dekat pantai, biar dokter pribadiku yang akan merawat Sela, sementara ibu dan Zaqi bisa menikmati liburan kecil-kecilan " jelas Alan.


" Rumah om dekat pantai ?" tanya Zaqi.


" Tentu apakah Zaqi senang, Hem ?" tanya Alan dengan lembut.


" Zaqi belum pernah pergi ke pantai Zaqi pasti senang om, karena Zaqi bisa berlibur di pantai."


" Tapi bagaimana dengan sekolah ku ?" tanya Zaqi.


" Tenang om akan mengurus semuanya dan akan mengurus semua keperluan Zaqi, ibu dan nenek. "


" Yang penting sekarang Zaqi bisa berlibur dan bisa merawat ibu, agar cepat sembuh. Dan yang terpenting Zaqi bisa melindungi ibu dari Dani." ucap Alan menyakinkan Zaqi.


" Oke aku setuju dengan om Alan. " ucap Zaqi Dengan gembira.


" Bagaimana dengan ibu ?" tanya Alan kemudian.


" Ibu ikut saja asalkan itu untuk kebaikan Sela dan juga Zaqi." jawab Bu Nur.


" Bagus artinya waktuku semakin banyak untuk bisa berdua dengan Sela." batin Alan.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mobil yang dikendarai Alan sampai di depan sebuah villa mewah di tepi pantai.


Villa yang begitu mewah dengan banyak penjaga dan pelayanan, yang menundukkan kepalanya saat melihat Alan.


" Tolong siapkan kamar untuk mereka, dan siapkan kamar utama." ucap Alan saat seseorang menghampirinya.


" Baik tuan akan kami siapkan " jawab orang tersebut.


" Zaqi ibu silakan turun, biar mang Dadang mengantarkan kalian " ucap Alan.


" Bagaimana dengan ibu ?" tanya Zaqi.


" Biar om yang akan menggendong ibu ke kamarnya " jelas Alan.


Kemudian Zaqi dan Bu Nur mengikuti mang Dadang memasuki villa tersebut. Setelah memasukinya Zaqi dan Bu Nur terpukau melihat ke indahan dan kemewahan villa tersebut.


Sementara Alan menggendong tubuh Sela menuju kamarnya, setelah sampai ia baringkan tubuh Sela dan setelah itu ia menelpon dokter pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2