Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 33


__ADS_3

Begitulah jalan kehidupan yang di pilih oleh Dini, ia rela menempuh jalan yang salah demi mencapai tujuannya. Dia melakukan semuanya demi rupiah tanpa memikirkan akibat yang akan ia terima di kemudian hari.


Setiap manusia harus menjalani takdir hidupnya masing-masing, namun manusia harus berusaha dengan sebaik mungkin dan memilih jalan yang benar. Agar tidak tersesat.


Jika manusia tersesat dan akhirnya menderita, itu bukanlah kesalahan sebuah takdir namun murni kesalahan manusia itu sendiri.


Seperti yang sedang di jalani oleh Dani, di saat ia sedang di uji dengan kemiskinan ia memilih meninggalkan anak dan istrinya demi memburu rupiah. Dengan kesabaran dan keuletannya, ia berhasil menjadi orang kepercayaan sebuah perusahaan yang ternama.


Namun akhirnya ia salah dalam melangkah yang menyebabkan dirinya harus kembali menderita. Jangankan menjadi orang kepercayaan sebuah perusahaan, satu pekerjaan pun tidak bisa ia dapatkan.


Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia harus rela mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah.


Seperti hari ini, di panas yang terik ia berjalan mendekati tempat sampah untuk mendapatkan makanan demi bertahan hidup. Di saat itu pula Dini melintasinya dengan menggunakan mobil mewahnya.


" Ups menyedihkan sekali nasibmu sekarang, jangankan mobil mewah makan saja harus mengais dari tempat sampah." ucap Dini sambil membuka kaca jendela mobilnya.


" Bukan urusanmu !" jawab Dani dengan kesal.


" Memang bukan urusanku, kau makan atau tidak, bahkan jika kau mati sekalipun, itu bukan urusanku." jawab Dini sambil melemparkan sisa makanan ringan ke wajah Dani yang lusuh.


Setelah itu ia berlalu meninggalkan Dani dengan melajukan mobil dengan kecepatan yang tinggi. Sementara Dani hanya bisa pasrah dan melanjutkan langkahnya untuk mencari sisa makanan.


Setelah lama ia berjalan sampailah ia dibawah pohon yang rindang di dekat perusahaan Sela. Ia beristirahat karena tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk melangkah. Ia berbaring dan memejamkan matanya untuk menahan rasa laparnya.


" Tolong ! tolong ! ada pencuri ! " teriak seorang wanita.


Dani baru saja terlelap langsung bangkit dan refleks berlari karena terkejut. Namun dari arah depan ia dihadang oleh warga yang mendengar teriakkan wanita minta tolong dan langsung menghajarnya tanpa tau keadaan yang sebenarnya.


Dani yang sudah dua hari tidak makan tidak bisa melakukan apapun untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


" Stop ! bukan dia pencurinya, ia hanya ikut berlari untuk mengejar pencurinya." ucap seorang wanita yang menjadi korban pencurian.


Setelah mendengar penjelasan dari wanita tersebut, warga kemudian melepaskan Dani dan meminta maaf. Setelah itu berlalu meninggalkan Dani yang bersimbah darah tergeletak begitu saja.


Kebetulan Desi melintas hendak membeli buah dan menjenguk Zaqi di Rumah Sakit dan melihat tubuh Dani.


" Pak tolong telepon Ambulan agar segera menolong korban tabrak lari di depan gerbang perusahaan kita." ucap Desi setelah telpon tersebut tersambung.


" Baik Bu ! laksanakan segera." jawab Kepala Scurity.


" Semoga kamu baik-baik saja pak. " batin Desi. Setelah itu Desi melanjutkan perjalanan.


Sedangkan Kepala Scurity tersebut memerintahkan anak buahnya yang berjaga-jaga di Depan gerbang melakukan pertolongan terhadap korban yang di maksud.


" Pak anda baik-baik saja ? saya akan menelpon Ambulan." tanya satpam tersebut setelah di dekat Dani dan melihatnya menangis.


" Tidak perlu menelpon Ambulan, saya hanya menjadi korban salah tangkap maling. Saya sangat haus dan lapar sekali." jawab Dani.


Kemudian ia membantu Dani untuk berjalan menuju pos Scurity di depannya. Setelah sampai ia kemudian mengambil kotak P3K dan melakukan pertolongan pertama.


" Ini minumlah teh hangat ini terlebih dahulu, sementara saya akan memesan makanan di kantin terlebih dahulu. Jika ada tamu atau orang yang dari dalam mau keluar tolong tekan bel ini agar pintu terbuka dan menutup secara otomatis. " ucap Scurity tersebut.


Dani hanya mengangguk kemudian dengan perlahan ia meminum teh yang ada di dekatnya. Rasa kehausan yang sedari tadi ia rasakan belum sepenuhnya hilang namun teh tersebut sudah habis.


Setelah beberapa saat Scurity itu datang dan membawanya sepiring nasi dan juga sebotol air mineral.


" Makanlah agar anda sedikit bertenaga." ucapnya sambil menyodorkan piring yang ia bawa.


" Terimakasih. " jawab Dani kemudian dengan lahap ia makan nasi yang ada ditangannya. Dengan cepat Dani menghabiskan makanannya.

__ADS_1


" Kasian sekali orang ini, dia sangat kelaparan mungkin dari pagi ia belum makan. " batin Scurity tersebut.


" Terimakasih karena anda telah menolong saya dua kali ini." ucap Dani setelah menghabiskan makanannya.


" Jangan sungkan, bukankah kita memang harus saling tolong menolong. Sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu seperti ini ?" tanya Scurity tersebut.


Kemudian Dani menceritakan kronologi kejadian sehingga dirinya seperti ini. Dani mencoba menahan rasa sedih karena nasib belum berpihak kepadanya.


" Ya sudah jika anda sudah bertenaga, bersihkan tubuh anda di kamar mandi setelah itu pakailah pakaian saya kayaknya baju kita seukuran. " ucap Scurity tersebut dengan tersenyum.


Dani menganguk kemudian berjalan menuju toilet umum yang di tunjukkan oleh scurity tersebut. Ia merasa terharu dengan kebaikan setiap karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.


Dani membersihkan dirinya yang memang jarang mandi sambil meringis menahan perih karena luka-luka di tubuhnya. Sepintas ia terbayang wajah Sela dan Zaqi.


" Mungkin ini balasan yang setimpal untuk kejahatan yang pernah aku lakukan terhadap kalian, maafkan aku Sela maafkan ayah Zaqi." ucap Dani pelan dan tak terasa air matanya menetes.


Setelah selesai ia kemudian kembali menuju Pos Scurity dan bermaksud untuk meninggalkan tempat tersebut, dengan tujuan yang tak tentu arah.


" Anda mau kemana ?" tanya Scurity tersebut saat Dani berpamitan dengannya.


" Saya belum tau biarlah kakiku melangkah meskipun saya belum punya tujuan yang pasti." jawab Dani dengan malu.


" Jika anda tidak keberatan anda bisa tinggal disini, dan bekerja sebagai Office Boy. Nanti saya sampaikan kepada pimpinan saya, kebetulan kami sedang mencari Office Boy." ucap Scurity tersebut.


" Benarkah ? jika memang benar saya sangat senang sekali itu artinya saya bukan seorang pengangguran dan saya yg tidak akan menjadi gelandangan lagi." jawab Dani dengan suara yang sedikit gemetar karena bahagia.


" Benar dan kebetulan disini ada tempat untuk tinggal bagi karyawan yang tidak mempunyai tempat tinggal. Jika nanti anda sudah mempunyai uang dan ingin


mengontrak sebuah rumah di persilahkan." jawab Scurity tersebut.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu saya akan melakukan pekerjaan saya sekarang jika di ijinkan." ucap Dani dengan penuh semangat.


" Jangan terburu-buru, sembuhkan dulu luka-luka anda baru bisa bekerja. Nanti saya segera menghubungi pimpinan saya agar nanti malam Anda bisa langsung tinggal di sini." ucap Scurity tersebut dengan tersenyum.


__ADS_2