
Alan segera membereskan pekerjaannya dan segera menjemput istrinya. Setelah beberapa saat akhirnya ia sampai dan segera menuju ruangan Sela.
" Sayang apa yang kau rasakan ? kita akan segera ke Dokter ! " ucap Akan setelah sampai di dekat istrinya.
" Aku hanya sedikit kurang nyaman aja, mungkin setelah istirahat akan segera baik. " jawab Sela.
" Kau yakin tidak ingin ke Dokter ?" tanya Alan yang masih khawatir, Alan memperhatikan wajah Sela dengan seksama.
" Sayang wajahmu pucat sekali, kita akan ke Rumah Sakit ! " ucap Alan sambil membereskan berkas-berkas di atas meja kerja Sela.
" Sayang ini apa ? " tanya Alan saat melihat sebuah Surat dari Rumah Sakit.
" Itu, hasil pemeriksaan kesehatan Desi. " jawab Alan.
" Memangnya Desi kenapa ? " tanya Alan lagi.
" Desi dan mas Dani berencana akan segera menikah, namun tadi pagi Desi ingin memeriksa kesehatannya karena selama ini ia merasa khawatir karena Edo adalah seorang yang suka gonta-ganti pasangan. " jawab Sela.
" Lalu ? " tanya Alan.
" Ya mereka baik-baik saja, dan akan segera menikah. " jawab Sela.
" Syukurlah ! kalau Dani akan segera menikah. Artinya akan aman. " ucap Alan lirih.
" Apa katamu ? " tanya Sela.
" Tidak ada, aku hanya ikut bahagia mendengar berita itu. Sayang ayo kita pulang ! " ucap Alan ingin menghindari pertanyaan Sela lebih lanjut.
Keduanya kemudian melangkah meninggalkan sejenak pekerjaannya, Akan mengendarai mobilnya dengan kecepatan Sedang sambil tangannya menggenggam tangan Sela.
" Sayang kau ingin makan di rumah atau ingin makan di luar " tanya Alan sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya.
" Sayang kau ? " tanya Alan terhenti saat melihat Sela yang sudah tertidur.
" Apakah kau lelah ? sehingga kau sudah tertidur serta melupakan suamimu. " ucap Alan sambil memandangi wajah istrinya yang sedang terlelap.
Alan dengan cepat mengangkat tubuh istrinya saat sudah sampai di rumah, dengan cepat ia membawa tubuh yang sedang terlelap itu. Dan dengan lembut membaringkan tubuh Sela di atas ranjang.
Dengan lembut Alan melepaskan sepatu, serta pakaian istrinya agar lebih nyaman untuk beristirahat.
" Sayang maafkan aku yang selalu menginginkannya saat menyentuh ini. " ucap Alan yang segera melepaskan pakaiannya sendiri.
__ADS_1
Niat hati ingin melepaskan pakaian kerja istrinya, agar bisa tidur dengan nyenyak namun berubah saat melihat benda kenyal yang menjadi favoritnya itu.
Perlahan Alan memulai aksinya, sehingga Sela terjaga dari tidurnya. Dengan lembut Alan membimbing istrinya agar mengimbangi permainannya saat melihat mata sang istri terbuka.
Sela akhirnya terbuai dan mengikuti permainan sang suami. Sehingga keduanya sama-sama menikamnya dan melupakan acara makan siangnya.
" Sayang aku ingin tidur, aku ngantuk sekali tapi tubuhku lengket karena keringat. " keluh Sela dengan manja.
" Kita akan mandi bersama dan setelah itu kau bisa tidur dengan nyenyak. " ucap Alan.
" Tapi mandiin ya. " jawab Sela dengan manja.
" Tentu sayang tapi sekali lagi ya. " jawab Alan yang langsung mengangkat tubuh Sela ke kamar mandi.
Namun Alan menggelengkan kepalanya saat melihat istrinya sudah tertidur. Alan dengan sabar membersihkan tubuh istrinya setelah itu ia memakaikan handuk untuk menutupi tubuh istrinya.
" Sayang kau malas sekali. " ucap Alan sambil membaringkan tubuh Sela.
Namun Sela hanya menggeliat dan mencari posisi yang nyaman dan segera melanjutkan tidurnya.
" Pakailah bajumu terlebih dahulu baru kau tidur. " ucap Alan.
Namun Sela sudah tak bergeming karena ia sudah terlelap dengan nyenyak.
Selama dalam perjalanan Alan mengingat setiap lekuk tubuh istrinya.
" Apakah benar kata ayah bahwa Sela sedang hamil ? tubuhnya lebih berisi. " ucap Alan.
" Aku akan mengikuti saran ayah, untuk segera memeriksakan istriku. Jangan sampai karena aku selalu mengingatkannya, justru itu bisa membahayakan calon anakku dan juga istriku. " ucap Alan sambil tersenyum mengingat bahwa ia tidak akan hanya memintanya sekali namun selalu minta lagi dan lagi sampai ia benar-benar kelelahan.
Setelah sampai di kantornya, Akan segera menghubungi ayahnya agar menjadwal pemeriksaan kehamilan untuk sang istri.
Sementara tuan Atmaja dengan senang hati melakukan hal ini, karena ia sangat yakin jika menantu kesayangannya itu sedang hamil.
Setelah itu Alan kembali fokus dengan pekerjaannya. Namun ia teringat dengan surat dari Rumah Sakit yang ia ambil dari meja kerja sang istri.
Perlahan Alan membuka surat itu dan akan memulai membacanya.
" Apa ! " ucap Alan saat melihat apa yang tertulis dalam surat tersebut.
" Sayang tunggu baku pulang ! " ucap Alan sambil tersenyum-senyum sendiri saat tau bahwa ia telah dikerjai oleh sang istri.
__ADS_1
Di Dalam surat yang berlogo salah rumah sakit ternama itu, Sela menuliskan bahwa ia ingin makan dari mulut Alan.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Alan segera pulang untuk menemui sang istri yang menginginkan makan bersama Akan namun makanan itu harus dari mulut Alan.
Namun ketika sampai Alan sangat terkejut saat tau bahwa ayahnya telah datang dan membawa seorang Dokter untuk memeriksa keadaan Sela.
" Ayah ! mengapa ayah sudah ada di sini dan ini ? " tanya Alan saat melihat ayahnya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Iya Alan, ayah sudah tidak sabar ingin segera mengetahui apakah menantu ayah benar-benar hamil. " jawab tuan Atmaja.
" Sayang, kau sudah bangun ? " tanya Alan saat melihat Sela yang berjalan mendekati mereka.
" Iya, maaf tadi aku sangat ngantuk sekali. " jawab Sela sambil tersipu malu.
" Bagaimana apakah kau sudah lebih baik, atau masih kurang nyaman ?" tanya Alan sambil mendekati istrinya dan memeriksa keadaan sang istri.
" " Sudah lebih baik dari pada tadi siang. " jawab Sela.
" Sayang kebetulan ayah kesini ingin tau tentang keadaan mu, dan beliau sudah membawa seorang Dokter. " ucap Alan.
" Ayah, terimakasih. " ucap Sela sambil tersenyum menatap wajah mertuanya yang begitu perduli dengan dirinya dan juga Zaqi.
" Dokter, segera periksa keadaan istriku. " ucap Alan sambil tersenyum menatap wajah sang Dokter.
" Baik tuan. " ucap sang Dokter.
Lalu mereka bertiga berjalan menuju kamar atas untuk melakukan pemeriksaan. Dengan sangat penasaran Alan memperhatikan setiap gerakan sang Dokter.
" Nyonya silakan anda melakukan tes urin. " ucap Dokter tersebut sambil menyerahkan sebuah alat kepada Sela.
Dengan sangat ragu Sela menerima itu, namun Alan tersenyum dan segera mengangguk sebagai tanda persetujuan.
Kemudian Sela segera masuk ke kamar mandi, dan lama Sela berada di dalam kamar mandi membuat Alan semakin cemas.
" Tuan anda terlihat gelisah. " tanya sang Dokter.
" Dokter mengapa istriku lama sekali ? " tanya Alan dengan penasaran.
" Apakah kau ingin segera melihat hasilnya sayang ? " tanya Sela yang sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan menundukkan wajahnya.
" Sayang, jika kau memang belum hamil, aku tidak masalah, aku hanya khawatir mengapa kau lama sekali. " jawab Alan merasa bersalah dan segera mendekati istrinya.
__ADS_1
****
Para pembaca yang terhormat, jika berkenan silakan mampir di novel saya berikutnya, dengan Judul " Sepenggal Cinta di Way Kalam ". Terimakasih.