Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 76


__ADS_3

" Sayang kita akan mandi bersama setelah melakukannya. " jawab Akan tanpa mau melepaskan pelukannya.


Satu persatu Alan melepaskan kain yang menutupi tubuh Sela dan membuangnya ke sembarang arah. Dan dengan gerakan yang cepat ia juga melepaskan seluruh pakaiannya. Perlahan Alan mengangkat tubuh Sela dan membaringkannya di atas ranjang.


" Alan, bukankah lebih baik kita membersihkan diri terlebih dahulu. " ucap Sela saat Alan menciumi wajah Sela.


" Kita akan mandi bersama setelah melakukannya sayang. " jawab Alan sambil mencium setiap inci tubuh Sela.


Perlahan Sela terbawa oleh permainan yang di ciptakan oleh Alan. Keduanya saling mendesah menikmati setiap permainan yang mereka ciptakan.


Mereka terbang menuju surga dunia bersama pesawat yang terbang mengantarkan mereka menuju sebuah pulau kecil dengan sejuta keindahannya.


Setelah selesai menikmati indahnya surga dunia, Alan mengangkat tubuh Sela dan membaringkan kedalam bathtub, perlahan Alan mengalihkan air hangat untuk mereka berdua berendam.


" Sayang terimakasih untuk yang tadi. " ucap Alan sambil memeluk tubuh Sela yang kini telah resmi menjadi istrinya.


" Sama -sama Alan. " ucap Sela sambil bersandar di dada bidang Alan.


" Sayang, aku menginginkannya lagi. " bisik Alan sambil tangannya menelusuri tubuh dalam pelukannya.


" Bukankah kita baru menyelesaikan itu ? " tanya Sela.


" Tapi aku ingin hal itu lagi sayang, kau sangat luar biasa, sehingga aku menginginkannya lagi dan lagi. " ucap Alan sambil memulai aksinya.


" Alan kau curang. " jawab Sela yang mulai terbuai dengan permainan Alan.


Keduanya melakukan lagi kegiatan panas mereka untuk yang kedua kalinya. Dengan sensasi yang berbeda dengan sebelumnya, keduanya menikmati surga Dunia.


Setelah selesai mereka segera mandi dan berganti pakaian, kemudian keduanya menikmati secangkir teh dan juga kopi sambil menunggu pesawat mendarat.


" Alan kita akan kemana ? mengapa lama sekali kita sampainya ? " tanya Sela.


" Sebentar lagi sayang, apakah kau ingin kita segera melakukan itu lagi, sehingga kau sudah tidak sabar ingin segera sampai ? " ucap Alan sambil tersenyum, membayangkan bagaimana permainan panas mereka.


" Alan, aku lelah. Aku ingin istirahat. " ucap Sela sambil bangkit menuju ranjang.


" Istirahat lah sayang, agar kau sudah mempunyai tenaga saat kita sampai nanti. " ucap Alan sambil menyelimuti tubuh Sela. Perlahan Sela mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


" Junior kau sudah bangun lagi ! mengapa kau begitu aktif, kasian istriku pasti ia sangat lelah. Setelah seharian berdiri di acara pernikahan kami dan langsung melayani kau dua kali. Sekarang kau sudah bangun kembali. "


" Junior sebaiknya kau tidur dahulu sebelum nanti kita lanjutkan. " batin Alan saat merasakan panas di tubuhnya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tujuan, dan keduanya langsung menuju hotel yang telah di booking oleh tuan Atmaja untuk mereka.


" Ayah memang yang terbaik. " ucap Alan saat sampai di dalam kamar hotel tersebut.


Sebuah hotel mewah yang tidak terlalu besar dan terletak di tepi pantai, menambah kebahagiaan untuk keduanya.


" Sayang, kau ingin makan atau ingin jalan-jalan terlebih dahulu ? " tanya Alan.


" Aku ingin makan dan setelah itu akan istirahat dan bersantai di sini saja sambil menikmati keindahan pantai. Besok saja kita akan jalan-jalan. " jawab Sela.


" Aku juga sependapat dengan mu sayang. " jawab Alan kemudian ia menelpon seseorang agar mengantarkan makanan malam untuk mereka.


Setelah pesanan datang Alan dan juga Sela makan di dalam kamar hotel sambil menikmati suasana pantai di malam hari. Keduanya menikmati makan malam itu dengan nikmat. Setelah selesai mereka duduk di balkon sambil berbincang.


" Sayang duduklah di sini. Angin malam tidak baik untuk tubuh. " ucap Alan sambil menarik Sela agar duduk di sampingnya.


Kemudian keduanya menikmati keindahan alam dimalam hari sambil berpelukan.


" Tentu saja aku bahagia, apa yang membuat aku tidak bahagia Alan. " jawab Sela.


" Syukurlah jika kau bahagia, jika ada yang kurang berkenan ucapkanlah dengan terus terang, jangan kau pendam sendiri sehingga aku tidak mengetahuinya. " ucap Alan.


" Tentu sayang. " jawab Sela.


" Coba ucapkan sekali lagi sayang, aku ingin mendengarnya. " ucap Alan saat ia mendengar Sela memangilnya sayang.


" Iya sayang, tidak akan ada yang akan aku tutupi dari mu. " ucap Sela dengan lembut.


" Sayang kau membuat juniorku bangun. Suaramu yang indah itu telah membangunkannya. Maka kau harus bertanggung jawab sayang. " ucap Alan.


Apakah kau ingin kita melakukannya di ruangan terbuka seperti ini ? " tanya Sela.


" Hanya jika kau menyetujuinya. " jawab Alan.

__ADS_1


Dengan tersenyum Sela memposisikan dirinya di atas pangkuan Alan, kemudian ia mencium bibir Alan dan memimpin permainan panas mereka.


Dengan lincah Sela memimpin permainan tersebut, membuat Alan berkali-kali mengeluarkan desahannya.


Dibawah sinar bulan, dengan belaian angin malam yang lembut kedua pengantin baru itu menikmati malam panas mereka.


Alam menjadi saksi penyatuan kedua tubuh mereka, juga penyatuan kedua hati mereka. Melebur menjadi satu ikatan suci yang akan mereka genggam sampai ajal memisahkan.


Setelah mengalami pelepasan pertamanya, Alan segera menggendong tubuh Sela, tanpa melepaskan penyatuannya kemudian ia melanjutkan permainannya dan kini Alan yang memimpin permainan mereka.


Suasana kamar yang dingin itu berubah menjadi kamar yang panas, keringat keduanya saling menetes membasahi tubuh.


Keduanya sama-sama berbaring sambil mengatur napas mereka. Perlahan Alan mencium kening Sela dan perlahan menyelimuti tubuh keduanya.


" Terimakasih sayang, kau sangat luar biasa. " ucap Alan sambil memeluk tubuh Sela.


" Apakah kau puas sayang ? " tanya Sela sambil mencari posisi yang nyaman dalam pelukan suaminya.


" Tentu sayang, tapi itu membuat aku kecanduan sayang. Jadi kau jangan marah jika aku selalu menginginkannya saat di dekat mu. " ucap Alan.


" Kau boleh melakukannya hanya denganku, tidak boleh dengan yang lainnya. Aku tidak ingin kau seperti Edo sayang. "


" Yang menebarkan benih Kesuma perempuan yang ia inginkan. Aku ingin kau selalu setia. " ucap Sela.


" Tentu sayang, aku berjanji cinta, kasih sayang dan semua yang aku miliki hanya untuk mu. Dan aku akan menabur benihku hanya dalam rahimmu, karena engkaulah yang telah aku pilih untuk menjadi ibu dari anak-anakku. "


" Jangan pernah kau ragukan cinta dan kesetiaan ku padamu sayang. Meskipun Edo adalah sahabatku tapi sifat kami jauh berbeda sayang. "


" Dan jangan pernah kau samakan aku dengan Edo. " ucap Alan sambil mengeratkan pelukannya.


" Akan aku pegang janjimu sayang. " ucap Sela sambil mencium dada bidang Alan.


" Kau menggodaku sayang ! apakah kau menginginkan lagi ? " tanya Alan.


" Mengapa setiap aku melakukan sesuatu kau selalu beranggapan bahwa aku menginginkan itu ? " tanya Sela sambil mencubit pinggang Alan.


" AW sakit ! sayang asalkan kau tau junior ku selalu bangun saat kau menyentuh tubuhku, bukankah sudah aku katakan bahwa itu membuatku kecanduan. " ucap Alan sambil langsung memulai kegiatan panasnya lagi.

__ADS_1


Keduanya melakukan hal itu lagi, hingga keduanya sama-sama kelelahan, perlahan mata mereka terpejam. Dan keduanya pun perlahan menjemput mimpi indah mereka.


__ADS_2