Jejak Pemburu Rupiah

Jejak Pemburu Rupiah
Bab. 61


__ADS_3

" Tuan yang dikatakan wanita itu benar, jika kita keluar kita bisa melawan mereka tetapi tidak dengan nyonya tuan. " ucap orang kepercayaan Alan.


" Baiklah ! tapi ingat jangan macam-macam, jika sesuatu terjadi dengan wanitaku maka kau dan seluruh keluarga mu akan menanggung akibatnya. " ucap Alan tegas.


" Baik tuan, saya berjanji. Aktifkan lah benda itu setelah saya keluar dari ruangan ini. Dan maaf ambilah isi kotak perhiasan tersebut, saya harus meletakkan kotak tersebut ketempat asalnya. "


" Karena Edo pasti akan curiga jika ada benda yang tidak ada pada tempatnya. " ucap wanita cantik itu.


Alan mengeluarkan sebuah kamera dari dalam kotak tersebut, kemudian memberikannya kepada wanita yang ada di depannya.


Kemudian wanita itu berlalu meninggalkan mereka dan masuk kedalam ruangan yang biasa ia gunakan untuk melayani tamunya.


Ia meletakkan kotak perhiasan itu, kemudian masuk kedalam kamar mandi, dan merendam tubuhnya ke dalam bathtub setelah ia menanggalkan pakaiannya. Tak selang berapa lama terdengar suara orang masuk dan berjalan kearahnya.


" Tuan saya sedang mandi, tunggulah sebentar. " ucap wanita cantik itu.


" Luna apakah kau baru melayani seorang tamu ? " tanya Edo setelah masuk kedalam kamar mandi.


" Tuan Edo ! bagaimana anda bisa masuk ke sini ? " tanya Luna yang sedang berendam.


" Kau lupa bahwa aku pemilik tempat ini ? " ucap Edo.


" Iya tuan, tapi saya sedang mandi. " ucap Luna dengan gugup.


" Memangnya kenapa ? bukankah aku sudah melihat dan merasakan kenikmatan tubuhmu ? " ucap Edo dengan sinis. Sementara Luna hanya diam ia berfikir apakah Edo juga akan memeriksa ruang pribadinya.


" Apakah tuan menginginkan saya untuk melayani tuan ? " ucap Luna sambil mengalungkan tangannya dileher Edo.


" Tidak untuk saat ini ! " jawab Edo.


" Saya akan berganti pakaian dulu tuan, ucap Luna sambil melepaskan tangannya. Kemudian ia bangkit dan segera membalut tubuhnya dengan handuk.


" Kau terlalu menggoda, sangat sayang jika tidak di nikmati. " ucap Edo sambil mendekati Luna.


" Bukankah tuan tadi menolak ? " ucap Luna sambil melangkah menjauh dari Edo dan segera mengenakan pakaiannya.

__ADS_1


" Kau benar, apakah tadi Alan ah maksudku ada tamu yang bernama Alan datang ke sini ? " tanya Edo.


" Iya tuan, aku baru saja selesai melayaninya tuan, makanya aku segera mandi. " ucap Luna sambil tersenyum.


" Sekarang dimana dia ? " ucap Edo.


" Entahlah tuan, tugasku hanya melayani setiap lelaki yang datang kesini, bukan mengikuti lelaki yang datang kesini. Apakah tuan lupa itu ? " tanya Luna.


" Apakah sudah lama ia pergi ? tapi mengapa ponselnya masih berada di sini ? " tanya Edo.


" Ponsel ? bagaimana anda tau tuan ? " tanya Luna.


" Aku sengaja memasang alat pelacak di ponselnya. " jawab Edo.


" Coba tuan tanyakan kepada orang yang bersih-bersih disini, siapa tau ponselnya tertinggal saat beliau pulang. " ucap Luna.


" Kau pintar, tunggu aku sampai menyelesaikan urusan ku dengan tamumu. Setelah itu kau harus melayaniku. " ucap Edo.


" Baik tuan. " ucap Luna.


Kemudian Edo berlalu meninggalkan ruangan tersebut, kemudian Luna duduk di depan meja riasnya dan dengan santai ia mulai merias wajahnya yang sudah ia cuci. Tak berselang lama kemudian Edo masuk kembali.


" Ponsel Alan tertinggal di sini dan pelayan yang menemukannya. " ucap Edo dengan prustasi.


" Apakah sangat penting urusan tuan, sehingga tuan memasang alat pelacak ? " tanya Luna sambil membereskan makeup yang selesai ia gunakan.


" Sangat penting karena ini menyangkut masa depan ku. " jawab Edo


" Apakah Alan mengatakan akan pergi ke mana ? " tanya Edo lagi.


" Beliau hanya bilang akan menemui seorang wanita. Namun saya tidak mendengar secara jelas tuan karena beliau hanya bergumam. " jawab Luna.


" Sial mengapa Alan selalu mendapatkan apa yang ia mau tanpa harus bersusah payah. Tapi tunggu dulu mana mungkin Alan bercinta dengan wanita, terlebih lagi dengan wanita seperti dirimu ? " ucap Edo


" Kami tidak bercinta tuan, aku hanya melayani dan menemani beliau minum, Aku mandi bukan karena habis bercinta tapi karena alkohol yang tuan Alan muntah kan. " jawab Luna.

__ADS_1


" Hahahaha ... " suara tawa Edo menggelar.


" Kau tau Alan tidak pernah melakukan itu sebelumnya, bahkan aku tidak percaya bahwa ia bisa bercinta. "


" Kau tau bahkan istrinya tidak pernah ia sentuh, aku yang telah menikmati tubuh istrinya, aku yang telah mengambil keperawanannya. "


" Alan hanya menikahi wanita sial tersebut, memberikan kehidupan yang bergelimang harta namun ia tidak pernah sekalipun menyentuhnya. " ucap Edo.


" Kalau begitu bagaimana tuan Alan bisa menikah ? " tanya Luna.


" Setelah aku mengambil keperawanan wanita itu, aku menjebak Alan seolah dia yang telah meniduri wanita tersebut. Dan Alan akhirnya menikahi wanita tersebut. "


" Namun Alan tidak sekalipun menyentuh wanita itu meskipun dia telah sah menjadi istrinya. Akulah yang setiap saat menikmati tubuhnya. " ucap Edo dengan senyuman.


" Bagaimana tuan Alan tidak curiga dengan Anda ? " tanya Luna


" Alan tidak tau, karena mereka tidak tinggal satu kamar. Jadi aku bisa bebas bercinta dengan istrinya hingga wanita itu hamil. " ucap Edo.


" Apakah anak wanita itu di akui oleh tuan Alan ? " tanya Luna lagi.


" Bahkan Alan tidak tau kalau wanita itu hamil. Karena aku telah membunuhnya dengan cara yang sangat halus. " ucap Edo sambil tersenyum licik.


" Anda benar-benar sudah gila tuan ! " ucap Luna.


" Hahaha, aku gila ! kau benar, aku memang sudah gila bahkan aku telah membunuh ibunya Alan juga. Malang sekali nasib wanita tua itu, ia harus mati di tangan sahabat anaknya sendiri dan seorang anak yang juga ia sayangi seperti anaknya sendiri. " ucap Edo sambil mengingat masa lalunya.


" Untuk apa tuan melakukan itu semua ? " tanya Luna.


" Karena wanita tua itu terlalu jauh ikut campur dengan urusan pribadiku. Dan Alan adalah lelaki bodoh yang dengan senang hati aku kuras uangnya bahkan wanita-wanita yang ada di sekitarnya telah aku nikmati tubuhnya. "


" Hanya Sela yang tidak bisa aku sentuh, wanita yang begitu membuat aku tergila-gila akan kecantikannya. Membayangkan wajahnya saja bisa membuat juniorku bangun. "


" Tapi sebentar lagi aku akan bisa menikmati tubuhnya itu, karena aku punya kelemahannya. Dengan begitu dia akan pasrah saat aku ingin menikmati tubuhnya. "


" Sela, tunggulah sebentar lagi. Aku pasti akan datang menemui mu dan kita akan bercinta, kau akan merasakan surga dunia bersamaku, dan kau akan kecanduan dengan sentuhan ku seperti sahabatmu sendiri. "

__ADS_1


" Dan itu tidak akan pernah kau dapatkan dari Alan, lelaki yang kau cintai adalah lelaki yang tidak bisa memberikan kenikmatan bercinta. "


" Sela sayang tunggulah sebentar lagi. " ucap Edo sambil tersenyum dan tertawa membayangkan bagaimana ia dan Sela bercinta tanpa sepengetahuan Alan, seperti yang pernah ia lakukan kepada wanita cantik yang sudah di nikahi oleh Alan.


__ADS_2